@chu4travinh: #meo nấm rơm thần nông

Chú tư trà vinh
Chú tư trà vinh
Open In TikTok:
Region: VN
Tuesday 11 August 2026 04:19:00 GMT
433
6
0
1

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @chu4travinh, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

KESULTANAN SAMBALIUNG  Kesultanan Sambaliung (sebelumnya dinamakan Kerajaan Tanjung) adalah salah satu kerajaan Islam yang berdiri pada sekitar tahun 1810-an di wilayah Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Sebagai pilar penting dalam sejarah Dinasti Batiwakkal, kesultanan ini bertransformasi dari entitas politik berdaulat menjadi pilar adat pemersatu suku asli Banua di wilayah selatan Berau. Pada awal abad ke-19, terjadi ketegangan suksesi internal dalam keluarga Kesultanan Berau antara keturunan dua putra Raja Aji Dilayas, yaitu Pangeran Tua dan Pangeran Dipati. Akibat dinamika politik lokal dan campur tangan kolonial Belanda, wilayah Berau akhirnya dipecah menjadi dua kesultanan baru, yaitu: Kesultanan Sambaliung: Menguasai wilayah selatan Sungai Kelay. Kesultanan Gunung Tabur: Menguasai wilayah utara sungai. Sultan pertama yang memimpin adalah Sultan Alimuddin yang lebih tersohor dengan nama Raja Alam. Beliau adalah pejuang tangguh yang gigih menolak monopoli perdagangan VOC Belanda, sehingga sempat ditangkap dan diasingkan ke Makassar pada tahun 1834. Kata
KESULTANAN SAMBALIUNG Kesultanan Sambaliung (sebelumnya dinamakan Kerajaan Tanjung) adalah salah satu kerajaan Islam yang berdiri pada sekitar tahun 1810-an di wilayah Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Sebagai pilar penting dalam sejarah Dinasti Batiwakkal, kesultanan ini bertransformasi dari entitas politik berdaulat menjadi pilar adat pemersatu suku asli Banua di wilayah selatan Berau. Pada awal abad ke-19, terjadi ketegangan suksesi internal dalam keluarga Kesultanan Berau antara keturunan dua putra Raja Aji Dilayas, yaitu Pangeran Tua dan Pangeran Dipati. Akibat dinamika politik lokal dan campur tangan kolonial Belanda, wilayah Berau akhirnya dipecah menjadi dua kesultanan baru, yaitu: Kesultanan Sambaliung: Menguasai wilayah selatan Sungai Kelay. Kesultanan Gunung Tabur: Menguasai wilayah utara sungai. Sultan pertama yang memimpin adalah Sultan Alimuddin yang lebih tersohor dengan nama Raja Alam. Beliau adalah pejuang tangguh yang gigih menolak monopoli perdagangan VOC Belanda, sehingga sempat ditangkap dan diasingkan ke Makassar pada tahun 1834. Kata "Sambaliung" sendiri lahir dari filosofi perjuangannya: Sembah (tunduk kepada Tuhan) dan Liung (tawadu/rendah hati). Pemerintahan formal kesultanan berakhir pada tahun 1960. Sultan terakhirnya menyatakan integrasi penuh mendukung Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan kemudian mengabdi sebagai Kepala Daerah Istimewa Berau. Eksistensi adat kebudayaan saat ini berada di bawah naungan Sultan Raja Muda Perkasa Paduka Yang Mulia (PYM) Datu Amir MA yang terus aktif menjaga hak ulayat masyarakat, menjaga kondusivitas daerah, dan memimpin berbagai prosesi adat. Lambang resmi kesultanan yang diakui secara digital saat ini berlatar belakang hitam dengan ornamen kuning emas yang meliputi: Dua Ekor Macan Kuning Polos: Berada di kanan dan kiri untuk menggambarkan ketangkasan dan keberanian pahlawan lokal. Perisai Kuning: Wadah pertahanan adat yang di dalamnya berisi Tombak, Keris/Pedang, serta Payung Kuning Agong di tengah sebagai simbol perlindungan sultan kepada rakyatnya. Pita Emas: Memuat tulisan tegas identitas "KESULTANAN SAMBALIUNG". Pusat peninggalan sejarah kesultanan ini adalah Keraton Sambaliung yang berlokasi di Kecamatan Sambaliung, Berau. Bangunan istana yang didominasi warna kuning-hijau (simbol kejayaan dan surga dalam tradisi Melayu Islam) direkonstruksi ulang pada tahun 1900-an dengan arsitektur kayu ulin bergaya Tionghoa. Saat ini istana tersebut difungsikan sebagai Museum Sejarah yang menyimpan berbagai singgasana, tempat tidur sultan, foto dokumen lama, serta beragam persenjataan tradisional ulayat. #sambaliung #kesultanan #berau #zainal_edit #kalimantantimur

About