@wartacik: H. M. Syamlan LC MA: “Guru SDIT Rabbani Saya Anggap Anak, Tak Ada Langkah Hukum” | Bengkulu – Ketua Yayasan Ma’had Rabbani, H. Muhammad Syamlan LC MA, menegaskan pendekatan kekeluargaan masih menjadi pilihan yayasan dalam menyikapi polemik tiga guru SDIT Rabbani. Menurut Syamlan, hubungan antara yayasan dan guru tidak semata-mata ditempatkan sebagai hubungan kerja, tetapi sebagai relasi orang tua dan anak. “Sistemnya itu sistem guru dan murid. Orang tua dan anak-anak. Guru-guru semua ini saudara. Ada cek-cok dikit, saya tengahi, wajar gak? Wajar gak? Biasanya memang saya yang nengahin.” Syamlan mengatakan, untuk guru yang disebutnya masih belum menentukan sikap, ia telah meminta kepala sekolah mengundang yang bersangkutan kembali ke sekolah. Menurutnya, undangan tersebut dimaksudkan untuk memastikan apakah guru masih membutuhkan tambahan waktu cuti atau memilih mengakhiri kebersamaan dengan yayasan. Bahkan, Syamlan menyatakan apabila guru meminta tambahan cuti hingga akhir Agustus, yayasan tidak mempermasalahkannya. Ia juga menyebut cuti tersebut tetap akan dibayarkan apabila diajukan secara resmi. Pendekatan tersebut, kata Syamlan, tidak terlepas dari hubungan panjang yang telah terbangun antara dirinya dengan para guru. Ia menyebut para guru yang terlibat dalam persoalan tersebut sebagai orang-orang yang telah lama berada di lingkungan Rabbani dan mengikuti kegiatan mengaji bersama. “Mereka itu saya anggap anak saya. Murid saya. Karena mereka datang sudah lama ke sini. Dengan ngaji bersama. Saya ajarin ngaji ini resminya. Maka kan kami undang. Baik-baik. Orang tua mengundang anaknya gimana?” Karena itu, Syamlan menegaskan yayasan untuk saat ini tidak mengambil langkah hukum terhadap para guru. Pernyataan tersebut disampaikan meski ia mengakui munculnya pemberitaan yang menurutnya telah mencemarkan nama Rabbani. Ia memilih memberikan ruang komunikasi dan berharap persoalan tidak berkembang menjadi konflik yang lebih jauh. “Untuk itu insya Allah gak ada langkah hukum apa apa. Selama masih ini, mau diundang. Dan sudah lah gak apa-apa.” Syamlan juga menyampaikan harapan agar setelah pihak media mengetahui penjelasan dari yayasan, tidak ada lagi pemberitaan yang menurutnya mencemarkan nama Rabbani. Ia menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa dirinya tetap memandang para guru tersebut sebagai orang-orang baik. (Cik) #gurusdit #sditrabbani #gurusditdipecat #bengkulu #syamlan
𝐖𝐚𝐫𝐭𝐚𝐂𝐢𝐤 | Info Publik
Region: ID
Monday 10 August 2026 11:26:28 GMT
Music
Download
Comments
Terkuku :
tpi kenapa dilarang ppg?. itu kan hak gurunya. dan kenapa pula tidak didaftarkan ke bpjs kesehatan maupun ketenagakerjaan?. zholim itu namanya
2026-08-10 11:47:50
8
신지휸 :
cek cok dikit sih gpp ustad namun hak hak harus di tunaikan
2026-08-10 16:54:09
3
palm coffe :
guru profesional harus PPG
2026-08-10 12:12:44
2
riki apriyadi :
2026-08-11 11:11:21
0
Navio Pernanda04 :
ustad yang dulu pernah jadi wakil agustrin kan cik?
2026-08-10 12:52:40
1
Ishak Juarsa Trocon :
sudahlah tadz...
2026-08-11 04:00:04
0
rajin menabung :
dia yang salah knp pula dia yang koar sipaling.. lapor kan saja syamlan ini. hak guru gak diberikan
2026-08-10 11:50:15
9
To see more videos from user @wartacik, please go to the Tikwm
homepage.