@mongabayindonesia: Seekor orangutan jantan dewasa yang diberi nama Wak berhasil dievakuasi tim gabungan dari kebun buah milik warga di Desa Kuala Tolak, Kecamatan Matan Hilir Utara, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, pada Kamis (6/8/2026), setelah beberapa hari terpantau berada di kawasan tersebut. Wak pertama kali terlihat warga di perkebunan buah sejak Juli 2026, dan kehadirannya sempat menimbulkan kekhawatiran karena berpotensi merusak tanaman. Kondisi kian mengkhawatirkan setelah kebakaran hutan dan lahan meluas di sekitar lokasi, sehingga tim memutuskan segera melakukan evakuasi demi keselamatan satwa maupun warga. Proses penyelamatan melibatkan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat, Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI), PT Mohairson Pawan Khatulistiwa (Mopakha), Babinsa, perangkat desa, hingga masyarakat setempat. Hasil pemeriksaan tim medis menunjukkan Wak dalam kondisi sehat, liar, dan tidak ditemukan luka maupun bekas jerat pada tubuhnya. Wak selanjutnya dibawa melalui jalur air menuju kawasan konsesi PT Mohairson Pawan Khatulistiwa yang dinilai memiliki tutupan tajuk memadai serta ketersediaan pakan cukup untuk mendukung kehidupannya di alam liar. Ia akhirnya dilepasliarkan dengan aman pada pukul 14.39 WIB di lokasi yang telah dipastikan sesuai. Ketua Umum YIARI, Silverius Oscar Unggul, mengatakan kejadian ini bukan yang pertama, karena kawasan Kuala Tolak juga pernah menjadi lokasi penyelamatan orangutan saat kebakaran besar melanda pada 2015 dan 2019. Ia menegaskan kerusakan habitat akibat karhutla terus memicu konflik berulang antara orangutan dan warga di Ketapang.

mongabayindonesia
mongabayindonesia
Open In TikTok:
Region: ID
Monday 10 August 2026 12:00:18 GMT
5343
99
2
0

Music

Download

Comments

qitingstone
Qiting :
hewan nya di lindungi tapi hutan tempat tinggal nya tdk di lindungi.. mungkin utk skrng aman.. tapi 10 thn akan dtng ancaman keserakahan manusia bisa mengalahkan logika nya sendiri..
2026-08-10 12:10:06
2
To see more videos from user @mongabayindonesia, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos


About