@nonchalant_zi67: #vent #fyp

oishi:3
oishi:3
Open In TikTok:
Region: VN
Monday 10 August 2026 14:51:04 GMT
736
62
0
5

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @nonchalant_zi67, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Seringkali kata Hoor Al-Ain disalahpahami seolah hanya untuk laki-laki, padahal dalam Al-Qur'an Allah berfirman
Seringkali kata Hoor Al-Ain disalahpahami seolah hanya untuk laki-laki, padahal dalam Al-Qur'an Allah berfirman "وَزَوَّجْنَاهُم بِحُورٍ عِينٍ" yang artinya "Dan Kami jodohkan MEREKA dengan Hoor 'Ain" QS. Ad-Dukhan: 54. Lafadz 'Zawwajnaahum' dan 'Hoor' adalah bentuk jamak yang mencakup laki2 dan perempuan. Lalu mengapa pembahasan tentang "pangeran" jarang ditemukan? Pertama, secara bahasa kata 'Huur' adalah bentuk jamak dari 'Ahwar' yaitu laki2 bermata putih bersih, dan 'Haurah' yaitu perempuan bermata putih bersih. Artinya netral kelamin, bisa laki2 bisa perempuan. Namun ulama klasik mayoritas menafsirkan 'Huur' sebagai jamak dari 'Haurah' yaitu bidadari.'Ahwar' yaitu pangeran. Padahal secara nahwu makna untuk pangeran juga memungkinkan. Kedua, riwayat hadits tentang bidadari jauh lebih banyak dibandingkan hadits tentang pasangan untuk perempuan di surga. Karena itu pembahasan ulama pun mengikuti dalil yang tersedia pada masanya. Yang jelas, Al-Qur'an menggunakan kata dalam 'Zawwajnaahum' bentuk jamak. Artinya "pasangan" untuk laki2 dan perempuan. Allah juga berfirman "وَلَكُمْ فِيهَا مَا تَشْتَهِي أَنفُسُكُمْ" yaitu "Bagimu di dalamnya apa yang kamu inginkan" QS. Fushilat: 32. Maka perempuan shalihah pun akan mendapatkan pasangan terbaik sesuai keinginannya. Jika ia menginginkan satu pasangan saja secara eksklusif maka Allah akan mengabulkannya. Jika ia menginginkan menjadi satu2nya untuk suaminya tanpa didampingi bidadari lain, maka hal itu pun akan dikabulkan oleh Allah. Dan jika ia menginginkan 72 pangeran maka InsyaAllah bisa, karena Allah Maha Mampu. Bahkan ia bisa menjadi ratu para bidadari di surga dengan kecantikan yang melebihi mereka. Di surga semua fitrah disucikan, tidak ada haid, nifas, maupun kotor, dan Allah telah menjadikan orang mukmin laki2 dan perempuan sebagai penghuni surga. Allah juga berfirman "إِنَّ أَصْحَابَ الْجَنَّةِ الْيَوْمَ فِي شُغُلٍ فَاكِهُونَ" yaitu "Sesungguhnya penghuni surga pada hari itu sibuk bersenang-senang" QS. Yasin: 55. Di surga juga tidak ada rasisme, kulit penghuninya beragam, semua mulia di sisi Allah. Dengan demikian surga adalah tempat keadilan sempurna, bukan tempat merendahkan, dan tidak ada satu jiwa pun yang dizhalimi. #islam #CapCut

About