@jett_world_view: #lifequotesdaily #deeptalk #psychologyfact

jett_world_view
jett_world_view
Open In TikTok:
Region: MA
Monday 10 August 2026 18:47:45 GMT
8515
1241
11
26

Music

Download

Comments

qlh52
Abraham :
Nah i used to think like this but the truth is we need to judge the book from it’s cover take this wisdom it will prevent allot of harm from you
2026-08-11 00:13:17
0
projectkken
K2 :
I promise you I understand what he’s saying so bad
2026-08-10 19:34:43
13
k_atleho.ww
katleho 💕 :
2026-08-10 22:53:31
1
jaa.ceesay
Built By Her :
the life we live in so sad
2026-08-10 20:56:40
1
justdrewtvv
JustDrewTV :
facts
2026-08-10 21:56:12
0
simplybest._
￴ ￴ ￴ ￴ ￴ ￴ ￴￴ ￴ ￴￴ ￴ ￴ ￴ ￴ ￴ :
I mean life is a one time trial after all what is there to judge
2026-08-10 20:47:47
0
r.f22273
R F :
Theres clips of a muddy homeless guy talking about history like he was a professor
2026-08-10 22:58:29
0
gokudrogon
gokudrogon :
😂😂😂😂😂
2026-08-10 20:16:46
2
To see more videos from user @jett_world_view, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Berapa banyak lagi nyawa yang harus tertahan di ruang tunggu IGD hanya demi selembar kertas administrasi? Bagi sebagian besar warga Jambi, cerita pilu di RSUD H. Abdul Manaf seolah menjadi luka lama yang terus-menerus dikoyak. Di saat kita datang dengan kepanikan, tangis, dan harapan agar nyawa orang terkasih segera diselamatkan, yang kita hadapi justru tembok birokrasi yang dingin. Kita semua mungkin pernah merasakan getirnya momen itu: Pasien sudah kritis, rumah sakit rujukan sudah siap menerima, namun pasien dibiarkan terbaring lemah tak berdaya berjam-jam lamanya. Alasannya klasik dan menyayat hati—
Berapa banyak lagi nyawa yang harus tertahan di ruang tunggu IGD hanya demi selembar kertas administrasi? Bagi sebagian besar warga Jambi, cerita pilu di RSUD H. Abdul Manaf seolah menjadi luka lama yang terus-menerus dikoyak. Di saat kita datang dengan kepanikan, tangis, dan harapan agar nyawa orang terkasih segera diselamatkan, yang kita hadapi justru tembok birokrasi yang dingin. Kita semua mungkin pernah merasakan getirnya momen itu: Pasien sudah kritis, rumah sakit rujukan sudah siap menerima, namun pasien dibiarkan terbaring lemah tak berdaya berjam-jam lamanya. Alasannya klasik dan menyayat hati—"Tunggu, masih mengurus administrasi." Sejak kapan tumpukan kertas lebih berharga daripada detak jantung manusia? Di tempat yang seharusnya menjadi garis depan penyelamatan nyawa, kita justru dihadapkan pada oknum petugas yang bertingkah bak "raja". Hilang sudah empati, luntur sudah senyum pelayanan. Kesigapan yang diharapkan masyarakat dibalas dengan kelambanan bak siput dan arogansi yang melukai hati keluarga pasien yang sedang hancur. Kita sudah terlalu lelah mendengar pembenaran sinis, "Begini lah kalo RS pemerintah, beda sama swasta." TIDAK! Kesehatan dan keselamatan nyawa bukanlah sesuatu yang bisa dimaklumi. RSUD ini dibangun dengan uang rakyat, dan sudah sepantasnya melayani rakyat dengan manusiawi, bukan menelantarkan mereka dalam penderitaan. Ini bukan sekadar keluhan, ini adalah GUGATAN DARI HATI NURANI WARGA JAMBI. Kepada Bapak Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M. dan Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A., tolong jangan tutup mata dan telinga. Dengarkan jeritan warga Anda! Kami menuntut perombakan total manajemen dan revolusi mental pelayanan di RSUD H. Abdul Manaf. Bersihkan oknum-oknum yang tak lagi punya hati nurani dalam melayani! Bagi Anda warga Jambi yang pernah menjadi "korban" arogansi dan lambatnya pelayanan di RSUD ini, jangan lagi diam! 🔥 Ceritakan pengalaman pahit Anda di kolom komentar! Mari kita bersuara bersama, bagikan postingan ini, dan viralkan sampai ada tindakan nyata dan sidak langsung dari Pemkot Jambi! Karena besok atau lusa, bisa jadi keluarga kitalah yang membutuhkan pertolongan cepat itu. #foryou #viral #jambi #xyzbca #fyp

About