@manbotififi4: #VoiceEffects

Manbotififi 🕯️🪔saint Jacques
Manbotififi 🕯️🪔saint Jacques
Open In TikTok:
Region: HT
Tuesday 11 August 2026 01:48:12 GMT
5979
419
16
58

Music

Download

Comments

user2163868550494
Dionise 01 :
ok mabel
2026-08-11 18:34:09
0
pujarieprem
prem :
karma i love you
2026-08-11 09:00:00
0
djimiken
djimiken126🔥🔥🔥😡 :
mwn poko jwenn non
2026-08-11 02:09:29
0
louisemanette5
Louisemanette :
mwn poko
2026-08-11 21:32:46
0
jeanjosephsavalon
Jean joseph Savalon :
.wi
2026-08-12 00:23:38
0
dony.dorlus
Dony Dorlus :
Map tann li wi Manbo voyé l pou mwen sou whatsapp.
2026-08-11 15:53:21
0
user362368168103
user362368168103 :
hi
2026-08-11 02:36:05
0
mimose279
NOEL🍪❤️_428 :
mw poko
2026-08-11 02:34:42
0
linoue873
Linoue87 :
Mw poko jwenn anyen non
2026-08-11 02:13:44
0
yvroseadolphe
Yvrose Adolphe :
moin poko jwenn anyen non bella
2026-08-11 02:22:22
0
ting.gonaves
sondji 509 :
🥰🥰🥰
2026-08-11 12:15:33
0
alaskawww.9057
Chibaola Officiel :
🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
2026-08-11 11:21:56
0
yacouba.coulibaly8315
Yacouba Coulibaly :
🥰
2026-08-11 08:29:09
0
user81310796332065
basiru wende nēē mallgēē,,🙏🤲 :
🙏🙏🙏🙏🙏💯
2026-08-11 05:08:41
0
user7438126521224
user7438126521224 :
💯💯💯💯💯💯💯💯💯💯🚐🚐🚐🚐🚐🚐🚐🚐🤜🤛🤜🤛🤜🤛👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
2026-08-11 01:52:10
0
1234paakwasi
Okyere Frederick :
🥰🥰🥰🥰🥰
2026-08-11 14:50:31
0
To see more videos from user @manbotififi4, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Siapa tak kenal Monas? Ikon Jakarta yang puncaknya dihiasi lidah api berlapis emas murni seberat 38 Kg (saat awal pembangunan). Tapi tahukah kamu? Dari 38 Kg emas itu, 28 Kg-nya disumbangkan oleh SATU ORANG saja. Siapa orang super kaya yang berhati mulia itu? Namanya Teuku Markam. Seorang pengusaha asal Aceh yang sangat sukses dan nasionalis. Dia adalah sahabat dekat Presiden Soekarno. Saking cintanya pada Indonesia, ketika Soekarno ingin membangun Monas, Markam tanpa ragu menyumbangkan 28 Kg emas murni miliknya. Ingat, 28 Kg emas jaman dulu nilainya tak terhingga! Di era Orde Lama, Markam adalah
Siapa tak kenal Monas? Ikon Jakarta yang puncaknya dihiasi lidah api berlapis emas murni seberat 38 Kg (saat awal pembangunan). Tapi tahukah kamu? Dari 38 Kg emas itu, 28 Kg-nya disumbangkan oleh SATU ORANG saja. Siapa orang super kaya yang berhati mulia itu? Namanya Teuku Markam. Seorang pengusaha asal Aceh yang sangat sukses dan nasionalis. Dia adalah sahabat dekat Presiden Soekarno. Saking cintanya pada Indonesia, ketika Soekarno ingin membangun Monas, Markam tanpa ragu menyumbangkan 28 Kg emas murni miliknya. Ingat, 28 Kg emas jaman dulu nilainya tak terhingga! Di era Orde Lama, Markam adalah "Crazy Rich" yang sesungguhnya. Perusahaannya, PT Karkam, menguasai ekspor-impor dan membiayai banyak proyek negara. la hidup mewah, dihormati, dan menjadi aset bangsa. Tapi, roda nasib berputar kejam saat tahun 1965 tiba. Saat kekuasaan Soekarno runtuh dan Orde Baru naik, kedekatan Markam dengan Soekarno menjadi petaka. la dituduh sebagai koruptor dan antek PKI, sebuah tuduhan umum untuk menyingkirkan orang-orang pro-Soekarno. Tanpa pengadilan yang jelas, pahlawan penyumbang emas ini akhirnya ditangkap. Tahun 1966 adalah awal kisah tragis ini dimulai. Teuku Markam dijebloskan ke penjara selama 8 tahun. Hartanya? Dirampas habis. Perusahaannya diambil alih pemerintah dan dijadikan BUMN. Rumah, tanah, mobil, semua disita. Sang penyumbang emas kini tak punya apa-apa selain baju di badan. Saat bebas tahun 1974, Markam bukan lagi siapa-siapa. Namanya sudah hancur, dicap sebagai pengkhianat negara. la mencoba bangkit dan menuntut keadilan untuk mengembalikan aset-asetnya, tapi sia-sia. Negara seolah lupa bahwa emas yang berkilauan di puncak Monas itu adalah hasil keringatnya. Tahun 1985, Teuku Markam berpulang dalam sunyi, membawa luka hati yang tak sempat sembuh oleh zaman. Tragisnya, hingga detik ini, jutaan pasang mata berpose bahagia di bawah bayang-bayang Monas, tanpa pernah tahu bahwa ada nama besar yang dikorbankan demi emas di puncaknya. la memberi cahaya bagi ibu kota, namun namanya dibiarkan meredup dalam kegelapan sejarah. Kisah Teuku Markam adalah bukti kejamnya politik. Jasa setinggi gunung, sirna oleh politik yang tak kenal ampun. Teuku Markam adalah bukti bahwa pengorbanan seringkali dibayar dengan kesunyian. Maafkan kami yang telat berterima kasih, Pak Markam. Cahayamu tetap abadi di puncak tertinggi ibu kota. #History #sejarah #tempodulu #arsip#fyp

About