@indozone.id: Gempa bumi Magnitudo 7,4 mengguncang barat Kolombia pada Senin, 10 Agustus, menewaskan sedikitnya 111 orang. Gempa terjadi pada pukul 12.34 GMT (pukul 19.34 WIB pada 10 Agustus) dengan pusat gempa terletak 5 kilometer di timur kota San Jose del Palmar. Gempa dahsyat menyebabkan 1.575 rumah rusak, 37 di antaranya hancur total, serta menyebabkan runtuhnya 61 bangunan dan kerusakan pada 18 pusat kesehatan, 52 fasilitas pendidikan, 17 pusat kegiatan masyarakat, dan 18 ruas jalan. Pemerintah Kolombia telah menetapkan status bencana nasional guna memperkuat mobilisasi dan koordinasi kapasitas kelembagaan dalam menangani situasi darurat. Gempa susulan magnitudo 5,0 terjadi pada pukul 13.18 GMT (pukul 20.18 WIB), sekitar 16 kilometer di barat San Jose del Palmar. Wilayah administratif yang terletak di Wilayah Choco itu memiliki populasi sekitar 4.800 jiwa dan berada pada ketinggian 1.288 meter di atas permukaan laut. Meskipun gempa tersebut sangat kuat, Sistem Peringatan Tsunami AS mengumumkan bahwa tidak ada ancaman tsunami bagi negara bagian California, Oregon, Washington, maupun Alaska di AS, serta menyatakan tidak ada risiko tsunami bagi provinsi British Columbia di Kanada. Otoritas Kolombia menyatakan tidak ada ancaman tsunami bagi wilayah pesisir Pasifik Kolombia. Menurut para ahli, ini merupakan salah satu gempa terkuat abad ini di negara tersebut. Sementara itu, Kementerian Luar Negeri RI mengatakan sejauh ini semua warga negara Indonesia yang berada di Kolombia dalam keadaan aman. “KBRI Bogota telah menjalin komunikasi dengan WNI yang berada di sejumlah wilayah terdampak. Berdasarkan pemantauan KBRI Bogota, seluruh WNI di Kolombia dilaporkan dalam kondisi aman,” kata Direktur Pelindungan WNI (PWNI) Kemlu RI Heni Hamidah, menyadur ANTARA. Kemlu RI menyatakan bahwa KBRI Bogota akan terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan para WNI di wilayah terdampak, termasuk langkah-langkah darurat apabila terjadi gempa susulan. KBRI Bogota pun mengimbau semua WNI di Kolombia untuk tetap waspada, mengikuti arahan otoritas setempat, memantau informasi dari sumber resmi, dan menjaga komunikasi dengan KBRI Bogota. Dalam kondisi darurat, para WNI di Kolombia dapat menghubungi hotline KBRI Bogota melalui nomor +57 301 9061706. Video: X/JustynTyme_/shafeKoreshe [Baca berita dan informasi menarik lainnya hanya di www.indozone.id]
INDOZONE
Region: ID
Tuesday 11 August 2026 02:10:23 GMT
Music
Download
Comments
someone :
di situh gw sama james rodrigoes kagett jirr
2026-08-11 03:35:38
32
Jyu Viole :
indonesia sering2 adain mitigasi plis, karena kita bakal begini juga. gak bisa dihindarin, tapi kalo pd punya pengetahuan ttg mitigasi bencana insya Allah minim korban
2026-08-11 03:02:39
19
microwavee :
itu gw yang nyuruh jirr
2026-08-11 04:25:26
0
lesssugar :
disaat seperti ini spiderman kemana?
2026-08-11 05:05:13
1
DIAN_ISLAA :
semoga semuanya dalam lindungan Allah SWT 🤲
2026-08-11 02:18:03
3
️Rusdi ngaWi :
eii santai
2026-08-11 04:29:28
0
mounth :
nice
2026-08-11 02:18:13
0
Найла-Gachvernal.🧺 :
😳
2026-08-11 09:15:37
0
To see more videos from user @indozone.id, please go to the Tikwm
homepage.