@mas.saenn: Kisah yang sangat menyentuh sekaligus sarat dengan keharuan. Perjuangan beliau benar-benar luar biasa—harus menahan panasnya aspal dan menempuh jarak puluhan kilometer demi mengais rezeki, sembari berjuang melawan rasa sakit akibat asam urat. Bagi sebagian orang, berjalan tanpa alas kaki (nyeker) di jalanan keras atau permukaan tertentu memang kadang digunakan sebagai terapi mandiri untuk mengurangi ketidaknyamanan, walau perjuangan fisik yang beliau tempuh setiap hari sungguh luar biasa beratnya. Semoga usaha dan keringat Bapak penjual cincau ini selalu dibalas dengan rezeki yang berkah, kesehatan, serta kelancaran dalam setiap langkahnya.