@nihad_sdt: I see red ❣️@Oner Active

Nihad_sdt
Nihad_sdt
Open In TikTok:
Region: FR
Tuesday 11 August 2026 20:42:35 GMT
6988
1309
9
51

Music

Download

Comments

igor.jss26
igor.jss :
paypal ?
2026-08-11 20:46:55
0
bolotrax89
bolotrax89 :
Perfection je suis désolé
2026-08-11 20:47:21
0
yohanptnt
Yohan :
2026-08-11 20:47:10
0
antonyfestina
Le Probonnet :
moi je suis fan du Q
2026-08-11 20:47:21
0
muhamaddnaemgmail.com
Tonda ff 743 :
🥰🥰🥰
2026-08-11 20:47:34
0
abdellibsous
Thecomments :
🥰🥰🥰
2026-08-11 20:46:27
0
gregbiette
Greg Biette :
😍😍😍😍😍😍😍
2026-08-11 21:06:16
0
To see more videos from user @nihad_sdt, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Mentan Andi Amran Sulaiman langsung mendatangi Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), setelah mendengar keluhan mengenai tingginya harga beras di daerah tersebut. Keluhan itu disampaikan Adriano Padama, mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) asal Alor, saat Amran memberikan kuliah umum di hadapan 5.155 mahasiswa baru Undip di Semarang, Jawa Tengah, Kamis (6/8/2026). Saat itu, Adriano menyampaikan kondisi harga beras di sejumlah wilayah Alor yang dapat mencapai Rp25.000 hingga Rp30.000 per kilogram ketika distribusi pangan mengalami gangguan. Mendengar keluhan tersebut, Amran langsung meminta jajaran Kementerian Pertanian menindaklanjutinya. Ia bahkan memutuskan untuk datang langsung ke Alor guna melihat kondisi masyarakat sekaligus memastikan kebutuhan pangan tetap terpenuhi. “Urgensi kunjungan ke Alor ini yang pertama, ada kami memberi kuliah umum di Undip. Kemudian tiba-tiba ada sosok pemuda Alor yang tampil. Kalau pun berteriak, saya terima dengan senang hati, karena teriakannya adalah membawa aspirasi rakyat nyata, real,” ujar Amran dalam keterangannya, Minggu (9/8/2026). Amran menegaskan, pemerintah tidak ingin aspirasi masyarakat hanya berhenti sebagai keluhan. Karena itu, ia memilih membuktikan respons tersebut dengan datang langsung ke daerah yang disampaikan Adriano. “Kami batalkan acara rapat pimpinan di Jakarta. Kami langsung terbang dari Jakarta, dari Jawa Tengah, langsung ke Alor. Kami sudah lihat, semua permintaan kami penuhi. Di bawah naungan Kementerian Pertanian,” kata Amran. Dalam kunjungannya, Adriano turut mendampingi Amran meninjau sejumlah lokasi dan melihat program pertanian yang disiapkan pemerintah untuk masyarakat Alor. Amran juga memastikan ketersediaan beras di daerah tersebut. Menurutnya, stok beras saat ini tersedia di gudang sehingga masyarakat tidak perlu khawatir mengalami kesulitan memperoleh bahan pangan tersebut. “Pak Adriano, beras sudah aman. Ada di gudang-gudang sekarang. Harga itu Rp13.000, sama dengan harga Jakarta. Kita sekarang tidak akan kesulitan beras,” ucap Amran. Untuk menjaga keterjangkauan harga, Amran meminta Perum Bulog melakukan operasi pasar apabila masyarakat membutuhkan beras. “Bulog operasi pasar. Tidak ada batasan. Kalau ada yang mau beli beras, kita keluarkan. Lakukan pasar di mana dibutuhkan. Pasar murah,” ujar Amran. Bagi Amran, persoalan pangan di Alor tidak cukup hanya diselesaikan melalui langkah jangka pendek. Pemerintah juga akan mendorong penguatan produksi pertanian, termasuk padi dan jagung, agar kebutuhan masyarakat dapat dipenuhi secara berkelanjutan. Di sisi lain, Amran memberikan apresiasi kepada Adriano karena berani menyampaikan persoalan masyarakat Alor secara langsung. Ia menilai aspirasi yang disampaikan mahasiswa tersebut bukan untuk kepentingan pribadi, melainkan menggambarkan kondisi masyarakat di daerah asalnya. “Saya bangga dengan namanya Adriano. Ini adalah putra terbaik NTT. Ini harus kita kawal. Kenapa? Mereka membaca denyut nadi masyarakat. Apa keinginan masyarakat? Bukan bahasa basi, bukan hanya pencitraan, apalagi mengada-ada,” ujar Amran. Adriano pun mengaku bersyukur karena keluhan yang disampaikannya mendapat respons langsung dari pemerintah pusat. Ia juga mengapresiasi kesediaan Amran datang ke daerah asalnya. “Kami sangat bersyukur dan berterima kasih karena Pak Menteri sudah berkenan datang ke daerah kami yang terpencil ini. Kami sangat senang,” ujar Adriano. Dari ruang kuliah di Undip, aspirasi mahasiswa itu akhirnya berujung pada kunjungan langsung ke Alor. Amran tak hanya menyatakan akan menindaklanjuti keluhan tersebut, tetapi datang sendiri untuk memastikan kondisi pangan masyarakat di lapangan.#andiamransulaiman #mentan#alor#undip
Mentan Andi Amran Sulaiman langsung mendatangi Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), setelah mendengar keluhan mengenai tingginya harga beras di daerah tersebut. Keluhan itu disampaikan Adriano Padama, mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) asal Alor, saat Amran memberikan kuliah umum di hadapan 5.155 mahasiswa baru Undip di Semarang, Jawa Tengah, Kamis (6/8/2026). Saat itu, Adriano menyampaikan kondisi harga beras di sejumlah wilayah Alor yang dapat mencapai Rp25.000 hingga Rp30.000 per kilogram ketika distribusi pangan mengalami gangguan. Mendengar keluhan tersebut, Amran langsung meminta jajaran Kementerian Pertanian menindaklanjutinya. Ia bahkan memutuskan untuk datang langsung ke Alor guna melihat kondisi masyarakat sekaligus memastikan kebutuhan pangan tetap terpenuhi. “Urgensi kunjungan ke Alor ini yang pertama, ada kami memberi kuliah umum di Undip. Kemudian tiba-tiba ada sosok pemuda Alor yang tampil. Kalau pun berteriak, saya terima dengan senang hati, karena teriakannya adalah membawa aspirasi rakyat nyata, real,” ujar Amran dalam keterangannya, Minggu (9/8/2026). Amran menegaskan, pemerintah tidak ingin aspirasi masyarakat hanya berhenti sebagai keluhan. Karena itu, ia memilih membuktikan respons tersebut dengan datang langsung ke daerah yang disampaikan Adriano. “Kami batalkan acara rapat pimpinan di Jakarta. Kami langsung terbang dari Jakarta, dari Jawa Tengah, langsung ke Alor. Kami sudah lihat, semua permintaan kami penuhi. Di bawah naungan Kementerian Pertanian,” kata Amran. Dalam kunjungannya, Adriano turut mendampingi Amran meninjau sejumlah lokasi dan melihat program pertanian yang disiapkan pemerintah untuk masyarakat Alor. Amran juga memastikan ketersediaan beras di daerah tersebut. Menurutnya, stok beras saat ini tersedia di gudang sehingga masyarakat tidak perlu khawatir mengalami kesulitan memperoleh bahan pangan tersebut. “Pak Adriano, beras sudah aman. Ada di gudang-gudang sekarang. Harga itu Rp13.000, sama dengan harga Jakarta. Kita sekarang tidak akan kesulitan beras,” ucap Amran. Untuk menjaga keterjangkauan harga, Amran meminta Perum Bulog melakukan operasi pasar apabila masyarakat membutuhkan beras. “Bulog operasi pasar. Tidak ada batasan. Kalau ada yang mau beli beras, kita keluarkan. Lakukan pasar di mana dibutuhkan. Pasar murah,” ujar Amran. Bagi Amran, persoalan pangan di Alor tidak cukup hanya diselesaikan melalui langkah jangka pendek. Pemerintah juga akan mendorong penguatan produksi pertanian, termasuk padi dan jagung, agar kebutuhan masyarakat dapat dipenuhi secara berkelanjutan. Di sisi lain, Amran memberikan apresiasi kepada Adriano karena berani menyampaikan persoalan masyarakat Alor secara langsung. Ia menilai aspirasi yang disampaikan mahasiswa tersebut bukan untuk kepentingan pribadi, melainkan menggambarkan kondisi masyarakat di daerah asalnya. “Saya bangga dengan namanya Adriano. Ini adalah putra terbaik NTT. Ini harus kita kawal. Kenapa? Mereka membaca denyut nadi masyarakat. Apa keinginan masyarakat? Bukan bahasa basi, bukan hanya pencitraan, apalagi mengada-ada,” ujar Amran. Adriano pun mengaku bersyukur karena keluhan yang disampaikannya mendapat respons langsung dari pemerintah pusat. Ia juga mengapresiasi kesediaan Amran datang ke daerah asalnya. “Kami sangat bersyukur dan berterima kasih karena Pak Menteri sudah berkenan datang ke daerah kami yang terpencil ini. Kami sangat senang,” ujar Adriano. Dari ruang kuliah di Undip, aspirasi mahasiswa itu akhirnya berujung pada kunjungan langsung ke Alor. Amran tak hanya menyatakan akan menindaklanjuti keluhan tersebut, tetapi datang sendiri untuk memastikan kondisi pangan masyarakat di lapangan.#andiamransulaiman #mentan#alor#undip

About