@pwlihrz: ultr #gemininorawit #dewjirawat #fyp id: ? @wtf bby im lit

e lih
e lih
Open In TikTok:
Region: VN
Wednesday 12 August 2026 04:17:56 GMT
4439
595
25
142

Music

Download

Comments

eomseankonichiwameomeo
wtf bby im lit :
má vẽ cái chữ hết nửa tiếng
2026-08-12 04:23:43
2
i.d.tu2
ui D.u ty 🌻🤎 :
dew
2026-08-12 14:11:58
2
.abcxyz_05
truc ly :
cần ng đu cùng:))
2026-08-12 14:23:44
0
eomseankonichiwameomeo
wtf bby im lit :
532 tim kìa
2026-08-12 23:50:52
1
eomseankonichiwameomeo
wtf bby im lit :
tui iu libh
2026-08-12 04:22:12
1
eomseankonichiwameomeo
wtf bby im lit :
tui ch có ck
2026-08-12 04:23:20
1
eomseankonichiwameomeo
wtf bby im lit :
ultr
2026-08-12 04:21:02
1
eomseankonichiwameomeo
wtf bby im lit :
k ngầu
2026-08-12 04:28:59
1
eomseankonichiwameomeo
wtf bby im lit :
dp q cj oi
2026-08-12 04:21:39
1
To see more videos from user @pwlihrz, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Ratusan siswa SMPN 1 Trenggalek mengeluh mules setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Selasa (11/8/2026). Sekolah lain, yakni sebuah SD Islam di Trenggalek, juga melaporkan keluhan serupa. Sejumlah siswa SD tersebut mengaku mengalami sakit perut dan mules setelah menyantap menu MBG. Kedua sekolah itu menerima pasokan makanan dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sama. Rentetan keluhan itu memperkuat dugaan adanya masalah pada makanan MBG. Namun, tim medis masih membutuhkan pemeriksaan laboratorium untuk memastikan penyebabnya. Di SMPN 1 Trenggalek, sebanyak 404 siswa dan 17 guru melaporkan gejala mules setelah mengonsumsi menu MBG pada Selasa siang. Kepala SMPN 1 Trenggalek, Mokhamad Amir Mahmud, mengatakan para siswa mulai mengeluhkan sakit perut beberapa saat setelah menyantap makanan. “Beberapa siswa kami mengeluh mules. Indikasi kuat mengarah usai mereka mengonsumsi hidangan Makan Bergizi Gratis (MBG),” ujar Amir, Rabu (12/8/2026). Amir menjelaskan, sebagian siswa masih merasakan sakit ketika tiba di rumah. Pihak sekolah kemudian mengizinkan orang tua menjemput siswa yang kondisinya belum membaik. “Anak-anak yang sudah pulih tetap beraktivitas, sementara Unit Kesehatan Sekolah (UKS) terus memberikan pertolongan pertama dan obat bagi siswa yang masih mengalami mual dan mules,” katanya. Siswa Bolak-balik ke Kamar Mandi Salah satu siswa kelas IX SMPN 1 Trenggalek, Brizi Tehano Alfian, mengatakan perutnya mulai mules sekitar satu jam setelah menyantap menu MBG. “Saya makan jam 12.00 WIB. Begitu pulang sekolah sekitar jam 13.00 WIB, perut saya langsung mules luar biasa,” ungkap Brizi. Rasa mules berlanjut hingga malam dan membuat Brizi bolak-balik ke kamar mandi. Hingga Rabu (12/8/2026) pagi, kondisi perutnya belum pulih sepenuhnya. “Hari ini kondisi perut saya masih terasa sakit dan mules,” tambahnya. Brizi juga menyoroti rasa makanan yang ia santap. Ia menyebut bumbu pelengkap sate terasa berbeda. “Kemarin bumbu kacangnya terasa asam kecut, seperti bumbu yang sudah tidak segar lagi,” bebernya. Fafiano Kleon Raditya Putra, rekan seangkatan Brizi, mengalami mules yang lebih parah sejak Selasa sore. “Sore jam 14.00 WIB perut saya mulai mules hebat. Saya sampai tujuh kali bolak-balik ke kamar mandi,” kata Fafiano. Karena tubuhnya masih lemas pada Rabu pagi, Fafiano mendatangi UKS untuk meminta obat. “Hari ini lumayan lemas, jadi saya minta obat ke petugas UKS,” tuturnya. Sekolah Langsung Hubungi Pengelola SPPG Kepala SMPN 1 Trenggalek Amir Mahmud mengatakan katering membagikan menu sate ayam tanpa tusuk pada Selasa siang. “Kemarin katering membagikan menu sate ayam, tetapi tidak memakai tusukan. Dagingnya dibiarkan begitu saja,” jelas Amir. Pihak sekolah kemudian melaporkan keluhan para siswa kepada pengelola SPPG. Sekolah meminta pengelola mengevaluasi proses pengolahan makanan. “Kami sudah melayangkan laporan resmi ke pihak SPPG. Pihak pengelola berjanji akan mengecek ulang seluruh prosesnya,” lanjut Amir. Sebagian Siswa Trauma Makan Menu MBG Insiden tersebut mulai memengaruhi psikologis siswa. Sejumlah murid mengaku trauma dan enggan menyantap menu MBG yang sekolah bagikan pada Rabu (12/8/2026). Sebagian siswa lainnya tetap mengonsumsi makanan tersebut.(CIA) #dugaankeracunan #menumbg #smpn1trenggalek #satembg #bioztv
Ratusan siswa SMPN 1 Trenggalek mengeluh mules setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Selasa (11/8/2026). Sekolah lain, yakni sebuah SD Islam di Trenggalek, juga melaporkan keluhan serupa. Sejumlah siswa SD tersebut mengaku mengalami sakit perut dan mules setelah menyantap menu MBG. Kedua sekolah itu menerima pasokan makanan dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sama. Rentetan keluhan itu memperkuat dugaan adanya masalah pada makanan MBG. Namun, tim medis masih membutuhkan pemeriksaan laboratorium untuk memastikan penyebabnya. Di SMPN 1 Trenggalek, sebanyak 404 siswa dan 17 guru melaporkan gejala mules setelah mengonsumsi menu MBG pada Selasa siang. Kepala SMPN 1 Trenggalek, Mokhamad Amir Mahmud, mengatakan para siswa mulai mengeluhkan sakit perut beberapa saat setelah menyantap makanan. “Beberapa siswa kami mengeluh mules. Indikasi kuat mengarah usai mereka mengonsumsi hidangan Makan Bergizi Gratis (MBG),” ujar Amir, Rabu (12/8/2026). Amir menjelaskan, sebagian siswa masih merasakan sakit ketika tiba di rumah. Pihak sekolah kemudian mengizinkan orang tua menjemput siswa yang kondisinya belum membaik. “Anak-anak yang sudah pulih tetap beraktivitas, sementara Unit Kesehatan Sekolah (UKS) terus memberikan pertolongan pertama dan obat bagi siswa yang masih mengalami mual dan mules,” katanya. Siswa Bolak-balik ke Kamar Mandi Salah satu siswa kelas IX SMPN 1 Trenggalek, Brizi Tehano Alfian, mengatakan perutnya mulai mules sekitar satu jam setelah menyantap menu MBG. “Saya makan jam 12.00 WIB. Begitu pulang sekolah sekitar jam 13.00 WIB, perut saya langsung mules luar biasa,” ungkap Brizi. Rasa mules berlanjut hingga malam dan membuat Brizi bolak-balik ke kamar mandi. Hingga Rabu (12/8/2026) pagi, kondisi perutnya belum pulih sepenuhnya. “Hari ini kondisi perut saya masih terasa sakit dan mules,” tambahnya. Brizi juga menyoroti rasa makanan yang ia santap. Ia menyebut bumbu pelengkap sate terasa berbeda. “Kemarin bumbu kacangnya terasa asam kecut, seperti bumbu yang sudah tidak segar lagi,” bebernya. Fafiano Kleon Raditya Putra, rekan seangkatan Brizi, mengalami mules yang lebih parah sejak Selasa sore. “Sore jam 14.00 WIB perut saya mulai mules hebat. Saya sampai tujuh kali bolak-balik ke kamar mandi,” kata Fafiano. Karena tubuhnya masih lemas pada Rabu pagi, Fafiano mendatangi UKS untuk meminta obat. “Hari ini lumayan lemas, jadi saya minta obat ke petugas UKS,” tuturnya. Sekolah Langsung Hubungi Pengelola SPPG Kepala SMPN 1 Trenggalek Amir Mahmud mengatakan katering membagikan menu sate ayam tanpa tusuk pada Selasa siang. “Kemarin katering membagikan menu sate ayam, tetapi tidak memakai tusukan. Dagingnya dibiarkan begitu saja,” jelas Amir. Pihak sekolah kemudian melaporkan keluhan para siswa kepada pengelola SPPG. Sekolah meminta pengelola mengevaluasi proses pengolahan makanan. “Kami sudah melayangkan laporan resmi ke pihak SPPG. Pihak pengelola berjanji akan mengecek ulang seluruh prosesnya,” lanjut Amir. Sebagian Siswa Trauma Makan Menu MBG Insiden tersebut mulai memengaruhi psikologis siswa. Sejumlah murid mengaku trauma dan enggan menyantap menu MBG yang sekolah bagikan pada Rabu (12/8/2026). Sebagian siswa lainnya tetap mengonsumsi makanan tersebut.(CIA) #dugaankeracunan #menumbg #smpn1trenggalek #satembg #bioztv

About