@fazenda.jalapo: O🤠🐄 agronegócio🏇🏾 é a força que move o Brasil e alimenta o mundo🐄🏇🏾🤳📝🥩, unindo tradição,💰💰🥩🥩🐂🐂🐂 tecnologia e sustentabilidade🌱🏕️🏕️🏇🏾🐄#campo #agronegocio #agronomia #vidanocampo #agroboy

FAZENDA JALAPÃO 🇧🇷 🐄🥇🥇
FAZENDA JALAPÃO 🇧🇷 🐄🥇🥇
Open In TikTok:
Region: BR
Thursday 13 August 2026 00:09:09 GMT
11130
336
4
13

Music

Download

Comments

reinaldoteixeira56
Reinaldo Teixeira :
aí sim
2026-08-18 22:12:06
1
ronnyboiada2
Ronnyboiada2 :
kkkkk
2026-08-18 06:02:08
1
rodrigoxavier1701
RodrigoXavier 1701🐺🍀🌹 :
Briga de titans.🐺🍀🌹
2026-08-17 11:54:15
1
dayria.souza
Dayra Souza 🥰🎀 :
🥰🥰🥰
2026-08-13 14:25:12
1
To see more videos from user @fazenda.jalapo, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

menarik nih cuy, baca dikit ajh.. SPESIALIS VS GENERALIS, MANA YANG LEBIH BAGUS? Spesialis adalah orang yang mendalami satu bidang secara serius sampai memiliki expertise, yaitu kemampuan yang terbentuk dari pengetahuan, latihan, pengalaman, dan pemahaman mendalam. Contohnya programmer yang fokus pada cybersecurity. Dia tidak harus menguasai semua bidang IT, tetapi punya kemampuan yang sangat kuat di bidangnya. Sebaliknya, generalis adalah orang yang memiliki pengetahuan dan kemampuan di beberapa bidang. Misalnya seorang entrepreneur yang memahami dasar marketing, keuangan, teknologi, negosiasi, dan manajemen. Kelebihan generalis ada pada adaptability, yaitu kemampuan menyesuaikan diri ketika situasi atau masalah berubah. Perbedaan ini penting karena masalah di dunia nyata sering membutuhkan lebih dari satu kemampuan. Misalnya membangun bisnis bukan cuma soal membuat produk, tetapi juga membutuhkan marketing, keuangan, operasional, komunikasi, dan kemampuan membaca pasar. Penelitian Edward Lazear terhadap sekitar 5.000 lulusan Stanford MBA menemukan bahwa pengalaman yang lebih beragam berkaitan dengan kecenderungan menjadi entrepreneur. Salah satu alasannya, pengalaman dari berbagai bidang dapat membantu seseorang melihat peluang dari banyak sudut. Namun, ketika masalahnya sangat teknis, specialization justru menjadi sangat penting. Semakin lama seseorang fokus pada bidang tertentu, semakin banyak pengetahuan khusus yang dapat dibangun. Inilah yang disebut deep expertise, yaitu penguasaan yang sangat mendalam terhadap suatu bidang. Contohnya dokter spesialis, peneliti, engineer, atau ahli keamanan siber. Dari sini muncul konsep T-shaped skill, yaitu kemampuan yang bentuknya seperti huruf T. Bagian vertikal berarti kita memiliki satu keahlian utama yang dikuasai secara mendalam. Bagian horizontal berarti kita memiliki pengetahuan dasar dari berbagai bidang lain. Misalnya seseorang ahli neuroscience, tetapi juga memahami statistik, programming, psikologi, dan biologi. Konsep ini berkaitan dengan interdisciplinary, yaitu menggabungkan pengetahuan dari beberapa bidang untuk menyelesaikan masalah. Penelitian tentang otak misalnya, tidak hanya membutuhkan neuroscience, tetapi juga bisa menggunakan psikologi, biologi, statistik, matematika, dan ilmu komputer. Pengetahuan yang luas membantu kita menghubungkan berbagai bidang, sedangkan spesialisasi membuat kita memiliki kemampuan yang benar-benar mendalam. Jadi sebenarnya bukan soal memilih spesialis atau generalis, tetapi menentukan bagian mana yang harus kita kuasai secara mendalam dan bagian mana yang cukup kita pahami secara luas. Kalau ingin menjadi ahli teknis, kedalaman sangat penting. Kalau ingin menjadi entrepreneur atau pemimpin, kemampuan lintas bidang menjadi lebih berguna. Sedangkan T-shaped skill mencoba menggabungkan keduanya. Simpelnya, generalis membantu kita melihat peta yang luas, spesialis membuat kita benar-benar menguasai satu wilayah, sedangkan T-shaped skill membuat kita punya satu wilayah yang dikuasai dalam sambil tetap memahami peta besarnya. #Xzam #Edukasi #Science #Career #Skill
menarik nih cuy, baca dikit ajh.. SPESIALIS VS GENERALIS, MANA YANG LEBIH BAGUS? Spesialis adalah orang yang mendalami satu bidang secara serius sampai memiliki expertise, yaitu kemampuan yang terbentuk dari pengetahuan, latihan, pengalaman, dan pemahaman mendalam. Contohnya programmer yang fokus pada cybersecurity. Dia tidak harus menguasai semua bidang IT, tetapi punya kemampuan yang sangat kuat di bidangnya. Sebaliknya, generalis adalah orang yang memiliki pengetahuan dan kemampuan di beberapa bidang. Misalnya seorang entrepreneur yang memahami dasar marketing, keuangan, teknologi, negosiasi, dan manajemen. Kelebihan generalis ada pada adaptability, yaitu kemampuan menyesuaikan diri ketika situasi atau masalah berubah. Perbedaan ini penting karena masalah di dunia nyata sering membutuhkan lebih dari satu kemampuan. Misalnya membangun bisnis bukan cuma soal membuat produk, tetapi juga membutuhkan marketing, keuangan, operasional, komunikasi, dan kemampuan membaca pasar. Penelitian Edward Lazear terhadap sekitar 5.000 lulusan Stanford MBA menemukan bahwa pengalaman yang lebih beragam berkaitan dengan kecenderungan menjadi entrepreneur. Salah satu alasannya, pengalaman dari berbagai bidang dapat membantu seseorang melihat peluang dari banyak sudut. Namun, ketika masalahnya sangat teknis, specialization justru menjadi sangat penting. Semakin lama seseorang fokus pada bidang tertentu, semakin banyak pengetahuan khusus yang dapat dibangun. Inilah yang disebut deep expertise, yaitu penguasaan yang sangat mendalam terhadap suatu bidang. Contohnya dokter spesialis, peneliti, engineer, atau ahli keamanan siber. Dari sini muncul konsep T-shaped skill, yaitu kemampuan yang bentuknya seperti huruf T. Bagian vertikal berarti kita memiliki satu keahlian utama yang dikuasai secara mendalam. Bagian horizontal berarti kita memiliki pengetahuan dasar dari berbagai bidang lain. Misalnya seseorang ahli neuroscience, tetapi juga memahami statistik, programming, psikologi, dan biologi. Konsep ini berkaitan dengan interdisciplinary, yaitu menggabungkan pengetahuan dari beberapa bidang untuk menyelesaikan masalah. Penelitian tentang otak misalnya, tidak hanya membutuhkan neuroscience, tetapi juga bisa menggunakan psikologi, biologi, statistik, matematika, dan ilmu komputer. Pengetahuan yang luas membantu kita menghubungkan berbagai bidang, sedangkan spesialisasi membuat kita memiliki kemampuan yang benar-benar mendalam. Jadi sebenarnya bukan soal memilih spesialis atau generalis, tetapi menentukan bagian mana yang harus kita kuasai secara mendalam dan bagian mana yang cukup kita pahami secara luas. Kalau ingin menjadi ahli teknis, kedalaman sangat penting. Kalau ingin menjadi entrepreneur atau pemimpin, kemampuan lintas bidang menjadi lebih berguna. Sedangkan T-shaped skill mencoba menggabungkan keduanya. Simpelnya, generalis membantu kita melihat peta yang luas, spesialis membuat kita benar-benar menguasai satu wilayah, sedangkan T-shaped skill membuat kita punya satu wilayah yang dikuasai dalam sambil tetap memahami peta besarnya. #Xzam #Edukasi #Science #Career #Skill

About