@almaechavez: #CapCut ##almarealtorpahrump #almajennings #almachavezlasvegas

Alma E Chavez
Alma E Chavez
Open In TikTok:
Region: US
Thursday 13 August 2026 05:49:31 GMT
228
12
1
2

Music

Download

Comments

ishtarspeaks
Ishtar Speaks :
“Have No Fear”
2026-08-14 01:54:26
0
To see more videos from user @almaechavez, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

POV:Dirimu menatap bosan ke arah jendela kelas. Terhitung lelaki yang dekat denganmu beberapa bulan belakangan ini sepertinya absen lagi. Bangkunya kosong, bahkan setelah guru piket mengabsen. Di jam istirahat, langkahmu membawa kamu berhenti di deretan loker para siswa SMA Arjuna.  Kamu dengan gelisah membuka loker milik orang yang sudah absen delapan hari, James. Baru saja ingin membukanya, baru obat-obatan menyerbak keluar. Kamu menyerngit setelah membuka loker itu sepenuhnya. Di sana banyak jenis obat-obatan.  Bahkan, ada beberapa yang kamu kenali. ‘Levetiracetam… Dexamethasone… bukannya buat ngeredain gejala penyakit ya?’ Batinmu.  ——— Tiga bulan lalu, kamu siswi biasa yang tidak dekat dengan siapapun. Oh, terkadang jika mengerjakan tugas kelompok kamu masih ada teman. Tidak terlalu akrab.  Sedangkan James, bagaikan sang surya kelas. Dirinya yang ceria itu dapat dengan mudah bergaul bersama banyak orang. Terkadang, kamu penasaran… bagaimana rasanya berteman dengan James?  Berkali-kali pemikiran seperti itu terlayang di pikiranmu. Tapi, kamu tetap enggan membuka diri untuk berteman akrab. Lagi dan lagi, dan terus menerus seperti itu.  Lagipula, apa yang dapat kamu obrolkan dengan teman-teman sekelasmu? Kamu bisu. Lebih tepatnya, itu adalah Mutisme Selektif.  Kejadian di mana seseorang tidak dapat berbicara akibat trauma berat yang di alami. Dan itu, yang kamu derita saat ini.  Di kelas, seperti biasa kamu duduk di barisan ketiga yang dekat jendela. Kamu sempat melamun, hingga berbalik untuk mencoba melihat yang lainnya. Dan tanpa sengaja, mata James dan dirimu saling bersinggungan. Sempat terkunci beberapa detik, hingga kamu yang memutuskannya duluan.  ——— Ibu kamu memiliki usaha makanan yang laris. Tidak heran jika banyak orang yang membeli. Terkadang, jika perkerja habis kengantarkan pesanan makanan, kamu akan membantu ibu. Seperti saat ini. Kamu berkendara dengan vesmet biru kesayangan kamu untuk mengantarkan risol mayo pesanan pelanggan.  Tibalah kamu di kompleks perumahan yang sepertinya milik keluarga kaya? Entahlah. Kamu hanya akan mengantarkan pesanan pelanggan.  Rumah A12, kamu ketuk pelan. Hingga suara dari dalam terdengar akan membuka pintu, kamu membeku. James, berdiri di hadapanmu. Ia menggunakan kacamata, rambut hitam legam, tapi dengan senyum sumringah nya menyambut dirimu.  “(y/n)!” Sapanya ceria. “Lo ada kerjaan ga habis ini?”  Kamu diam. Tidak bersuara ya karena memang tidak bisa. James, yang baru tersadar pun menggerakkan tangannya. Menggunakan bahasa isyarat.  ‘Mau makan risol? Gue sendirian di rumah. Sepi banget. Sekalian kerjain tugas bahasa inggris. Kita sekelompok kan?’  Kamu tidak pernah menyangka jika James bisa bahasa isyarat. Terlebih, kamu terkejut karena kamu menyetujui permintaan James.  ——— ‘Kenapa warnain rambut? Bagusan rambut hitam kamu.’  James memperhatikan dirimu yang baru saja berbicara dengannya. Ia tersenyum tipis, mendapati kamu yang keheranan.  “Gue warnain karena suka aja, sih. Di sekolah juga ga ada larangannya kan? Yaudahh, sekalian aja.”  Kamu mengangguk-angguk mengerti. Terserah James.  Omong-omong, sudah dua bulan ini kamu menjadi lebih akrab dengannya. Bahkan, kini tempat duduk kalian bersebelahan.  ‘Tapi rambut kamu jadi lebih tipis ya? Kamu juga kurusan. Mau ke kantin nanti?’  James tertawa setelahnya. Ia mengangguk menyetujui ajakanmu. “Yeuuu! Ngomong aja mau kekantin sama gue!”  Kamu pun tertawa. Kalian berdua, akhirnya di tegur guru.  ——— Hari kesembilan, kamu benar-benar berharap James sekolah. Karena rumah nya sudah kamu datangi kemarin, dan ia tidak ada di sana.  Hatimu menjadi lega ketika melihat James datang. Pagi-pagi sekali, di kelas ini hanya ada kalian berdua.  “Hai!” Katanya.  Alih-alih membalas atau melambaikan tangan, kamu mengamati James. Ia menggunakan topi, tapi jelas, kamu mengetahui rambutnya semakin tipis. Tubuhnya pun begitu. Pipi yang biasanya terlihat cukup proporsi itu, kini semakin tirus. Wajah James semakin tajam.  (lanjut komen)  #james #cortis #cortispov #fyp #foryouu
POV:Dirimu menatap bosan ke arah jendela kelas. Terhitung lelaki yang dekat denganmu beberapa bulan belakangan ini sepertinya absen lagi. Bangkunya kosong, bahkan setelah guru piket mengabsen. Di jam istirahat, langkahmu membawa kamu berhenti di deretan loker para siswa SMA Arjuna. Kamu dengan gelisah membuka loker milik orang yang sudah absen delapan hari, James. Baru saja ingin membukanya, baru obat-obatan menyerbak keluar. Kamu menyerngit setelah membuka loker itu sepenuhnya. Di sana banyak jenis obat-obatan. Bahkan, ada beberapa yang kamu kenali. ‘Levetiracetam… Dexamethasone… bukannya buat ngeredain gejala penyakit ya?’ Batinmu. ——— Tiga bulan lalu, kamu siswi biasa yang tidak dekat dengan siapapun. Oh, terkadang jika mengerjakan tugas kelompok kamu masih ada teman. Tidak terlalu akrab. Sedangkan James, bagaikan sang surya kelas. Dirinya yang ceria itu dapat dengan mudah bergaul bersama banyak orang. Terkadang, kamu penasaran… bagaimana rasanya berteman dengan James? Berkali-kali pemikiran seperti itu terlayang di pikiranmu. Tapi, kamu tetap enggan membuka diri untuk berteman akrab. Lagi dan lagi, dan terus menerus seperti itu. Lagipula, apa yang dapat kamu obrolkan dengan teman-teman sekelasmu? Kamu bisu. Lebih tepatnya, itu adalah Mutisme Selektif. Kejadian di mana seseorang tidak dapat berbicara akibat trauma berat yang di alami. Dan itu, yang kamu derita saat ini. Di kelas, seperti biasa kamu duduk di barisan ketiga yang dekat jendela. Kamu sempat melamun, hingga berbalik untuk mencoba melihat yang lainnya. Dan tanpa sengaja, mata James dan dirimu saling bersinggungan. Sempat terkunci beberapa detik, hingga kamu yang memutuskannya duluan. ——— Ibu kamu memiliki usaha makanan yang laris. Tidak heran jika banyak orang yang membeli. Terkadang, jika perkerja habis kengantarkan pesanan makanan, kamu akan membantu ibu. Seperti saat ini. Kamu berkendara dengan vesmet biru kesayangan kamu untuk mengantarkan risol mayo pesanan pelanggan. Tibalah kamu di kompleks perumahan yang sepertinya milik keluarga kaya? Entahlah. Kamu hanya akan mengantarkan pesanan pelanggan. Rumah A12, kamu ketuk pelan. Hingga suara dari dalam terdengar akan membuka pintu, kamu membeku. James, berdiri di hadapanmu. Ia menggunakan kacamata, rambut hitam legam, tapi dengan senyum sumringah nya menyambut dirimu. “(y/n)!” Sapanya ceria. “Lo ada kerjaan ga habis ini?” Kamu diam. Tidak bersuara ya karena memang tidak bisa. James, yang baru tersadar pun menggerakkan tangannya. Menggunakan bahasa isyarat. ‘Mau makan risol? Gue sendirian di rumah. Sepi banget. Sekalian kerjain tugas bahasa inggris. Kita sekelompok kan?’ Kamu tidak pernah menyangka jika James bisa bahasa isyarat. Terlebih, kamu terkejut karena kamu menyetujui permintaan James. ——— ‘Kenapa warnain rambut? Bagusan rambut hitam kamu.’ James memperhatikan dirimu yang baru saja berbicara dengannya. Ia tersenyum tipis, mendapati kamu yang keheranan. “Gue warnain karena suka aja, sih. Di sekolah juga ga ada larangannya kan? Yaudahh, sekalian aja.” Kamu mengangguk-angguk mengerti. Terserah James. Omong-omong, sudah dua bulan ini kamu menjadi lebih akrab dengannya. Bahkan, kini tempat duduk kalian bersebelahan. ‘Tapi rambut kamu jadi lebih tipis ya? Kamu juga kurusan. Mau ke kantin nanti?’ James tertawa setelahnya. Ia mengangguk menyetujui ajakanmu. “Yeuuu! Ngomong aja mau kekantin sama gue!” Kamu pun tertawa. Kalian berdua, akhirnya di tegur guru. ——— Hari kesembilan, kamu benar-benar berharap James sekolah. Karena rumah nya sudah kamu datangi kemarin, dan ia tidak ada di sana. Hatimu menjadi lega ketika melihat James datang. Pagi-pagi sekali, di kelas ini hanya ada kalian berdua. “Hai!” Katanya. Alih-alih membalas atau melambaikan tangan, kamu mengamati James. Ia menggunakan topi, tapi jelas, kamu mengetahui rambutnya semakin tipis. Tubuhnya pun begitu. Pipi yang biasanya terlihat cukup proporsi itu, kini semakin tirus. Wajah James semakin tajam. (lanjut komen) #james #cortis #cortispov #fyp #foryouu

About