@nam.anh7109: Kvaratskhelia ngầu phết #kvaratskhelia #fyp #virall

Nam Anh✈️
Nam Anh✈️
Open In TikTok:
Region: VN
Thursday 13 August 2026 06:44:56 GMT
23072
1679
15
316

Music

Download

Comments

nhuky32
hahi :
mà những người có áo số 7 luôn luôn đá hay nhỉ 😁😁😁
2026-08-19 23:01:35
1
30400852921
Ốc điếu :
🥺
2026-08-21 04:09:52
0
tranvanhuan2
🍓 :
kvaratskh
2026-08-14 11:32:21
2
lg123585
Psg 3 ucl :
kvardona đẹp trai đá hay vãi
2026-08-14 10:19:59
1
nam.anh7109
Nam Anh✈️ :
Cảm giác đăng ảnh xuhuong hơn bây ơi
2026-08-13 06:52:10
0
huy.nht0564
Nhathuy :
sao giống og nào đăng dị tui thấy khác có xí
2026-08-15 08:12:04
0
phat1110.13
P :
chúc xu hướng nhé tim giúp tôi với thank
2026-08-15 02:11:35
0
nguyen.nhan553
Ông trùm Mech Arena :
@Ánh Ánh là ánh trăng nhỏ💓💗💖bài nhạc này đã ns lên tình iu đẹp nhất của 2 chúng ta😁🥰
2026-08-13 23:54:50
3
trthien37
𝑽ă𝒏.𝒕𝒉𝒊𝒆𝒏~𝒕⚽🥇📷 :
@T hiểu ko
2026-08-20 16:12:43
0
To see more videos from user @nam.anh7109, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

RAHASIA AMALIAH HJ. MASLIYAH, IBUNDA ABAH GURU SEKUMPUL, SEHINGGA DIKARUNIAI ANAK SEORANG WALIYULLAH BESAR Diceritakan oleh KH. Saifuddin Zuhri atau yang akrab disapa Guru Banjar Indah, bahwa Hj. Masliyah, ibunda Abah Guru Sekumpul, memiliki suatu amalan yang beliau istiqamahkan ketika Abah Guru masih kecil hingga kemudian tumbuh menjadi seorang yang alim. Beliau mengamalkan membaca Surah Al-Insyirah sebanyak 17 kali. Setelah selesai membacanya, beliau meniupkannya ke kepala sang anak. Amalan tersebut dilakukan sebelum waktu Subuh. Selain itu, almarhum H. Nashri atau yang dikenal dengan panggilan Ami Nashri pernah menceritakan bahwa ketika Hj. Masliyah mengandung Abah Guru Sekumpul, beliau juga memiliki amalan khusus. Setiap malam, setelah bangun untuk melaksanakan qiyamul lail (shalat malam), Hj. Masliyah terlebih dahulu membaca Shalawat Nariyah sebanyak 11 kali sambil mengusap perutnya. Setelah selesai membaca Shalawat Nariyah, beliau berdoa memohon kepada Allah SWT agar anak yang berada di dalam kandungannya kelak menjadi seorang wali Allah, seraya bertawassul kepada Rasulullah SAW dan Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari (Datu Kalampayan). Amalan tersebut dikisahkan terus beliau istiqamahkan sejak usia kandungan memasuki tiga bulan hingga melahirkan. Setiap bangun pada tengah malam, beliau duduk sejenak untuk mengamalkannya sebelum melaksanakan shalat malam. Dengan izin Allah SWT, doa dan harapan seorang ibu tersebut kemudian dikabulkan. Putranya, Syekh Muhammad Zaini bin Abdul Ghani (Abah Guru Sekumpul), tumbuh menjadi seorang ulama besar yang dicintai dan menjadi panutan bagi masyarakat luas, khususnya di Kalimantan. Dikisahkan pula bahwa amalan tersebut merupakan amalan yang diberikan oleh kakak Hj. Masliyah, yaitu Guru Semman Mulya, kepada adik tercintanya, Hj. Masliyah binti H. Mulya, ketika usia kandungannya memasuki tiga bulan. Wallahu a'lam bish-shawab.
RAHASIA AMALIAH HJ. MASLIYAH, IBUNDA ABAH GURU SEKUMPUL, SEHINGGA DIKARUNIAI ANAK SEORANG WALIYULLAH BESAR Diceritakan oleh KH. Saifuddin Zuhri atau yang akrab disapa Guru Banjar Indah, bahwa Hj. Masliyah, ibunda Abah Guru Sekumpul, memiliki suatu amalan yang beliau istiqamahkan ketika Abah Guru masih kecil hingga kemudian tumbuh menjadi seorang yang alim. Beliau mengamalkan membaca Surah Al-Insyirah sebanyak 17 kali. Setelah selesai membacanya, beliau meniupkannya ke kepala sang anak. Amalan tersebut dilakukan sebelum waktu Subuh. Selain itu, almarhum H. Nashri atau yang dikenal dengan panggilan Ami Nashri pernah menceritakan bahwa ketika Hj. Masliyah mengandung Abah Guru Sekumpul, beliau juga memiliki amalan khusus. Setiap malam, setelah bangun untuk melaksanakan qiyamul lail (shalat malam), Hj. Masliyah terlebih dahulu membaca Shalawat Nariyah sebanyak 11 kali sambil mengusap perutnya. Setelah selesai membaca Shalawat Nariyah, beliau berdoa memohon kepada Allah SWT agar anak yang berada di dalam kandungannya kelak menjadi seorang wali Allah, seraya bertawassul kepada Rasulullah SAW dan Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari (Datu Kalampayan). Amalan tersebut dikisahkan terus beliau istiqamahkan sejak usia kandungan memasuki tiga bulan hingga melahirkan. Setiap bangun pada tengah malam, beliau duduk sejenak untuk mengamalkannya sebelum melaksanakan shalat malam. Dengan izin Allah SWT, doa dan harapan seorang ibu tersebut kemudian dikabulkan. Putranya, Syekh Muhammad Zaini bin Abdul Ghani (Abah Guru Sekumpul), tumbuh menjadi seorang ulama besar yang dicintai dan menjadi panutan bagi masyarakat luas, khususnya di Kalimantan. Dikisahkan pula bahwa amalan tersebut merupakan amalan yang diberikan oleh kakak Hj. Masliyah, yaitu Guru Semman Mulya, kepada adik tercintanya, Hj. Masliyah binti H. Mulya, ketika usia kandungannya memasuki tiga bulan. Wallahu a'lam bish-shawab.

About