@astatrue: Mine 3 søde piger💞💞 #everyoneishappynow #fyp #viral #skandi #liveforthechallenge @Lærke♥️ @Signe @Smilla Zederkof

Asta true
Asta true
Open In TikTok:
Region: DK
Thursday 13 August 2026 10:02:25 GMT
6713
718
13
10

Music

Download

Comments

friends.forever566
friends forever :
💋💋💋
2026-08-15 08:50:27
0
virelimusic
VIRELI :
love
2026-08-15 05:36:18
0
nannastockprivat
nanna :
Dejlige tøser
2026-08-14 13:13:43
0
almallanos11
alma lanos :
I er så smukke alle sammen ❤️❤️
2026-08-13 18:29:47
0
nayajuhlrosendahl
𝑁𝑎𝑦𝑎 𝑅𝑜𝑠𝑒𝑛𝑑𝑎ℎ𝑙🪭 :
Skønne tøser♥️♥️
2026-08-13 12:12:32
0
albertelyngs
Alberte♥️ :
Hvor ser i skønne ud♥️!
2026-08-13 10:23:07
0
hillelund_anna
Anna Hille-Lund :
kæft i smukke😍
2026-08-14 10:22:21
0
siljesagaprivatai
silje :
Lærk spottet!!
2026-08-13 16:02:16
0
idapaysen
𝓘𝓭𝓪 𝓟𝓪𝔂𝓼𝓮𝓷 :
skønneste piger♥️♥️
2026-08-13 10:10:50
0
steenholtyasmin
𝓨𝓪𝓼𝓶𝓲𝓷💕 :
smukke piger ♥️♥️♥️
2026-08-13 12:05:12
0
nellijakobsen7
Næller💗 :
skønne damer😗💘
2026-08-13 15:14:03
0
karla.sellebjerg
Karla :
Skønneste 4!♥️
2026-08-13 10:48:10
0
solboy145
SOLBOY :
🥰
2026-08-14 20:46:48
0
To see more videos from user @astatrue, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Vaksin HPV (Human Papillomavirus) adalah vaksin yang berfungsi untuk mencegah infeksi virus HPV, yaitu penyebab utama kanker serviks (leher rahim), kanker organ intim lain, serta kutil kelamin.  Vaksin ini bekerja dengan cara melatih sistem kekebalan tubuh untuk melawan virus sebelum masuk dan menginfeksi sel tubuh. Sebenarnya vaksin ini belom waktunya di berikan kepada anak yang berusia di bawah umur. Siswa SD di Karo Meninggal Diduga Setelah Menerima Vaksin di Sekolah Isak tangis masih membahana di Jambur Pisau Serit saat jenazah Felicia Karo Sekali (11) disemayamkan (Dilakukan acara adat Karo). Bocah kelas VI SD 047164 Seberaya itu meninggal dunia setelah tubuhnya bereaksi hebat terhadap suntikan vaksin yang ia terima tanpa sepengetahuan keluarganya. Fakta mencengangkan terungkap bahwa vaksinasi dilakukan di sekolah, Rabu (5/8/2026), oleh tim Puskesmas Tiga Panah Dinas Kesehatan Karo, namun surat izin orang tua—yang seharusnya menjadi syarat mutlak—tidak pernah ada. Ayah korban, Fransius Karo Sekali, masih tak percaya.
Vaksin HPV (Human Papillomavirus) adalah vaksin yang berfungsi untuk mencegah infeksi virus HPV, yaitu penyebab utama kanker serviks (leher rahim), kanker organ intim lain, serta kutil kelamin. Vaksin ini bekerja dengan cara melatih sistem kekebalan tubuh untuk melawan virus sebelum masuk dan menginfeksi sel tubuh. Sebenarnya vaksin ini belom waktunya di berikan kepada anak yang berusia di bawah umur. Siswa SD di Karo Meninggal Diduga Setelah Menerima Vaksin di Sekolah Isak tangis masih membahana di Jambur Pisau Serit saat jenazah Felicia Karo Sekali (11) disemayamkan (Dilakukan acara adat Karo). Bocah kelas VI SD 047164 Seberaya itu meninggal dunia setelah tubuhnya bereaksi hebat terhadap suntikan vaksin yang ia terima tanpa sepengetahuan keluarganya. Fakta mencengangkan terungkap bahwa vaksinasi dilakukan di sekolah, Rabu (5/8/2026), oleh tim Puskesmas Tiga Panah Dinas Kesehatan Karo, namun surat izin orang tua—yang seharusnya menjadi syarat mutlak—tidak pernah ada. Ayah korban, Fransius Karo Sekali, masih tak percaya. "Saya tahu anak saya divaksin dari mulutnya sendiri, setelah dia pulang sekolah. Sekolah bungkam. Puskesmas bungkam. Tidak ada satu pun pemberitahuan kepada kami selaku orang tua," ujarnya dengan suara tertahan, Rabu (12/8/2026). Tak lama setelah jarum suntik menembus lengan Felicia, kondisi gadis cilik itu langsung drop—demam tinggi, tubuh lemas, dan nyaris tak berdaya. Fransius membawanya ke bidan desa, namun panas tak kunjung surut. Rujukan ke Rumah Sakit Amanda pun tak menyelamatkan nyawa Felicia. Selama tiga hari dirawat dengan infus dan rontgen, bahkan harus dirawat di ruang ICU, akhirnya nyawa malang itu melayang. "Anak saya masuk ICU, lalu pergi. Saya hanya menitipkan anak ke sekolah untuk belajar, bukan untuk dieksperimen tanpa izin!" tegas Fransius dengan mata berkaca-kaca. Ia menuntut pertanggungjawaban tegas dari pihak-pihak yang terlibat dalam vaksin tersebut. "Saya ingin tahu prosedur vaksin ini siapa yang mengatur, kenapa orang tua diabaikan. Ini nyawa manusia, bukan barang!" Sementara itu, Kepala Puskesmas Tiga Panah, Lenny Florenta Sinulingga, memilih tutup mulut. Saat dikonfirmasi berulang kali, ia membisu seribu bahasa. Tak ada jawaban, tak ada empati. Hanya keheningan yang mencurigakan di tengah tragedi yang memakan korban jiwa. Kasus ini menyisakan pertanyaan besar: Apakah sekolah dan tenaga kesehatan telah melanggar protokol dengan mengabaikan persetujuan orang tua? Dan siapa yang akan bertanggung jawab atas matinya seorang anak hanya karena prosedur yang cacat?

About