@katadatacoid: Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan menggagalkan upaya penyelundupan emas senilai sekitar Rp 46 miliar melalui Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Petugas menangkap tujuh warga negara Cina yang merupakan penumpang tujuan Hong Kong. Mereka kedapatan membawa emas dengan cara menyembunyikannya di tubuh, termasuk area kemaluan. Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budi Utama menjelaskan, mulanya petugas Bea Cukai, Aviation Security (Avsec), dan kepolisian mendeteksi dugaan pembawaan emas oleh para penumpang tersebut. Dari pemeriksaan, petugas menemukan 41 keping emas berbentuk silinder atau menyerupai telur dengan kadar 24 karat. Total berat emas yang diamankan mencapai 17,43 kilogram dengan nilai keekonomian sekitar Rp 46 miliar. Emas tersebut disembunyikan menggunakan sejumlah modus, mulai dari pakaian yang telah dimodifikasi hingga dimasukkan ke bagian tubuh. “Emas dibentuk menyerupai telur dan silinder yang kemudian disembunyikan melalui body insertion, body strapping, pakaian yang dimodifikasi, hingga tas hand carry,” kata Djaka dalam konferensi pers di Kantor Bea Cukai Soekarno-Hatta, Tangerang, Kamis (13/8). Reporter: Ade Rosman Kreator Konten: E. Lintang Editor: Desy Setyowati #BeaCukai #PenyelundupanEmas #Katadatacoid #KalauBicaraPakaiData #LiputanKatadata
katadata.co.id
Region: ID
Friday 14 August 2026 00:58:38 GMT
Music
Download
Comments
Hcl :
Yg 74 kg gimana kabarnya😃😃
2026-08-14 01:48:00
116
pendi :
ini asli apa palsu 😁😁😁
2026-08-14 01:03:25
16
AnsKaya :
indonesia masih banyak emas lo.. makanya amerika mau menguasai melulu, emas di papua saja di keruk terus diem bae
2026-08-14 01:50:04
56
manusia :
tangkap emas 7kg bangga yah?
emas di irian yg dikeruk freeport 50 tahun ++ itu sdh berapa ribu ton diloloskan?
2026-08-14 05:37:14
3
lisya lie (李丽莎) :
enak nya jadi aparat maupun pejabat... dapat jatah besar
2026-08-14 05:05:14
2
NIKEN INDONESIA🇮🇩 SINGAP0R :
terus ke.mana emasnya yg di sita
2026-08-14 11:38:19
5
As :
akhir-akhir ini bea cukai kerjanya bagus ya!.. kenapa ga dari dulu bea cukai kerjanya benar, amanah dan jujur 😏 tapi semoga begini seterusnya walaupun nanti ganti persiden lagi
2026-08-14 04:09:01
8
terpantau :
tersangkanya sudah dapat, tanya asal usul, bisa jadi dari PETI penambangan emas tanpa izin di daerah daerah
2026-08-14 01:18:29
22
Bandung Online :
yg 74KG ilang beritanya kah?
2026-08-14 07:31:59
3
Cinta selena :
yg aku mikir malah kenapa org tsb mau bawa dgn cara begitu? bknnya lewat pengecekan ada beberapa pintu yg di bekali metal detector ya?
2026-08-14 04:42:21
2
Maxim laundry :
ndk apa sich krn bkn curian..kdng org bawa emas taruh di koper aja lipat ama tissue
2026-08-14 01:05:02
8
Royan.rr :
mereka nambang di biarkan,, ini yg ketangkep yg lolos mungkin lebih banyak lagi...
2026-08-14 02:11:04
11
Stephen Chua 蔡木昌 :
hasil sitaan nanti di balikin ga tuh ..
2026-08-18 09:23:35
0
Virgo :
Slma ini kantor becukai kaya² donk krn mrka bisa lokoskan..di morowali bnyak di loloska becukai.
2026-08-14 02:36:43
6
Dreamora :
ERA DIA GIMANA YAA BEBAS BEBAS PAS JAMAN PRABOWO JANGAN MACAM² 🤣🤣🤣
2026-08-14 06:28:14
0
Surai :
Malingnya Kebingungan, nambang emasnya masih bebas tp bawa kenegaranya puyeng direzim Prabowo… 😂😂😂
2026-08-14 15:40:15
0
hentaa :
lho kan mereka beli...bukan mencuri ..apa salahnya ?? aneh bangsa kita...kecuali mereka mencuri atau membawa barang terlarang
2026-08-14 16:02:53
0
lisya lie (李丽莎) :
asik bagi bagi sesama pejabat👍😁
2026-08-14 05:04:13
2
Eunha :
emgnya knp klo bwa emas segitu bnyknya?
2026-08-14 01:17:14
3
valle :
yg 74 kg sam uang milyaran itu gmn ya kabarnya.kayanya udah mulai ga rame
2026-08-14 02:35:37
1
Mysha_official :
nanti palsu lagiiii
2026-08-14 01:26:03
1
ultramen :
1 kali ketangkep, yg 100 lolos 😂
2026-08-14 02:02:21
0
kim :
pesimis kl g da kibus aparat bs tau😁
2026-08-21 07:13:34
0
Alvin 💫 :
PALSU ITU
2026-08-19 00:04:07
0
Toing Barera :
itu milik sendiri, apa nyolong ? kok di tangkap ketika mau bawa pulang
2026-08-14 01:06:33
0
To see more videos from user @katadatacoid, please go to the Tikwm
homepage.