@falen_hoar: Struggling with bad breath after meals? 🙊 You really need this instant breath freshener spray! Just one quick spray and your breath is instantly fresh and clean. It comes in multiple refreshing flavours, super portable, and perfectly fits in your pocket or bag. Never feel selfconscious again when talking to people. Grab yours today from the yellow basket! ✨🌬️ #BreathSpray #FreshBreath #OralCare #PersonalHygiene #BadBreathSolution #MouthSpray #DailyEssentials #SingaporeFinds #ConfidenceBoost #TikTokShopSG

falen_hoar
falen_hoar
Open In TikTok:
Region: SG
Friday 14 August 2026 12:53:58 GMT
510
0
0
0

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @falen_hoar, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Serangan Belanda Merebut Pabrik Gula Jatiroto “Di balik kepulan asap pabrik gula Jatiroto, terjadi pertempuran sengit yang memperlihatkan betapa pentingnya kawasan industri ini bagi kedua pihak.” Juli 1947, Agresi Militer Belanda pertama mulai menyapu berbagai wilayah Jawa Timur. Setelah menguasai sejumlah wilayah di sekitar Jember dan bergerak dari Tanggul, pasukan Belanda terus melanjutkan gerakannya menuju Jatiroto, Lumajang. Sasaran mereka bukan sekadar sebuah kota. Pabrik Gula Jatiroto merupakan salah satu kawasan perkebunan dan industri yang memiliki nilai ekonomi penting. Karena itu, penguasaan Jatiroto menjadi bagian dari upaya Belanda mengambil kembali kendali atas pusat-pusat produksi perkebunan. Di Jatiroto, pasukan Republik memberikan perlawanan. Ketika posisi pasukan Indonesia semakin terdesak, Letnan Soekarto berusaha melakukan penghancuran terhadap pabrik agar fasilitas penting tersebut tidak jatuh ke tangan Belanda. Namun rencana itu diketahui oleh pasukan Belanda. Letnan Soekarto tertembak dan gugur dalam pertempuran. Sumber sejarah lokal mencatat Jatiroto kemudian jatuh ke tangan Belanda pada 27 Juli 1947. Belanda kemudian menjadikan kawasan pabrik sebagai salah satu titik pertahanan mereka. Pada 29 Juli 1947, hanya beberapa hari setelah Belanda menguasai Jatiroto, Kompi Soekertijo melakukan serangan terhadap posisi Belanda di kawasan pabrik. Serangan tersebut berhasil menewaskan sekitar satu regu tentara Belanda dan merebut sejumlah persenjataan. Belanda kemudian melakukan pembalasan dengan mengepung wilayah Rowokangkung. Pasukan gerilya berhasil lolos, tetapi sejumlah penduduk ditangkap dan mengalami tindakan kekerasan. Peristiwa di Jatiroto menunjukkan bahwa pabrik gula bukan hanya pusat produksi ekonomi, tetapi juga menjadi bagian dari medan perebutan kekuasaan dan strategi perang pada masa Agresi Militer Belanda I. Di tempat inilah kepentingan ekonomi kolonial, strategi militer Belanda, dan perlawanan Republik bertemu dalam satu pertempuran. Jatiroto akhirnya dikuasai Belanda, tetapi perlawanan terhadap mereka terus berlanjut melalui perang gerilya.
Serangan Belanda Merebut Pabrik Gula Jatiroto “Di balik kepulan asap pabrik gula Jatiroto, terjadi pertempuran sengit yang memperlihatkan betapa pentingnya kawasan industri ini bagi kedua pihak.” Juli 1947, Agresi Militer Belanda pertama mulai menyapu berbagai wilayah Jawa Timur. Setelah menguasai sejumlah wilayah di sekitar Jember dan bergerak dari Tanggul, pasukan Belanda terus melanjutkan gerakannya menuju Jatiroto, Lumajang. Sasaran mereka bukan sekadar sebuah kota. Pabrik Gula Jatiroto merupakan salah satu kawasan perkebunan dan industri yang memiliki nilai ekonomi penting. Karena itu, penguasaan Jatiroto menjadi bagian dari upaya Belanda mengambil kembali kendali atas pusat-pusat produksi perkebunan. Di Jatiroto, pasukan Republik memberikan perlawanan. Ketika posisi pasukan Indonesia semakin terdesak, Letnan Soekarto berusaha melakukan penghancuran terhadap pabrik agar fasilitas penting tersebut tidak jatuh ke tangan Belanda. Namun rencana itu diketahui oleh pasukan Belanda. Letnan Soekarto tertembak dan gugur dalam pertempuran. Sumber sejarah lokal mencatat Jatiroto kemudian jatuh ke tangan Belanda pada 27 Juli 1947. Belanda kemudian menjadikan kawasan pabrik sebagai salah satu titik pertahanan mereka. Pada 29 Juli 1947, hanya beberapa hari setelah Belanda menguasai Jatiroto, Kompi Soekertijo melakukan serangan terhadap posisi Belanda di kawasan pabrik. Serangan tersebut berhasil menewaskan sekitar satu regu tentara Belanda dan merebut sejumlah persenjataan. Belanda kemudian melakukan pembalasan dengan mengepung wilayah Rowokangkung. Pasukan gerilya berhasil lolos, tetapi sejumlah penduduk ditangkap dan mengalami tindakan kekerasan. Peristiwa di Jatiroto menunjukkan bahwa pabrik gula bukan hanya pusat produksi ekonomi, tetapi juga menjadi bagian dari medan perebutan kekuasaan dan strategi perang pada masa Agresi Militer Belanda I. Di tempat inilah kepentingan ekonomi kolonial, strategi militer Belanda, dan perlawanan Republik bertemu dalam satu pertempuran. Jatiroto akhirnya dikuasai Belanda, tetapi perlawanan terhadap mereka terus berlanjut melalui perang gerilya.

About