@hafuzasch: Minggu pagi, Lena bangun tanpa alarm. Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, ia tidak harus berangkat pagi-pagi ke kampus. Namun begitu membuka ponsel, sebuah pesan sudah menunggunya. Faye: Bangun? Lena tersenyum. Lena: Sudah. Faye: Kalau belum punya rencana, mau keluar? Lena membaca pesan itu dua kali. Lena: Mau ke mana? Faye: Terserah kamu. Lena tersenyum kecil. Ia kemudian memilih sebuah kedai buku dan kafe yang berada tidak jauh dari kampus. --- Siang harinya, Faye sudah menunggu di depan kedai. “Kamu menunggu lama?” “Tidak.” Lena memperhatikan pakaian Faye yang lebih santai dari biasanya. “Kamu terlihat berbeda.” “Buruk?” “Tidak.” Lena tersenyum. “Bagus.” Faye ikut tersenyum. Mereka masuk ke dalam kedai buku. Lena langsung berjalan menuju bagian novel. Faye mengikuti dari belakang. “Kamu suka membaca?” “Kalau sedang tidak banyak tugas.” Lena mengambil sebuah novel, lalu membacanya sekilas. Faye berdiri di sampingnya. “Kamu sering tersenyum kalau menemukan buku yang kamu suka.” Lena menoleh. “Kamu memperhatikan itu juga?” “Aku memperhatikan banyak hal tentangmu.” Lena kembali melihat buku di tangannya, berusaha menyembunyikan wajah yang mulai memerah. “Jangan terlalu sering mengatakan hal seperti itu.” “Kenapa?” “Karena aku mudah salah tingkah.” Faye tertawa kecil. “Aku suka melihatmu seperti itu.” Lena menutup bukunya. “Faye.” “Ya?” “Kamu sengaja, kan?” “Sedikit.” Lena akhirnya ikut tertawa. --- Setelah membeli dua buku, mereka duduk di kafe kecil di lantai atas. Suasananya tenang. Lena meminum minumannya sambil melihat keluar jendela. “Faye.” “Hmm?” “Kalau nanti kita sudah lulus...” Faye menatapnya. “Kenapa?” “Kamu pernah memikirkan apa yang akan kamu lakukan?” “Pernah.” “Dan?” “Aku belum tahu semuanya.” Faye tersenyum. “Tapi aku ingin tetap punya seseorang yang bisa kuajak berbagi cerita.” Lena menatapnya. “Siapa?” Faye mengangkat alis. “Menurutmu?” Lena tertawa pelan. “Entahlah.” “Kamu pura-pura tidak tahu.” Lena menggeleng. Namun senyumnya tidak hilang. Untuk beberapa saat mereka hanya duduk berdampingan. Tidak ada pembicaraan berat. Tidak ada persoalan tentang Miu. Hanya dua orang yang sedang menikmati waktu bersama. Dan Lena menyukai perasaan itu. --- Sore menjelang ketika mereka meninggalkan kafe. Saat menuruni tangga, Lena hampir kehilangan keseimbangan karena salah menginjak anak tangga. Faye spontan memegang lengannya. “Hati-hati.” “Aku tidak apa-apa.” “Kamu memang selalu bilang begitu.” Lena tersenyum malu. Faye masih memegang tangannya. Kali ini tidak ada yang buru-buru melepaskannya. Mereka berjalan sampai ke taman kecil di depan kedai. Faye berhenti. “Lena.” “Ya?” “Aku senang hari ini.” Lena mengangguk. “Aku juga.” Faye memandangnya beberapa saat. Kemudian berkata, “Aku tahu akhir-akhir ini kamu masih banyak berpikir.” Senyum Lena perlahan menghilang. “Maaf.” “Jangan minta maaf.” “Tapi—” “Aku tahu ada bagian dari hatimu yang masih belum selesai dengan Miu.” Lena terdiam. Faye menggenggam tangannya. “Aku tidak ingin memaksamu melupakan siapa pun.” Lena menatap mata Faye. “Kenapa kamu bisa sesabar ini?” “Karena aku mencintaimu.” Lena tidak langsung menjawab. Dadanya terasa penuh. Ia kemudian mendekat dan memeluk Faye. Faye membalas pelukannya. “Terima kasih,” bisik Lena. “Untuk apa?” “Karena tetap di sini.” Faye mengusap punggungnya perlahan. “Aku di sini.” Pelukan itu berlangsung cukup lama. Tidak ada yang terburu-buru melepaskan. Ketika akhirnya Lena mengangkat wajah, jarak mereka menjadi sangat dekat. Keduanya terdiam. Lena bisa mendengar detak jantungnya sendiri. Faye tidak bergerak lebih jauh. Ia hanya menatap Lena, memberi ruang untuk menentukan apa yang ingin dilakukan. Lena tersenyum kecil. Kemudian menyandarkan dahinya pada dahi Faye. “Jangan sekarang.” Faye tersenyum. “Baik.” “Aku ingin semuanya berjalan pelan.” “Aku juga.” Lena merasa lega. Mereka tidak perlu terburu-buru. --- Malamnya, Lena menerima pesan dari P’Charlotte. Besok jangan lupa ada pertemuan kelompok. Lena membalas singkat. Baik, P’Charlotte. Beberapa menit kemudian, grup mereka ramai karena Orm mengirim pesan. #lenamiu #storytime #miunatsha

Rani Kornnaphat
Rani Kornnaphat
Open In TikTok:
Region: ID
Saturday 15 August 2026 08:22:24 GMT
3454
267
10
0

Music

Download

Comments

hafuzasch
Rani Kornnaphat :
Beberapa menit kemudian, grup mereka ramai karena Orm mengirim pesan. Orm: Besok siapa yang traktir makan? Lingling: Kamu. Orm: Kenapa aku? Lingling: Karena kamu yang bertanya. P’Charlotte hanya mengirim emoji tertawa. Lena ikut tersenyum membaca percakapan itu. Tidak lama kemudian, pesan pribadi dari Miu masuk. Besok kamu datang lebih pagi? Lena menjawab, Iya. Kenapa? Miu membalas, Tidak apa-apa. Hanya bertanya. Lena menatap layar sebentar. Dulu pertanyaan sederhana seperti itu bisa membuatnya berdebar tanpa alasan. Sekarang masih ada sedikit rasa yang sama. Tetapi Lena mulai bisa menerimanya tanpa panik. Ia mematikan layar. Hari ini ia mendapatkan sesuatu yang jauh lebih penting. Bukan jawaban. Melainkan keyakinan bahwa hubungannya dengan Faye tidak perlu dipercepat hanya karena takut kehilangan. Mereka bisa berjalan perlahan. Saling mengenal lebih dalam. Saling memberi ruang. Dan ketika waktunya ti
2026-08-15 08:23:00
4
thara.lee0
Mr_k3oNg⁸⁹🐌 :
ok poor miu
2026-08-15 12:58:37
1
474xajha
474xajha :
aarrggghhh apakah kali ini lena mmang ditakdirkan ntuk faye😔
2026-08-15 09:01:02
2
shi22181
R 🐱 :
so unfair hays poor miu
2026-08-15 15:26:46
1
userncgn9dzaop
បង ឃីន :
Faye 🥰
2026-08-19 05:07:01
1
nirwahq
NirwahQ🥰🥰 :
Lena terus 😂😂😂
2026-08-15 12:55:50
1
claudine7484
Claudine :
🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰😘😘😘😘😘😘😘😘
2026-08-16 14:18:04
1
mimingjarinah2
Miming Jarinah :
😌
2026-08-15 08:43:19
1
To see more videos from user @hafuzasch, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos


About