@judaydean: Pernikahan adalah institusi sosial yang berkembang untuk mengatur keturunan, harta, hubungan keluarga, dan kekuasaan. Dan mungkin itulah hal paling menarik tentang pernikahan modern: setelah ratusan ribu tahun sejarah manusia, kita semakin punya kesempatan untuk mengubahnya dari sekadar KEWAJIBAN menjadi sebuah PILIHAN. Cinta kemudian datang sebagai garam dalam narasi kehidupan: membuat hubungan terasa indah, bermakna, dan layak diperjuangkan. Tetapi cinta bukanlah alasan historis mengapa institusi pernikahan diciptakan. Dan kalau melihat penelitian psikologi modern, gambarnya semakin menarik. Sejumlah studi menemukan bahwa perempuan lajang dapat memiliki tingkat kepuasan hidup yang tinggi karena mereka cenderung membangun jaringan pertemanan dan dukungan sosial yang lebih luas, tanpa pasangan laki-laki. Sementara itu, laki-laki lebih sering menjadikan pasangan romantis sebagai sumber utama dukungan emosional. Dalam banyak hubungan heteroseksual, perempuan juga masih menanggung porsi pekerjaan domestik dan emotional labor yang lebih besar. Karena itu, bagi sebagian perempuan, hidup tanpa pasangan justru dapat berarti lebih sedikit beban domestik dan lebih banyak kendali atas hidupnya. Sebaliknya, pernikahan sering memberikan keuntungan kesehatan dan dukungan sosial yang lebih besar bagi laki-laki. Pasangan dapat menjadi sumber kedekatan emosional, regulasi stres, dan dukungan sehari-hari yang mungkin tidak mereka dapatkan dari jaringan sosial lain. Source: 1.Hoan & MacDonald — Social Psychological and Personality Science (2025) Ini sumber paling pas untuk klaimmu tentang perempuan lajang. Studi terhadap 5.941 orang menemukan bahwa perempuan lajang, rata-rata, melaporkan kepuasan terhadap status lajang, kepuasan hidup, dan kepuasan seksual yang lebih tinggi, serta keinginan memiliki pasangan yang lebih rendah dibanding laki-laki lajang. Jurnal: “Sisters Are Doin’ It for Themselves” https://journals.sagepub.com/doi/10.1177/19485506241287960 2.Hoan & MacDonald — penelitian lanjutan pada perempuan dan laki-laki lajang di China (2026) Ini bahkan memperkuat temuan sebelumnya. Pada 1.629 orang yang belum pernah menikah, perempuan kembali menunjukkan kepuasan hidup lebih tinggi, kepuasan terhadap status lajang lebih tinggi, serta keinginan dan ketakutan terhadap kesendirian yang lebih rendah dibanding laki-laki. https://onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/pere.70063 3.Ervin et al. — BMC Public Health (2020) Penelitian lintas negara menggunakan data 32.881 laki-laki dan 26.915 perempuan dari Jerman, Italia, Spanyol, Inggris, dan Amerika Serikat. Mereka menemukan adanya perbedaan pembagian waktu berdasarkan gender. Perempuan cenderung menanggung lebih banyak pekerjaan domestik dan pengasuhan, sementara waktu yang lebih banyak dihabiskan untuk pekerjaan rumah tangga berkaitan dengan kesehatan yang lebih buruk, terutama pada perempuan https://link.springer.com/article/10.1186/s12889-020-09306-z Penelitian PLOS ONE terhadap 8.528 orang di China, Jepang, Taiwan, dan Korea Selatan menemukan bahwa efek pernikahan terhadap kesehatan sangat bergantung pada kepuasan pernikahan dan konteks budaya. Pernikahan yang tidak bahagia justru dapat berkaitan dengan kesehatan yang lebih buruk. https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC4521890/ #pernikahan #homosapiens #trend2026
Jidi
Region: ID
Saturday 15 August 2026 11:06:05 GMT
Music
Download
Comments
jessyyyy :
Marry when you're young, because as you get older you become wiser, and wise people don't marry. -Agatha Christie
2026-08-16 00:55:17
1593
Persephone :
men benefit the most from marriage
2026-08-17 18:27:59
0
Ijustwanttobelieved. :
Jadi masuk akal sekarang kenapa fenomena bnyak yg sdh tdk mau menikah apalagi bagi kaum wanita karena udh dari dulu pernikahan hanya untuk kepentingan para Pria sdangkan di zaman skrg wanita sudah bnyak yg mandiri punya aset harta jdi memandang menikah klo gk mnguntungkan lbih baik gk ush ya kecuali bagi para wanita yg ingin jdi Ibu maybe masih suka nikah tpi gk mnutup kemungkinan jga kdepannya bayi tabung bisa brkembang we never know 😅
2026-08-15 23:36:12
1760
Shannn :
wow, I love this
2026-08-16 22:02:18
0
melodi−☆ :
this develop my frontal lobe thanks
2026-08-18 01:02:06
0
Mebel pojok_sikasur :
Seems all about self interest … where is the love in all of this 🥲
2026-08-18 05:32:58
0
letterfromtheeast :
sedih baca sejarah patriarki mah..
2026-08-15 23:51:26
357
ayatollah :
apakah manusia purba kondangan?
2026-08-16 03:13:06
429
Evan :
well writen & insightful✌
2026-08-16 16:25:20
0
AR :
If marriage historically served economic, reproductive, social, and political functions, why do we now expect one relationship to satisfy basically everything?
2026-08-15 22:25:03
82
Jajargenjang :
Gua lupa pernah baca di buku apa. Kalau zaman manusia purba memang pria butuh perempuan untuk bisa meneruskan keturunan karena insting bertahan hidup. Begitu pun perempuan, mereka butuh pria sebagai penjaga, tempat berlindung dan sumber makanan (karena dulu yang berburu adalah pria) kenapa pria? Karena kelebihan fisik yang dimiliki pria untuk berburu. Jadi gua rasa disini masih saling membutuhkan. Nah untuk zaman sekarang karena keduanya sudah bisa hidup masing” jadi terserah aja mau lajang atau menikah
2026-08-16 10:30:37
71
🐻⚘️ :
everything makes sense now..
2026-08-15 23:27:29
82
cukurukukkugeruw :
Akhirnya ada yang menuangkan isi pikiran gua dalam tulisan!! sumpah statement seberat ini bisa ditulis ke post yang gampang banget dipahamin!!!
2026-08-16 01:52:02
744
eve4malau :
Jd ingat temen" perempuanku.. romantisme itu kedok 😭😭😭
Aslinya cuma kontrak ekonomi. udh bener fokus aku tuh uang bukan pasangan 😅😅😅
2026-08-16 00:44:20
44
Vana :
Berdasarkan survey jg, perempuan yg sdh mapan lebih banyak memandang pernikahan sebagai pilihan, bukan kebutuhan. Berbeda dgn pria, sesukses apa pun mereka, mereka akan ttp merasa kurang tanpa pasangan. Mereka butuh wanita bukan sekedar untuk merawat mereka atau untuk kebutuhan biologis, tp juga sebagai tempat untuk menyalurkan emosi mereka. Wanita didesain jadi makhluk yg mudah bersosialisasi, diajarkan berekspresi, tidak sulit bagi mereka untuk menyalurkan/membagi emosi ke teman atau keluarga. Sedangkan pria, mereka dituntut jadi manusia tegas, mereka tdk terbiasa membagikan emosinya ke sesama pria atau ke keluarga. Itulah sebabnya mereka butuh seseorang yg bisa mereka percaya sebagai tempat bercerita, dan tentu itu adalah pasangan wanitanya. Tingkat stres pada pria yang tidak menikah jauh lebih tinggi dibandingkan stres pada wanita single.
2026-08-16 04:12:53
71
n :
perempuan di brain washed seolah2 ga punya nilai kl gak menikah..kalau mencari laki2 yg punya mental provider dan berduit di cap matre..dan harus mau hidup susah..ketika perempuan menetapkan boundaries dan standard nya..di katakan perempuan sulit..banyak mau..setelah menikah kehilangan diri sendiri demi suami dan anak yang kerap kali memandang sebelah mata pengorbanan seorang perempuan... aku punya 2 anak perempuan..aku selalu menanamkan di kepala mereka jika mereka tidak memudahkan hidupmu dan membuatmu lebih bahagia..kamu tidak memerlukan mereka(siapapuntermasuk teman kluarga dan kami sbg orangtua..)
2026-08-15 23:43:01
33
iced americano :
ini banyak yg ga nangkep poin nya, padahal bahasa nya sudah sesederhana ini
2026-08-16 05:16:52
39
find the fuckin clue :
menarik… lucu kadang kalau kita sbg wanita dikejar pertanyaan “kapan menikah?” ????
2026-08-15 12:02:43
701
moonsun :
“cinta” yang kita kenal sekarang mulai dipromosikan besar-besaran di era romantisme dan merupakan komoditi kapitalis yg besar jg.
2026-08-15 21:52:48
167
esla :
emang cinta ga worth it kalau dijadikan alasan utama utk menikah, apalagi utk cewe. aaa🗿🗿🗿
2026-08-16 05:50:12
5
Tumbler :
jadi karna dunia makin modern ya jangan nikah saja, cari harta secukupnya, cukup buat makan, keperluan hidup seadanya, jadi tidak mikir warisan apalagi pewaris, toh kalau mati harta tidak dibawa, kalaupun dibawa ke kuburan tetap hilang dicuri orang, jadi ya enjoy saja hidup single dan simpel.
2026-08-16 00:54:49
38
64 :
lupa pernah baca di mana, tapi memang pada dasarnya pernikahan itu produk patriarki dan perempuan hanya dilihat sebagai alat untuk menghasilkan ahli waris yang sah di mata hukum
2026-08-16 03:26:34
9
Hijabi girl :
Kemarin sebelum nikah aku pun setuju pernikahan hanya “hubungan bisnis”. Tapi setelah nikah, merasakan sensasi saling mencintai yang ga pernah terbayangkan sebelumnya, it means a lot.. legitimasi hubungan dg pernikahan bener2 merubah pandangan, semuanya jadi lebih indah🥹
2026-08-16 01:47:57
144
kentang manis :
bang ini bagus banget tulisannya. ada instagram gak sih?
2026-08-16 02:57:10
7
RSuprayogo :
Penyusunan premis, teori-teori pendukung yang seolah masuk akal, serta pemilihan klise yang bagus untuk menggiring pembaca membangun logika sesuai dengan opini penulis, tinggal cerdas-cerdasnya aja bagi pembaca untuk menganalisa 😅, jadi pembaca yang cerdas ya guys ngga semua opini itu benar
2026-08-16 20:40:36
8
To see more videos from user @judaydean, please go to the Tikwm
homepage.