@yudida_lombok: Ada saat dalam hidup ketika manusia merasa seakan dunia adalah sesuatu yang harus direbut. Orang berlari, mengejar, membandingkan, menumpuk, lalu lelah tanpa tahu sebenarnya sedang mencari apa. Di tengah hiruk pikuk itu, jiwa perlahan menjadi sempit. Padahal jika seseorang berhenti sejenak dan melihat lebih dalam, ada kesadaran yang lembut namun mengguncang. Bahwa manusia sebenarnya tidak datang ke bumi sebagai pengemis yang harus memohon-mohon serpihan kenikmatan. Ada kemuliaan yang sudah melekat pada keberadaannya sejak awal. Namun kehidupan sosial sering membuat manusia lupa. Lingkungan memuja pencapaian lahiriah, angka, pengakuan, dan sorotan. Tanpa disadari, banyak orang mulai mengukur nilai dirinya dari hal-hal yang rapuh. Dari sanalah lahir kegelisahan yang tidak pernah selesai. Ketika hati menggantungkan martabatnya pada dunia, ia mudah merasa kecil. Padahal barangkali masalahnya bukan pada dunia yang terlalu tinggi, tetapi pada manusia yang lupa bahwa dirinya adalah tamu terhormat di dalamnya. 1. Kesadaran bahwa hidup ini adalah persinggahan Ada kelegaan yang muncul ketika seseorang memahami bahwa hidup bukan tempat menetap selamanya. Banyak luka lahir karena manusia memperlakukan dunia seperti rumah abadi. Ia marah ketika kehilangan, panik ketika gagal, dan iri ketika orang lain memiliki lebih. Padahal seorang tamu yang sadar dirinya hanya singgah tidak akan bertengkar dengan ruang yang ia datangi. Ia menikmati, menghargai, lalu melangkah dengan hati yang ringan. 2. Martabat manusia tidak ditentukan oleh kepemilikan Masyarakat sering menanamkan keyakinan bahwa nilai seseorang berada pada apa yang ia punya. Rumah, pekerjaan, kendaraan, jabatan, bahkan jumlah pengikut di dunia digital. Tanpa disadari, manusia mulai merasa berharga hanya ketika terlihat berhasil. Padahal martabat manusia jauh lebih dalam dari itu. Ia ada pada kesadaran, pada akhlak, pada cara memperlakukan orang lain, dan pada kemampuan menjaga hati tetap jernih di tengah dunia yang bising. 3. Dunia hanya memberi serpihan, bukan kepenuhan Jika seseorang jujur pada dirinya sendiri, ia akan menyadari bahwa banyak hal yang dikejar ternyata tidak benar-benar mengenyangkan jiwa. Setelah satu tercapai, muncul lagi yang lain. Setelah mendapatkan sesuatu, muncul rasa kosong yang sulit dijelaskan. Dunia memang memberi kesenangan, tetapi sifatnya hanya serpihan. Ia cukup untuk dinikmati, namun tidak pernah cukup untuk dijadikan sumber kebahagiaan utama. 4. Kesedihan sering lahir dari perbandingan Salah satu racun psikologis terbesar di zaman ini adalah kebiasaan membandingkan hidup. Melihat orang lain tampak lebih berhasil, lebih bahagia, lebih mapan. Dari sana lahir perasaan tertinggal. Padahal setiap manusia berjalan di jalan yang berbeda. Ketika seseorang berhenti membandingkan, ada ruang damai yang perlahan muncul. Ia mulai melihat hidupnya sendiri dengan lebih jernih dan lebih bersyukur. 5. Orang yang merasa cukup memiliki kekayaan yang tidak terlihat Ada manusia yang hidup sederhana namun hatinya luas. Ia tidak selalu memiliki banyak, tetapi ia tidak merasa kekurangan. Ini adalah kekayaan batin yang tidak bisa dibeli. Orang seperti ini berjalan di dunia tanpa rasa rendah diri. Ia tidak memohon penghargaan dari siapa pun, karena ketenangan sudah tumbuh dari dalam dirinya sendiri. 6. Dunia sering memperdaya dengan ilusi penting Banyak hal yang terlihat sangat penting hari ini, ternyata tidak berarti apa-apa beberapa tahun kemudian. Perselisihan kecil, ambisi yang memakan energi, bahkan persaingan yang dulu terasa besar. Ketika seseorang melihat hidup dari jarak yang lebih luas, ia akan tersenyum melihat betapa sering manusia menguras hatinya untuk hal-hal yang sebenarnya tidak terlalu penting. 7. Kehormatan batin lebih mahal daripada kemenangan luar Tidak semua kemenangan membuat jiwa damai. Ada orang yang berhasil secara lahiriah tetapi hatinya penuh kegelisahan. Ada pula orang yang terlihat biasa saja namun tidurnya nyenyak. #ribath💫 #ustadzgaul

Abuya Dr.Arrazy Hasyim,MA.HUM
Abuya Dr.Arrazy Hasyim,MA.HUM
Open In TikTok:
Region: ID
Saturday 15 August 2026 18:45:07 GMT
62984
3489
88
704

Music

Download

Comments

ojokemrungsung
MERAH DELIMA :
DUNIA ADALAH HUKUMAN NABI ADAM
2026-08-20 00:31:34
1
gurudidik
Guru Didik :
seumpama jalaludin Rumi hidup dijaman Apologej..modren semua..sebaba canggi...apa yang iya pikirkan ..🙏🙏🙏🙏
2026-08-19 10:16:47
1
user7841103792123
butiran debu :
TIDAK.. aq tdk akan pernah menangisi dunia, aq hanya ingin menangis dihadapan tuhan karna dosa² q yg sdh sebesar gunung dan aq sdh merasa begitu berat membawa beban dosa ini😭
2026-08-19 04:00:27
2
tenangjom
Bestie :
Benar tuan namun hati sering berbolak balik terpesona dgn dunia dan menanti penghargaan manusia. Ia datang lembut tanpa terasa. Moga Allah memberi kekuatan untuk mengalih pandangan dr dunia ke akhirat dengan lebih kemas lagi dan moga lebih byk syukur dipanjat ke Allah swt aamiin. Jazakillahu khairon.
2026-08-16 02:23:25
8
wawan.kuswanto4
Wawan Kuswanto :
keindahan itu jika hanya penyaksian. jika bukan siapa siapa. jika dan hanya jika. hanya ada makna dari wujud. tiada terkira dan terbandingkan. semua hanya keagungan.
2026-08-18 16:55:36
2
yanisariwati518
Yani Sariwati :
Aku sekarang sedang belajar untuk bisa memperbaiki diri untuk bisa lebih baik lagi terima kasih tulisan nya yg penuh dengan kebaikan untuk suatu perubahan
2026-08-19 04:21:01
3
user115698935
mawar berduri :
intinya iklas
2026-08-20 01:53:51
0
2827xrdz
2827xrdz :
terimakasih buya atas segala pencerahannya🙏🙏🙏
2026-08-17 02:55:23
3
srinditjijt
indah_ariyanti :
assalamu'alaikum ustad, mohon pencerahan nya🙏putraku usia 24 th berhenti kuliah di semester 6 kendala biaya, sdh mencoba kerja di beberapa tempat ikut orng krn dia merasa disini dia krng di hargai, kemudian di tempuh pendidikan Bahasa asing dan sdh ujian tp blm keluar hasil,, karena sy tidak tau dia punya rahasia apa sama Alloh,,selama ini sy hnya pantau dan yaa aku, aku jrt iklas utk itu insyalloh,jadii ustadd sy selaku ortunya harus gimana ya🙏🥺😭😭😭
2026-08-17 02:13:03
1
slowmen49
slowmen :
benar, dan aku melakukanya
2026-08-20 00:34:09
0
okto8707
Okto :
Pelajaran yg di ambil ..Ketika Agama Islam Mengajarkan Sesuatu Sifat Kemuliaan.. yaitu dr Seorang Rasullullah ,Suri tauladan adab,Tauhid dan makrifatullah.
2026-08-20 00:15:27
0
xy_elang25
. :
aku takkan menangis,karena dg dijadikannya diriku sbg umat Rasulullah,itu sdh lebih dari cukup.
2026-08-20 00:08:18
0
bangngopi13
Ngopi Ngaji :
tepatnya bukan tamu,tapi penguni rumah yang d tugaskan untuk berohman & rahim sesama makhluk.bukan d utus mencari tuhannya..krn hakikatnya tuhan selalu menemukanmu.
2026-08-17 04:37:19
1
virgo.19956
virgo.19956 :
ya Rabb jadikan aku tamu yang selalu menepati diriku dengan takdir mu 🤲
2026-08-17 02:16:28
1
zedha_uno.com
ZEdha🇲🇨 :
Semoga jadi i'tibar buat saya terima kasih 🙏
2026-08-19 23:52:31
0
kurtubisukmo
khurtubi :
setidaknya harus seimbang,, DUNIA dan akhirat,,,jd lah orang yg KAYA biar kamu bisa bantu yg KEKURANGAN, sebenarnya dogma ini kliru ,,orang lain di suruh sederhana, di lain pihak hidup bergelimang harta,,,,, jamaah di suruh banyak amal , SEMENTARA MEREKA MENGAMBIL, KEUNTUNGAN ,KEUANGAN dr jama'ah nya ,, MIRIS DOGMA INI
2026-08-16 06:35:59
0
kayzaaa_2
〽 :
Aamiin
2026-08-15 21:32:32
0
imma.fatimah0
Imma Fatimah :
Allahu Akbar
2026-08-20 01:58:45
0
haran.baras
Hery_wong :
itulah pentingx ilmu tasawuf,tuk menata hati dlm menyikapi segala hal baik urusan dunia maupun akhirat.
2026-08-19 15:25:49
0
user49481181529490
Nini :
Masya Allah tabarakallah 😭
2026-08-19 23:30:22
0
alamrassa.com
Mr WD :
Dunia hanyalah permainan. tidak perlu serius dengan Dunia
2026-08-20 01:57:56
0
garuda1937
Bang Jabar :
terima kasih Buya atas wejangannya
2026-08-16 23:41:11
1
nasrahnj
NasrahNj :
Dbutuhkan nasehat ini untuk menjaga diri ini ttp sehat🥰
2026-08-19 15:48:57
0
satr1aku_
satriaku❤️ :
Semoga Allah merahmati
2026-08-16 00:40:50
0
To see more videos from user @yudida_lombok, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos


About