@lduoficial: Ritmo Albo: Entrenamiento de hoy🔥 Concentrados en el partido de mañana💪 🆚 Aucas | 16.08 | 19H00 🏟️ Gonzalo Pozo 🏆 LigaEcuabet #VamosLIGA #GuerrerosAlbos

LDU Oficial
LDU Oficial
Open In TikTok:
Region: EC
Sunday 16 August 2026 00:28:06 GMT
8783
1379
10
1

Music

Download

Comments

miki.mouse977
miki mouse :
Yo estaba ve en el clubbb
2026-08-16 00:49:04
0
alejocapivara
azu :
me asen entrar a su equipo plis 🥺
2026-08-16 00:31:34
0
kathlyn.xz
ᴇsᴛʀᴇʟʟɪᴛᴀ🥀 :
primera🤍❤️
2026-08-16 00:30:05
0
simaodiice
cafutin :
hola yo quiero trabajar en liga como utilero quien me ayuda
2026-08-16 16:59:09
0
haymakerall
HaymakerS :
vamos chch
2026-08-16 00:42:57
0
ana.diaz6079
Ana Diaz :
2026-08-16 01:10:05
0
miki.mouse977
miki mouse :
Es muy bonitooo
2026-08-16 00:49:11
0
patobarriga09
patoBarriga09 :
🥰🥰🥰
2026-08-16 04:02:34
0
To see more videos from user @lduoficial, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Langit Khaibar siang itu terasa panas dan berat. Debu beterbangan, pedang-pedang telah kembali ke sarungnya. Perang telah usai. Para sahabat berkumpul. Wajah mereka lelah… tapi penuh harap. Mereka saling menyebut nama-nama yang gugur. “Fulan syahid…” “Fulan juga syahid…” Nama demi nama disebut dengan penuh penghormatan. Setiap yang gugur di medan perang dianggap telah mencapai derajat tertinggi—syahid di jalan Allah. Di tengah kerumunan itu, berdirilah Umar bin Khattab. Ia mendengar dengan seksama. Hingga mereka menyebut satu nama lagi… “Dan fulan… dia juga syahid.” Sejenak, suasana terasa tenang. Seolah tidak ada yang aneh. Namun tiba-tiba… Suara Rasulullah ﷺ, memecah ketenangan itu. Dengan tegas… tanpa ragu… “Kalla… tidak! Aku melihatnya di dalam neraka…” Seakan waktu berhenti. Para sahabat saling berpandangan. Hati mereka bergetar. Bagaimana mungkin? Bukankah ia gugur di medan perang? Namun Rasulullah ﷺ melanjutkan: “Karena sehelai kain (ghanimah) yang ia ambil secara curang…” Hanya… sehelai kain. Bukan emas. Bukan harta melimpah. Hanya selembar kain dari harta rampasan perang… yang diambil sebelum dibagikan secara sah. Namun itu cukup… untuk menjatuhkannya. Langit Khaibar yang tadi terasa terang… kini seolah menggelap di hati para sahabat. Mereka tersadar… Bahwa amal besar bisa runtuh… karena satu dosa yang diremehkan. Rasulullah ﷺ kemudian memanggil Umar. “Wahai Ibnul Khattab…” Suara itu penuh ketegasan. “Pergilah. Serukan kepada manusia—bahwa tidak akan masuk surga kecuali orang-orang yang benar-benar beriman.” Tanpa menunda, Umar pun bangkit. Ia berjalan keluar, suaranya lantang membelah udara Khaibar: “Ketahuilah! Tidak akan masuk surga kecuali orang-orang yang beriman!” Seruan itu menggema… Bukan sekadar kalimat. Tapi peringatan keras—bahwa iman bukan hanya tampilan luar. Bukan hanya berada di medan perang. Bukan hanya terlihat seperti orang shalih. Namun iman adalah kejujuran… bahkan dalam hal yang paling kecil. Hari itu, para sahabat belajar pelajaran yang tidak akan pernah mereka lupakan: Bahwa dosa yang tersembunyi… yang dianggap kecil… bisa menjadi sebab kebinasaan. Dan bahwa Allah tidak melihat besarnya amalan saja… tetapi juga kejujuran hati di baliknya. Jangan lupa kirim shalawat untuk Nabi kita hari ini, tulis dikolom komen ya🤍 Semoga hati kita dijaga dari dosa-dosa kecil yang sering kita remehkan🫶🏻 📚Hadis ini diriwayatkan dalam: Sahih Muslim no. 114 Dari Umar bin Khattab tentang peristiwa perang Khaibar.
Langit Khaibar siang itu terasa panas dan berat. Debu beterbangan, pedang-pedang telah kembali ke sarungnya. Perang telah usai. Para sahabat berkumpul. Wajah mereka lelah… tapi penuh harap. Mereka saling menyebut nama-nama yang gugur. “Fulan syahid…” “Fulan juga syahid…” Nama demi nama disebut dengan penuh penghormatan. Setiap yang gugur di medan perang dianggap telah mencapai derajat tertinggi—syahid di jalan Allah. Di tengah kerumunan itu, berdirilah Umar bin Khattab. Ia mendengar dengan seksama. Hingga mereka menyebut satu nama lagi… “Dan fulan… dia juga syahid.” Sejenak, suasana terasa tenang. Seolah tidak ada yang aneh. Namun tiba-tiba… Suara Rasulullah ﷺ, memecah ketenangan itu. Dengan tegas… tanpa ragu… “Kalla… tidak! Aku melihatnya di dalam neraka…” Seakan waktu berhenti. Para sahabat saling berpandangan. Hati mereka bergetar. Bagaimana mungkin? Bukankah ia gugur di medan perang? Namun Rasulullah ﷺ melanjutkan: “Karena sehelai kain (ghanimah) yang ia ambil secara curang…” Hanya… sehelai kain. Bukan emas. Bukan harta melimpah. Hanya selembar kain dari harta rampasan perang… yang diambil sebelum dibagikan secara sah. Namun itu cukup… untuk menjatuhkannya. Langit Khaibar yang tadi terasa terang… kini seolah menggelap di hati para sahabat. Mereka tersadar… Bahwa amal besar bisa runtuh… karena satu dosa yang diremehkan. Rasulullah ﷺ kemudian memanggil Umar. “Wahai Ibnul Khattab…” Suara itu penuh ketegasan. “Pergilah. Serukan kepada manusia—bahwa tidak akan masuk surga kecuali orang-orang yang benar-benar beriman.” Tanpa menunda, Umar pun bangkit. Ia berjalan keluar, suaranya lantang membelah udara Khaibar: “Ketahuilah! Tidak akan masuk surga kecuali orang-orang yang beriman!” Seruan itu menggema… Bukan sekadar kalimat. Tapi peringatan keras—bahwa iman bukan hanya tampilan luar. Bukan hanya berada di medan perang. Bukan hanya terlihat seperti orang shalih. Namun iman adalah kejujuran… bahkan dalam hal yang paling kecil. Hari itu, para sahabat belajar pelajaran yang tidak akan pernah mereka lupakan: Bahwa dosa yang tersembunyi… yang dianggap kecil… bisa menjadi sebab kebinasaan. Dan bahwa Allah tidak melihat besarnya amalan saja… tetapi juga kejujuran hati di baliknya. Jangan lupa kirim shalawat untuk Nabi kita hari ini, tulis dikolom komen ya🤍 Semoga hati kita dijaga dari dosa-dosa kecil yang sering kita remehkan🫶🏻 📚Hadis ini diriwayatkan dalam: Sahih Muslim no. 114 Dari Umar bin Khattab tentang peristiwa perang Khaibar.

About