@slayqueee3n: > Chapter 1 Sangkar Emas dan Rantai Tanpa Suara Pemandangan dari lantai 42 Vane Group Tower selalu berhasil membungkam siapa saja yang menginjakkan kaki di sana. Garis cakrawala Bangkok terpampang megah di balik dinding kaca tebal bermutu tinggi—sebuah kota yang tak pernah tidur, dipenuhi kilauan lampu jalan raya dan pencakar langit yang saling berlomba menembus awan malam. Namun, di dalam ruangan kerja seluas ratusan meter persegi itu, udara terasa mati. Hampa, dingin, dan nyaris hampa oksigen. Lena duduk di balik meja kerja kayu mahoni hitam yang dipoles mengilap. Jas kustom berwarna charcoal melekat sempurna di tubuh jangkungnya yang tegak. Parasnya rupawan, dipahat oleh garis rahang yang tegas, hidung mancung yang simetris, dan mata tajam beriris hitam pekat yang tak pernah memancarkan kehangatan kepada siapa pun di luar ruangan ini. Di usianya yang masih terbilang muda, Lena telah memegang tampuk kepemimpinan penuh atas konsorsium bisnis terbesar di Thailand. Nama Khun Lena adalah jaminan mutlak atas kekuasaan, efisiensi, dan dominasi berdarah dingin. Namun malam ini, perhatian sang CEO tidak tertuju pada dokumen akuisisi senilai puluhan miliar Baht di mejanya. Matanya terkunci pada layar monitor sekunder yang tersembunyi di sudut meja. Layar itu menampilkan peta digital real-time kota Bangkok, lengkap dengan sebuah titik merah yang berkedip pelan. Titik itu berada di kawasan Thonglor, berjarak sekitar tujuh kilometer dari gedung ini. Pintu ganda ruangan kerja terketuk dua kali secara teratur. "Masuk," suara Lena terdengar datar, bariton rendah yang sanggup membuat staf paling berpengalaman sekalipun gemetar. Jing, sekretaris eksekutifnya, melangkah masuk bersama Enjoy, kepala tim keamanan privat Lena. Kedua wanita berseragam rapi itu membungkuk hormat. "Laporan, Khun Lena," panggil Enjoy dengan nada profesional. "Nyonya Miu saat ini berada di dalam galeri seni bersama Khun Bam dan Khun Oom. Empat unit tim pengawal berada di perimeter luar, sementara dua personel berpakaian sipil berjaga di dalam aula sesuai instruksi Anda." Lena tidak segera menjawab. Jemari tangannya yang panjang dan ramping ketukan secara ritmis di atas permukaan meja. "Apakah dia menyadarinya?" tanya Lena tanpa mengalihkan pandangan dari monitor. Jing ragu sejenak sebelum menjawab. "Nyonya Miu... sempat mempertanyakan keberadaan dua pengawal di dekat pintu galeri. Beliau terlihat frustrasi, Khun. Menurut laporan dari lapangan, Nyonya Miu sempat meminta tim pengawal untuk pergi." Aura di dalam ruangan mendadak menyusut beberapa derajat. Otot di rahang Lena mengeras. "Biarkan mereka tetap di tempatnya," perintah Lena dingin, tajam tanpa ruang negosiasi. "Satu inci pun Miu melangkah keluar dari jangkauan pandangan kalian, kalian tahu apa konsekuensinya." "Baik, Khun Lena," jawab Enjoy cepat. "Kalian bisa pergi." Setelah kedua orang itu menghilang di balik pintu kayu yang tebal, Lena menghembuskan napas pelan. Tangannya terangkat, mengusap lingkar cincin platina polos yang melingkar tegap di jari manis tangan kirinya. Obsesi. Lena tahu betul apa nama dari penyakit mental yang memakan pikirannya ini. Bagi Lena, Miu bukanlah sekadar seorang istri; Miu adalah poros dari seluruh eksistensinya. Miu adalah keindahan yang terlalu ringkih untuk dibiarkan menyentuh kerasnya dunia luar. Sifat obsesif Lena menuntut bahwa Miu harus selalu berada di bawah pengawasannya, terlindungi dalam sangkar emas yang ia bangun dari kekayaan dan kekuasaan. lanjut di komentar…

14%
14%
Open In TikTok:
Region: ID
Sunday 16 August 2026 06:54:04 GMT
4925
371
20
7

Music

Download

Comments

slayqueee3n
14% :
1️⃣ Namun, di balik obsesi yang mengekang itu, ada tembok es yang sangat tebal. Lena tidak pernah membiarkan Miu melihat apa yang ada di dalam hatinya. Ia tidak pernah merancau tentang perasaannya, tidak pernah menangis di hadapan Miu, dan tidak pernah memberi alasan atas tiap batasan yang ia tetapkan. Bagi Miu, Lena hanyalah sesosok patung pualam bernapas—dingin, tak tersentuh, namun membelenggu. Pukul 22.30 WIB, penthouse mewah di kawasan elit Langsuan terasa amat sunyi ketika Miu melangkah masuk. Miu melempar tas desainer dan sepatu heels-nya sembarangan ke lantai marmer. Tubuhnya lelah, namun pikirannya jauh lebih lelah. Wajah cantiknya menyiratkan penderitaan batin yang mendalam. Mata beriris cokelat bening itu kini meredup, dikelilingi lingkaran hitam tipis akibat rasa cemas yang berkepanjangan. Miu mencintai Lena. Sungguh, ia mencintai wanita itu dengan seluruh gairah dan keposesifan yang ia miliki. Sifat posesif Miu membuat ia ingin memiliki Lena sepenuhnya—ia ingin gelak tawa Lena, ia ingin isi kepala Lena, ia ingin Lena bersandar padanya saat lelah. Miu ingin menjadi satu-satunya tempat Lena berlindung. Tapi apa yang ia dapatkan selama tiga tahun pernikahan ini? Hanya keheningan. Pengawalan ketat. Laporan lokasi setiap jam. Dan seorang istri yang pulang setiap malam dengan tatapan mata yang seolah melihat menembus dirinya, bukan menatapnya. "Kamu kembali terlambat setengah jam dari jadwal, Miu." Suara itu terdengar dari arah koridor remang-remang. Lena berjalan pelan mendekat. Ia telah melepas jasnya, menyisakan kemeja sutra hitam dengan dua kancing atas yang terbuka, memperlihatkan garis leher dan tulang selangkanya yang indah namun pucat. Miu menghentikan langkahnya. Rasa hangat yang sempat memercik saat melihat wajah istrinya langsung mengepul menjadi amarah yang membakar dada. "Jadwal?" Miu tertawa sumbang, suara tawanya sarat akan rasa sakit. "Jadwal apa, Lena? Apakah hidupku sekarang diatur oleh jadwal yang ditulis oleh tim sekretarismu?"
2026-08-16 06:55:24
8
al_tong5
~Âł :
ke 4 mn min
2026-08-16 08:44:37
0
ah_syibal
ₛᵤₖₐ ₐₖᵤ gₖ💦🐾 :
kehidupan yang rumit,, terimakasih 🙏 min udah up aku drtd bolak balik akun mu semangat terus bikin AU nya 💪🥰
2026-08-16 07:28:36
0
rhirienanggrainip
Schuett_kiddo🦋🧸 :
Thor,apapun penyakit lena yg di derita jangan bikin ubi,berikan dia keajaiban untuk sembuh. sy tdk terima klo sampai sad.. 🥺
2026-08-16 11:47:51
0
sriki.agustus
sriki agustus :
ini cerita ada di Wattpad gak ?
2026-08-21 05:54:28
0
effendy.md30
Effendy30 :
sempurna
2026-08-19 04:16:40
0
cabun34
ca,bun :
😲😲😲lena
2026-08-16 11:05:37
0
slayqueee3n
14% :
2️⃣ Lena berdiri tiga langkah di depan Miu. Wajahnya tetap datar, tak mengindikasikan emosi apa pun. "Aku mengatur rute dan waktumu demi keselamatanmu. Bangkok tidak seaman yang kamu bayangkan untuk istri seorang CEO Vane Group." "Stop!" Miu menjerit, air mata frustrasi yang sejak tadi ditahannya akhirnya lolos membasahi pipinya. "Jangan gunakan alasan keselamatan untuk menutupi fakta bahwa kamu hanya ingin mengontrolku!" Miu melangkah maju, memangkas jarak di antara mereka. Jarinya menunjuk dada Lena dengan gemetar. "Aku ini istrimu, Lena! Aku manusia! Aku punya teman, aku punya kehidupan! Tapi hari ini, dua orang pria berjas hitam berdiri di dalam galeri, memperhatikan setiap gerak-gerikku sampai Bam dan Oom merasa tidak nyaman! Kamu memasang GPS di mobilku, kamu membatasi dengan siapa aku boleh berbicara... tapi kamu sendiri?!" Miu menatap mata hitam Lena dengan tatapan menuntut yang hancur. "Kamu sendiri tidak pernah ada untukku!" "Aku ada di sini, Miu," jawab Lena pelan, suaranya sangat tenang—tenang yang menyiksa. "Kamu tidak ada di sini!" teriak Miu, suaranya parau. "Tubuhmu ada di sini, tapi di mana hatimu?! Kamu dingin seperti mayat! Kamu tidak pernah bercerita tentang pekerjaanmu, tentang perasaanmu, tentang apa pun! Kamu mengurungku di dalam rumah ini, membuatku merasa seperti barang koleksi mahal yang hanya bisa kamu tatap!" Miu menepuk dada Lena dengan kedua tangannya, mencoba memancing reaksi, mencoba merobek topeng es yang selalu dikenakan wanita di hadapannya.
2026-08-16 06:55:48
7
slayqueee3n
14% :
3️⃣ "Pukul aku, marahi aku, atau katakan kalau kamu membenciku! Tolong... tunjukkan sesuatu, Lena! Jangan cuma diam seperti ini!" tangis Miu pecah. Sifat posesifnya teraniaya oleh rasa tidak pasti. Ia ingin memiliki Lena, tapi bagaimana bisa ia memiliki seseorang yang menyembunyikan jiwanya di balik benteng tak kasat mata? Lena menatap air mata yang membasahi wajah Miu. Di dalam dadanya, ada denyut nyeri yang amat sangat—bukan sekadar nyeri emosional, melainkan sebuah tikaman fisik yang membuat napasnya mendadak tertahan di tenggorokan. Namun Lena menahannya. Ia meremas jemarinya sendiri di belakang punggung hingga kuku-kukunya memutih. Tiba-tiba, Lena merengkuh pinggang Miu dengan satu gerakan cepat dan posesif. Ia menarik tubuh Miu yang gemetar hingga menempel erat pada tubuhnya. "Lena—" Sebelum Miu sempat menyelesaikan kalimatnya, bibir Lena sudah membungkamnya. Ciuman itu tidak lembut. Ciuman itu adalah manifestasi dari obsesi yang terlarang, rasa takut kehilangan yang mendalam, dan keputusasaan yang disamarkan sebagai dominasi. Lena menuntut, menyerap setiap desah napas Miu, mengunci tubuh wanita itu di antara lengannya yang kokoh. Miu memukul dada Lena lemah, mencoba melawan rasa dominasi yang membakar ini. Namun rasa rindunya yang mendalam pada sentuhan sang istri melumpuhkan pertahanannya. Miu melingkarkan tangannya di leher Lena, membalas ciuman itu dengan keposesifan yang tak kalah liar, menggigit bibir bawah Lena hingga mengecap rasa asin dari air mata dan sedikit darah.
2026-08-16 06:56:22
7
slayqueee3n
14% :
5️⃣ Lena berbalik dan melangkah keluar kamar, meninggalkan Miu yang terisak pelan dalam kegelapan. Di dalam kamar mandi utama yang berada terpisah dari kamar tidur, Lena mengunci pintu. Ia menyandarkan punggungnya pada pintu kaca, lalu perlahan tubuhnya meluncur jatuh ke lantai marmer yang dingin. "Ugh...!" Lena mencengkeram dadanya sendiri dengan kedua tangan. Napasnya tersendat-sendat, terasa amat berat seolah-olah paru-parunya terendam air. Rasa sakit yang memutar dan menusuk di area jantungnya membuat penglihatannya mendadak mengabur. Warna merah pekat menetes dari hidungnya, jatuh membasahi lantai marmer putih. Dengan jemari yang gemetar hebat, Lena merogoh saku celananya, mengeluarkan sebuah botol obat tanpa label merek. Ia mengambil dua tablet dan menelannya bulat-bulat tanpa air. Ia menyandarkan kepala pada dinding, membiarkan dadanya naik turun secara tidak teratur, mencoba menetralkan rasa sakit yang kian hari kian menggerogoti tubuhnya. Dari luar pintu yang terkunci, tidak ada yang bisa mendengar rintihan pelan sang CEO berpengaruh itu. Di balik sangkar emas yang ia bangun untuk melindungi Miu, Lena menyembunyikan kenyataan paling pahit: bahwa waktu yang miliki untuk mengobsesi istrinya... perlahan-lahan sedang berjalan menuju nol.
2026-08-16 06:57:17
7
a.rich886
A rich :
Like.... next phii
2026-08-16 09:18:32
1
nirwahq
NirwahQ🥰🥰 :
😳😳😳
2026-08-16 13:03:30
0
To see more videos from user @slayqueee3n, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

❤️ Найти «своего» человека - это процесс, требующий фокуса на себе, искренности и активного участия в жизни. Это человек, с которым вам спокойно, вы разделяете общие ценности, чувствуете безопасность, поддержку и возможность оставаться собой. Главное - жить своей жизнью, заниматься любимым делом и не бояться проявлять свою настоящую сущность. Как найти своего человека: Самопознание: Осознайте свои ценности, жизненные цели, сильные и слабые стороны. Поимите, что вы сами представляете собой какже найдешь личность. себе намного лучше. Будьте собой: Не играйте роли. Чем естественнее вы себя ведете, тем быстрее притянете того, кто резонирует с вашей душой. Создайте правильную среду: Занимайтесь тем, что вам нравится (курсы, хобби, путешествия). Комфорт и безопасность: Рядом с этим человеком вам легко и спокойно, вы чувствуете себя защищенно. Общие ценности: У вас схожиеже найдешь взгляды на жизнь и планы на будущее. себе намного лучше. Поддержка: Вы готовы поддерживать друг друга, вы - соучастники в жизненных делах. Интерес: Вам хочется делиться с этим человеком радостью и заботиться о нем.
❤️ Найти «своего» человека - это процесс, требующий фокуса на себе, искренности и активного участия в жизни. Это человек, с которым вам спокойно, вы разделяете общие ценности, чувствуете безопасность, поддержку и возможность оставаться собой. Главное - жить своей жизнью, заниматься любимым делом и не бояться проявлять свою настоящую сущность. Как найти своего человека: Самопознание: Осознайте свои ценности, жизненные цели, сильные и слабые стороны. Поимите, что вы сами представляете собой какже найдешь личность. себе намного лучше. Будьте собой: Не играйте роли. Чем естественнее вы себя ведете, тем быстрее притянете того, кто резонирует с вашей душой. Создайте правильную среду: Занимайтесь тем, что вам нравится (курсы, хобби, путешествия). Комфорт и безопасность: Рядом с этим человеком вам легко и спокойно, вы чувствуете себя защищенно. Общие ценности: У вас схожиеже найдешь взгляды на жизнь и планы на будущее. себе намного лучше. Поддержка: Вы готовы поддерживать друг друга, вы - соучастники в жизненных делах. Интерес: Вам хочется делиться с этим человеком радостью и заботиться о нем.

About