@chien94_1994:

Quyết chiến (lái cano)
Quyết chiến (lái cano)
Open In TikTok:
Region: VN
Sunday 16 August 2026 08:07:23 GMT
23139
265
11
62

Music

Download

Comments

le_canh686
Lê_cảnh68 :
Êm nhe
2026-08-17 11:18:09
1
hi.thy.gio
Hải thầy giáo :
Giữ được như thế này là tuyệt vời. Ngồi ngắm cũng thấy sướng.
2026-08-17 03:00:25
1
lc.bnh.bnh3
Bình Yên :
coi chứ nó gặm luôn cây cần
2026-08-22 01:29:04
0
tri.g.78
Trại gà Tuấn kiệt 78 :
Bè mình có cho câu không nhỉ
2026-08-16 17:06:15
0
thangthanthien77d1
Thắng gắt :
quá dữ nê mất á
2026-08-17 09:25:37
0
vuongltvlog
bôt cau ca bien :
Thấy cá bơi không đã thích rồi đó
2026-08-17 05:34:30
0
chuot_tr98th0
T.Thành 🎣 :
toàn khủng long
2026-08-17 08:04:04
0
thanhtriet769
thanhtriet🌸 :
@nguyễn khắc phong@Hoàng Ân @KhanhCuowng hốt😳
2026-08-21 11:36:05
1
To see more videos from user @chien94_1994, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Suasana canggung di ruang kerja Miu masih menyisakan rona merah di pipi Presdir.  Miu buru-buru kembali ke balik meja kerjanya, berdeham berkali-kali untuk menutupi rasa gugupnya. Lena berdiri di dekat sofa, tersenyum-senyum sendiri sambil memegangi pergelangan tangannya yang baru saja digenggam Miu. Tiba-tiba, pintu ruangan ganda berukir mewah itu terbuka lebar tanpa ketukan. Suara langkah sepatu hak tinggi yang tegas dan anggun bergema nyaring di atas lantai marble.  Seorang wanita bertubuh jenjang dengan gaun perancang ternama melangkah masuk penuh percaya diri.
Suasana canggung di ruang kerja Miu masih menyisakan rona merah di pipi Presdir. Miu buru-buru kembali ke balik meja kerjanya, berdeham berkali-kali untuk menutupi rasa gugupnya. Lena berdiri di dekat sofa, tersenyum-senyum sendiri sambil memegangi pergelangan tangannya yang baru saja digenggam Miu. Tiba-tiba, pintu ruangan ganda berukir mewah itu terbuka lebar tanpa ketukan. Suara langkah sepatu hak tinggi yang tegas dan anggun bergema nyaring di atas lantai marble. Seorang wanita bertubuh jenjang dengan gaun perancang ternama melangkah masuk penuh percaya diri. "Miu! Aku kembali!" Wanita itu adalah Faye Peraya teman masa kecil Miu yang baru saja menyelesaikan proyek bisnisnya di luar negeri. Faye tersenyum manis, melangkah cepat mendekati Miu tanpa memedulikan suasana ruangan. Miu terbelalak kaget. "Faye? Kapan kau sampai di Bangkok?" Tanpa menjawab, Faye langsung membungkuk dan merangkul bahu Miu dengan sangat mesra, mengecup pipi Miu singkat. "Baru satu jam yang lalu, Miu. Aku langsung menyuruh sopir membawaku kemari karena merindukanmu!" Miu tersentak pelan, berusaha mengurai rangkulan Faye dengan canggung. "Faye, ini di kantor. Jaga sikapmu." Di sudut ruangan, Lena menyaksikan adegan itu dengan mata bulat yang membelalak lebar. DEG! Dada Lena mendadak terasa aneh. Ada letupan kejengkelan dan rasa tidak suka yang menyengat ulu hatinya saat melihat wanita asing itu memeluk leher Miu dengan begitu akrab. Lena melangkah mendekat tanpa rasa takut, memasang wajah cemberut paling tajam. "Hei! Wanita Gaun Merah! Lepaskan tanganmu dari leher Miu!" Faye menghentikan aksinya, menoleh perlahan menatap Lena dari ujung kepala sampai ujung kaki dengan pandangan meremehkan. "Siapa wanita aneh berpenampilan konyol ini, Miu? Kenapa dia berteriak padaku?" Miu dengan cepat berdiri, melangkah di antara mereka berdua. "Faye, ini Chai Lena, asisten pribadiku yang baru." Faye terkekeh sinis, menyilangkan tangannya di dada. "Asisten pribadi? Miu, selera asistenmu sekarang aneh sekali. Baju dan gayanya sama sekali tidak mencerminkan standar eksekutif Grup F." Lena tidak memedulikan ejekan Faye. Ia melangkah satu tapak lagi, menatap Faye dengan ketus sambil mengendus-endus udara di sekitar Faye. "Aroma tubuhmu aneh sekali! Bau bunga buatan yang menyengat hidung!" kata Lena polos tanpa saringan. "Aroma Miu jauh lebih enak! Seperti kue karamel hangat dari Avelune!" Faye mengernyitkan keningnya jijik. "Apa-apaan gadis ini? Dia mengendusku seperti anjing pelacak?!" "Aku bukan anjing!" bantah Lena tak mau kalah. "Dan Miu itu milikku! Hanya aku yang boleh memeluk dan mengendus lehernya!" Wajah Miu seketika membara merah padam mendengar ucapan konyol Lena di depan Faye. "CHAI LENA! JAGA BICARAMU!" bentak Miu panik. Faye menatap Miu dengan raut curiga dan cemburu yang mulai menyala di matanya. Faye mengenal Miu sejak kecil; Miu tidak pernah membiarkan siapa pun berbicara sesuka hati atau tinggal dekat dengannya. Rona merah di pipi Miu membuat dada Faye bergemuruh panas. Faye melangkah mendekati Miu, memegang lengan Miu posesif sambil menatap Lena tajam. "Miu milikmu?" Faye tertawa dingin. "Dengar ya, Gadis Aneh. Aku dan Miu sudah kenal sejak kami kecil. Aku adalah wanita yang paling memahami masa lalu dan impian Miu. Kau cuma asisten baru yang tidak tahu apa-apa!" Lena memanyunkan bibirnya, maju selangkah menepis jarak. "Aku memang tidak tahu masa lalu Miu! Tapi aku tahu isi hati Miu dan hormon manis di dadanya sangat mencintaiku!" Miu menepuk jidatnya pusing, merasa kepalanya mau pecah menghadapi dua wanita yang saling menatap tajam di depannya. Faye menatap Miu dengan tatapan tegas penuh tekad. "Miu, aku membatalkan kepulanganku ke Eropa. Mulai hari ini, aku akan mengambil alih posisi direktur pemasaran di Grup F dan tinggal di dekatmu kembali." Faye melirik Lena dengan senyuman penuh tantangan. "Kita lihat saja, berapa lama asisten konyol ini bisa bertahan di sisimu, Miu." #fyp #lenamiu #miunatsha #fayeperaya #storytime

About