@dungdungsandeal:

Dung Dung Săn Deal
Dung Dung Săn Deal
Open In TikTok:
Region: VN
Sunday 16 August 2026 10:15:46 GMT
434
1
0
0

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @dungdungsandeal, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

#ateis #Atheist #agnostik #agnostic #sains  Perjalanan spiritual Dr. Alister McGrath dari seorang ateis radikal menjadi salah satu teolog Kristen paling berpengaruh di dunia adalah salah satu aspek paling menarik dari kisah hidupnya. Transformasi ini tidak terjadi karena dorongan emosional, melainkan melalui proses pergulatan intelektual yang panjang saat ia mempelajari sains di Universitas Oxford. Berikut adalah kronologi dan alasan mengapa Alister McGrath meninggalkan ateisme: 1. Masa Remaja sebagai Ateis Radikal Pada akhir tahun 1960-an, saat tumbuh dewasa di Irlandia Utara, McGrath muda adalah seorang ateis yang sangat yakin. Ia memandang agama sebagai sesuatu yang kuno, tidak logis, dan bertentangan dengan kemajuan zaman. Baginya saat itu, sains adalah satu-satunya sumber kebenaran objektif. Ia percaya bahwa dengan mempelajari sains, umat manusia akan segera meninggalkan keyakinan kepada Tuhan. 2. Titik Balik di Universitas Oxford (1971) Pada tahun 1971, McGrath masuk ke Universitas Oxford untuk mempelajari ilmu kimia. Di sinilah keyakinan ateismenya justru mulai goyah. Menyadari Keterbatasan Sains: Semakin dalam ia mempelajari ilmu alam dan biofisika molekuler, ia menyadari bahwa sains sangat luar biasa dalam menjelaskan mekanisme alam semesta (bagaimana sesuatu bekerja). Namun, sains ternyata sepenuhnya buta terhadap pertanyaan tentang makna (mengapa kita ada di sini, apa tujuan hidup, dan apa itu moralitas). Ateisme sebagai
#ateis #Atheist #agnostik #agnostic #sains Perjalanan spiritual Dr. Alister McGrath dari seorang ateis radikal menjadi salah satu teolog Kristen paling berpengaruh di dunia adalah salah satu aspek paling menarik dari kisah hidupnya. Transformasi ini tidak terjadi karena dorongan emosional, melainkan melalui proses pergulatan intelektual yang panjang saat ia mempelajari sains di Universitas Oxford. Berikut adalah kronologi dan alasan mengapa Alister McGrath meninggalkan ateisme: 1. Masa Remaja sebagai Ateis Radikal Pada akhir tahun 1960-an, saat tumbuh dewasa di Irlandia Utara, McGrath muda adalah seorang ateis yang sangat yakin. Ia memandang agama sebagai sesuatu yang kuno, tidak logis, dan bertentangan dengan kemajuan zaman. Baginya saat itu, sains adalah satu-satunya sumber kebenaran objektif. Ia percaya bahwa dengan mempelajari sains, umat manusia akan segera meninggalkan keyakinan kepada Tuhan. 2. Titik Balik di Universitas Oxford (1971) Pada tahun 1971, McGrath masuk ke Universitas Oxford untuk mempelajari ilmu kimia. Di sinilah keyakinan ateismenya justru mulai goyah. Menyadari Keterbatasan Sains: Semakin dalam ia mempelajari ilmu alam dan biofisika molekuler, ia menyadari bahwa sains sangat luar biasa dalam menjelaskan mekanisme alam semesta (bagaimana sesuatu bekerja). Namun, sains ternyata sepenuhnya buta terhadap pertanyaan tentang makna (mengapa kita ada di sini, apa tujuan hidup, dan apa itu moralitas). Ateisme sebagai "Keyakinan": Ia mulai menyadari bahwa ateisme yang ia anut selama ini sebenarnya juga sebuah bentuk "iman" atau asumsi metafisik yang tidak bisa dibuktikan secara murni oleh metode ilmiah eksperimental. 3. Menemukan Kekristenan yang Intelektual Melalui diskusi dengan mahasiswa lain dan membaca literatur yang lebih luas, McGrath menyadari bahwa Kekristenan yang ia tolak selama ini adalah versi karikatur yang dangkal. Ia menemukan bahwa iman Kristen memiliki tradisi intelektual yang sangat kaya dan mendalam. Pengaruh C.S. Lewis: Pemikiran C.S. Lewis (yang juga seorang mantan ateis dan profesor Oxford) sangat memengaruhi McGrath. Lewis pernah menulis bahwa iman Kristen ibarat matahari: kita tidak hanya melihat ke arah matahari, tetapi dengan bantuan sinarnya, kita bisa melihat segala hal lainnya dengan lebih jelas. Bagi McGrath, Kekristenan memberikan "lensa penjelas" (explanatory lens) terbaik yang menyatukan potongan-potongan teka-teki kehidupan—termasuk keindahan sains—menjadi satu gambaran yang utuh dan masuk

About