Brokenrose :
Entah kenapa aku tidak setuju dengan kalimat ini😁
Aku tipe perempuan pekerja keras, harapanku dl menikah, di cukupi, di nafkahi yg layak. tapi takdir berkata lain, dan aku tetap harus menjadi wanita pekerja keras. bagiku rezeli pasutri itu 1, bisa melalui istrinya atau suaminya. tinggal yang sebelah itu ikut mendukung saja, bila jalan rezeki sudah terbuka/terlihat dari suaminya/istrinya.
Duluu aku pernah ikut apa kata suamiku, dukung segala yg ia kerjakan, tapi suamiku kuramg tegas, kurang tega, sehingga dia lebih sering di manfaatkan orang. next aku ambih alih soal mengais rezeki, yang penting suamiku tetap harussss punya penghasilan walau hanya sedikit. bagiku nafkah dari dia itu hukumnya wajib. dan di samping itu, suami harus dukung dan bantu2 di saat aku mengais rezeki. dia tulus aja ke aku, ga neko2, jagain anak2 saat aku harus kerja keluar rumah. dan semakin kesini, jalan rezeki itu terbuka luasss lewat aku, segala hal yang aku usahakan, aku promisiman lebih menjual dari pada yang suamiku usahakan. next fatner terdekatku adalah suami, dan aku pun rihdo atas takdir ini. dan Alhamdulillah... komitmen, konsisten, saling percaya, akhirnya kami mencapai titik finansial yang cukup mapan.
masya Allah....🥰
tidak ada yang salah, tidak ada yang menjadi penghambat, asal ada ridho dan tulus dari kedua belah pihak, pasti Allah bukakan jalan rezeki pasutri itu.
follow akun in, untuk melihat2 vt dan ceritaku selanjutnya🥰
2026-08-17 06:20:15