@tela.de.drama: #novela #LIVEIncentiveProgram #LIVEMonetization #PaidPartnership

teladedrama
teladedrama
Open In TikTok:
Region: BR
Sunday 16 August 2026 20:53:49 GMT
16756
739
45
22

Music

Download

Comments

mocitoghost
Emiliano Mocito Ghost :
parte2
2026-08-21 22:11:44
0
user7626363244881
Dimbulukeni Lobete :
part2
2026-08-21 17:47:59
0
user110292411790
Etinha88 🙏🙏🙏🙏🙏 :
continuação
2026-08-16 22:05:18
1
sicatun.070
Sicatun 070 :
parte 2
2026-08-21 10:14:17
0
silvanduartecruz
silvan Duarte :
todas
2026-08-21 00:58:38
0
leonilderibeiro71
leonilde Ribeiro :
continuação parte 2e3
2026-08-16 21:01:57
1
pacienciamazive
pacienciamazive :
filho ainda està vivo
2026-08-17 10:37:58
1
maudodjodo
Maudo Balde :
oi
2026-08-21 15:21:38
0
lourdes.costa916
Lourdes Costa :
parte2 por favor
2026-08-20 00:53:08
0
user5460971489142
tiktok criador :
parte 2 continuação
2026-08-19 16:06:36
0
user3991901316173
1234567890 :
parte2
2026-08-21 19:01:14
0
rosngela.ferreira197
Rosângela Ferreira :
2
2026-08-19 15:20:02
0
luzinadialima
luzinadialima :
continuação
2026-08-20 16:12:28
0
lu30062013
lucia :
cont2
2026-08-19 03:49:06
0
user8152158042808
user8152158042808 :
parte 2
2026-08-20 23:31:02
0
user9980029077706
Luiz gordo :
parte345
2026-08-16 23:06:36
1
edemir.stroppa.do
Edemir Stroppa dos Santos :
parte.2 3 4
2026-08-16 21:06:25
1
marcellyfreitas26
@MARCELLY MARCELLY :
continua
2026-08-16 21:04:10
1
deia.alves8
Deia Alves :
parte 2 por favor
2026-08-21 23:55:37
0
amador.linhares
Amador Linhares :
bom um
2026-08-18 18:53:09
0
evangelistafrancisca6
franciscaevangel471 :
parte 2
2026-08-18 02:36:07
0
luzianeidelima
Luzia neide Lima :
quero continuação
2026-08-18 02:03:18
0
user354820045224
user354820045224 :
quero outra parte
2026-08-17 17:41:06
0
analia353427584766383663
Francisca Octávio. :
continuação
2026-08-17 15:50:37
0
cm842
Sônia g :
continua
2026-08-16 23:20:43
0
To see more videos from user @tela.de.drama, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

SURAT RAHASIA RISMA UNTUK TUHAN Risma tidak menulis surat untuk viral. Risma menulis surat karena hanya Tuhan yang masih ia percaya mau mendengarkan. Di sebuah tenda pengungsian yang pengap di NTT, di antara terpal yang bocor dan tanah yang masih basah oleh hujan dan air mata, seorang anak 11 tahun merobek buku tulisnya yang sudah kotor oleh debu gempa. Ia tidak menulis
SURAT RAHASIA RISMA UNTUK TUHAN Risma tidak menulis surat untuk viral. Risma menulis surat karena hanya Tuhan yang masih ia percaya mau mendengarkan. Di sebuah tenda pengungsian yang pengap di NTT, di antara terpal yang bocor dan tanah yang masih basah oleh hujan dan air mata, seorang anak 11 tahun merobek buku tulisnya yang sudah kotor oleh debu gempa. Ia tidak menulis "Bunda aku sayang Bunda". Ia tidak menulis cita-cita ingin jadi dokter atau polwan. Ia menulis dengan ejaan yang masih belepotan, dengan huruf yang gemetar, dengan hati yang sudah terlalu dewasa untuk umurnya: "Ya Allah semoga kampung kami tidak terjadi kayak Aceh semoga tidak terjadi ya Allah kami ini banyak yang susah dan banyak yang miskin semoga yang saya doa dan tulis ini di baca Allah semoga terkabulkan ya Allah." Itu saja. Tidak ada yang meminta mainan baru. Tidak ada yang meminta rumah mewah. Anak sekecil itu, yang seharusnya masih takut gelap, justru takut kampungnya menjadi seperti Aceh. Ia tahu apa itu Aceh, dari cerita orang tua. Ia tahu betapa hancurnya. Dan ia tidak mau kampungnya hancur lagi. Risma menyebut dirinya susah. Miskin. Ya Allah, Nak... di umur 11 tahun kau sudah tahu kau miskin. Di umur 11 tahun kau sudah tahu bahwa gempa itu lebih kejam kepada orang miskin. Kau tidak minta kaya, Risma. Kau hanya minta jangan terjadi lagi. Jangan ambil lagi. Dan di akhir suratmu, kau gambar wajah sedih dengan air mata dua titik. Sesederhana itulah caramu menjelaskan rasa sakit yang bahkan orang dewasa tidak mampu menjelaskan. Lalu Risma pulang. Bukan pulang ke rumah, karena rumahnya sudah tidak ada. Risma pulang kepada Pemilik surat itu. Ia meninggal di tenda. Di pangkuan ayahnya. Ayah yang tangannya sudah tidak tahu harus berbuat apa lagi, selain menahan mulut anaknya yang ia cintai, agar tetap hangat. Menahan tangisnya sendiri, agar Risma tidak takut. Risma pergi dengan suratnya yang belum sempat dilipat rapi. Surat yang ia kira rahasia, ternyata dibaca oleh satu Indonesia, dan menyayat satu Indonesia. Risma... Doamu terkabul, Nak. Tuhan sudah baca suratmu, makanya Tuhan peluk kamu duluan, sebelum dingin tenda itu semakin menusukmu. Tuhan tidak tega melihat anak sekecil kamu harus menahan lapar, dingin, dan takut gempa susulan lagi. Sekarang tidurlah yang nyenyak, Risma. Di tempatmu yang baru, tidak ada lagi gempa. Tidak ada lagi tenda bocor. Tidak ada lagi kata "susah dan miskin" yang harus kau tulis sambil menangis. Tugasmu sudah selesai. Biarlah kami yang melanjutkan doamu itu. Ya Allah, jangan biarkan ada Risma-Risma lain lagi yang harus menulis surat seperti itu hanya untuk bisa bertahan hidup.

About