@mestoking4: C’est vrai, j’étais là avec mon père 😂 politique, magne wallah 😂 #mestoking4 #tiktokmali #vues #bamakomali🇲🇱 #visibilité

Mali 🇲🇱 Mesto Opani 🤴
Mali 🇲🇱 Mesto Opani 🤴
Open In TikTok:
Region: ML
Monday 17 August 2026 12:32:53 GMT
21163
4820
172
75

Music

Download

Comments

ousdy10
Ous ™ by ✨🌋 :
:Docteur, il a recommencé encore 😂😂
2026-08-17 13:54:44
5
basiakakane
Basiaka Kane :
😂😂😂
2026-08-17 12:50:05
1
ishaqmahi28
Mr.Diamouténé :
Je confirme on était deux 😂
2026-08-18 13:53:01
0
cheick.coulibaly579
Ibro-cc🇲🇱🇲🇱 :
😂😂😂😂😂
2026-08-17 13:02:37
2
adjalakare1
lgre1 :
heee
2026-08-17 16:58:27
1
fatoumata7151
fatoumata :
😂😂
2026-08-18 21:58:23
0
sourakata_og
Sourakata_OG🇺🇸🥶✊ :
😂😁
2026-08-18 01:20:43
0
dsfrozinballo
frozin :
😂😂😂😂
2026-08-17 21:40:45
0
arounamk
Arouna MK :
2026-08-17 19:08:42
0
drissa.mariko76
@ DIAH LAFIA :
2026-08-17 13:11:31
0
fablous.star
FABLOUS STAR :
boubou junior 😂😂😂
2026-08-17 12:43:22
1
cheick.king.le.ce
Cheick Djo King le Cerveau🇦🇷 :
Djamou douma
2026-08-17 23:13:57
1
bakayogoka
kass :
😂😂😂😂😂
2026-08-17 17:30:10
1
diska234
L 17 Août 🥳🎂 :
😂😂😂
2026-08-17 17:50:32
1
wessou.toure0
WESSOU TOURÉ AD :
😂😂😂
2026-08-17 17:12:48
1
To see more videos from user @mestoking4, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

FULL STORY HERE ⬇️ Jadi ceritanya, Nala itu hampir tiap hari minta main dulu di school habis pulang sekolah. biasanya aku selalu tungguin, 10–30 menit pun aku sabar.  tapi aku juga sudah jelasin dari awal: kalau mami bilang “nggak bisa nunggu”, artinya memang harus langsung pulang. hari ini aku lagi buru-buru banget, ada urusan penting di rumah. begitu dijemput, Nala langsung nangis, teriak di depan sekolah, nggak mau pulang. alasannya banyak, termasuk : dia maunya dipeluk mami. aku sudah ajak masuk mobil biar dipeluk, tapi dia tetap nolak. tantrum makin jadi, ditonton guru dan teman-temannya. dan tanpa sadar… aku ninggiin suara. bahkan sempat muter mobil, kayak mau ninggalin dia. ujungnya? Nala tantrum. Maminya juga. aku emosi banget karena: 	1.	aku dibantah di depan umum (first time banget), 	2.	aku berekspektasi terlalu tinggi — di kepalaku Nala “nggak pernah kayak gini”, 	3.	dan ya… aku lagi buru-buru. akhirnya aku gandeng (agak narik) Nala masuk mobil. sepanjang jalan pulang aku masih emosi, sementara dia cuma diam dan nangis. buat ibu-ibu di luar sana, aku tahu banyak yang jauh lebih sabar dari aku, aku pun pengen bisa sesabar itu. tapi buat yang stok sabarnya setipis tisu 1-ply kena air kayak aku, please know this: MARAH itu wajar kalau tujuannya mendidik. aku marah karena aku pengen Nala disiplin, tahu mana yang boleh dan nggak, belajar tata krama dan menghormati orang tua. itu bukan tuntutan berlebihan — itu nilai. Tapi memang, kadang di tengah capek dan emosi, cara kita marah jadi terlalu keras. dan itu nggak bikin kita jadi ibu yang buruk. itu tanda kita masih belajar. Kalau hari ini suaraku terlalu tinggi, besok aku belajar lagi. karena jadi ibu itu proses untuk terus bertumbuh — bukan untuk selalu benar .  Maafin mami ya Nala, ini kali pertama mami jadi orang tua, mami janji akan terus belajar, jadi orang tua yang “good enough” untuk kamu anggap rumah.
FULL STORY HERE ⬇️ Jadi ceritanya, Nala itu hampir tiap hari minta main dulu di school habis pulang sekolah. biasanya aku selalu tungguin, 10–30 menit pun aku sabar. tapi aku juga sudah jelasin dari awal: kalau mami bilang “nggak bisa nunggu”, artinya memang harus langsung pulang. hari ini aku lagi buru-buru banget, ada urusan penting di rumah. begitu dijemput, Nala langsung nangis, teriak di depan sekolah, nggak mau pulang. alasannya banyak, termasuk : dia maunya dipeluk mami. aku sudah ajak masuk mobil biar dipeluk, tapi dia tetap nolak. tantrum makin jadi, ditonton guru dan teman-temannya. dan tanpa sadar… aku ninggiin suara. bahkan sempat muter mobil, kayak mau ninggalin dia. ujungnya? Nala tantrum. Maminya juga. aku emosi banget karena: 1. aku dibantah di depan umum (first time banget), 2. aku berekspektasi terlalu tinggi — di kepalaku Nala “nggak pernah kayak gini”, 3. dan ya… aku lagi buru-buru. akhirnya aku gandeng (agak narik) Nala masuk mobil. sepanjang jalan pulang aku masih emosi, sementara dia cuma diam dan nangis. buat ibu-ibu di luar sana, aku tahu banyak yang jauh lebih sabar dari aku, aku pun pengen bisa sesabar itu. tapi buat yang stok sabarnya setipis tisu 1-ply kena air kayak aku, please know this: MARAH itu wajar kalau tujuannya mendidik. aku marah karena aku pengen Nala disiplin, tahu mana yang boleh dan nggak, belajar tata krama dan menghormati orang tua. itu bukan tuntutan berlebihan — itu nilai. Tapi memang, kadang di tengah capek dan emosi, cara kita marah jadi terlalu keras. dan itu nggak bikin kita jadi ibu yang buruk. itu tanda kita masih belajar. Kalau hari ini suaraku terlalu tinggi, besok aku belajar lagi. karena jadi ibu itu proses untuk terus bertumbuh — bukan untuk selalu benar . Maafin mami ya Nala, ini kali pertama mami jadi orang tua, mami janji akan terus belajar, jadi orang tua yang “good enough” untuk kamu anggap rumah.

About