@patrullero777: Este es el famoso muelle de Santa Mónica #beach #santamonica #PlacesToVisit #losangeles

patrullero777
patrullero777
Open In TikTok:
Region: US
Monday 17 August 2026 18:57:02 GMT
11897
458
18
72

Music

Download

Comments

katyjas
Katyjas🍭📚🅰️ :
yo lo veo... .y me preguntó.. .se qué algún momento conoceré. . Es un lugar mágico. . . lluvía de bendiciones 🙏🏻
2026-08-19 20:32:45
2
elia.ruiz70
Elia Ruiz :
excelente video linda vista saludos linda tarde
2026-08-17 19:24:05
2
jasser_duarte22
🦉🅹🅰🆂🆂🅴🆁🦉 :
saludos desde
2026-08-17 19:34:31
1
shilanguita_
✨L✨A✨U✨R✨A✨ :
Fabuloso
2026-08-17 19:39:15
1
magui83_.com
magui@83 :
2026-08-18 22:26:09
1
speedygonzales1121
Speedy gonzales :
2026-08-17 23:41:53
2
verito.vargas86
Verito Vargas :
❤️❤️❤️😍😍😍
2026-08-18 19:46:59
1
juancho.fuentes
Juancho Fuentes :
😎💯
2026-08-18 00:51:30
2
biubiu0628
Norain🩵🌧️ :
🥰🥰🥰🥰
2026-08-18 19:15:45
1
catalina.martinez6682
Catalina Martinez :
❤️
2026-08-18 19:16:15
1
To see more videos from user @patrullero777, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

HASIL SKRINING DINI, USIA PELAJAR DI SLEMAN BANYAK ALAMI HIPERTENSI HINGGA GEJALA DEPRESI  Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sleman mengungkap data memprihatinkan dari hasil skrining kesehatan fisik dan mental pada ribuan anak usia sekolah di Bumi Sembada tahun ini. Selain tingginya kasus tekanan darah tinggi (hipertensi) dan gula darah akibat pola makan buruk, Dinkes setempat juga merekam adanya gejala depresi dan kecemasan pada usia remaja. Lebih memprihatinkan lagi, angka kasus bunuh diri di Sleman hingga memasuki Agustus ini telah meningkat dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya.  Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, dr. Seruni Angreni Susila, M.PH, menjelaskan, upaya promotif dan preventif terus digencarkan untuk mempersiapkan generasi muda yang sehat sejak dini dan berprestasi untuk negeri. Upaya mewujudkan itu dilakukan bukan hanya melalui proteksi imunisasi semata, pihaknya juga melakukan skrining kesehatan fisik dan mental bagi anak usia sekolah maupun remaja di Kabupaten Sleman.  Dari total 56.140 anak usia sekolah dan remaja yang menjalani skrining,--baik di sekolah formal, non-formal, maupun anak-anak yang tidak bersekolah,--Dinkes Sleman mencatat sejumlah data kesehatan fisik yang memerlukan perhatian. Antara lain, tekanan darah tinggi ditemukan pada sekitar 18,42% anak usia sekolah. Sebanyak 0,73% anak mengalami gula darah tinggi meskipun belum terdiagnosis diabetes mellitus, sementara 3,62% atau setara 674 anak berada dalam kondisi pre-diabetes. Selain kesehatan fisik, Dinkes Sleman juga memprioritaskan skrining kesehatan jiwa menggunakan perangkat instrumen standar Kementerian Kesehatan yang terdiri dari 15 pertanyaan, serta pemanfaatan alat Heart Rate Variability (HRV) mesin skrining berbasis detektor. Saat ini, mesin HRV telah tersedia di 4 Puskesmas dan 1 unit di Dinas Kesehatan. Dari 18.845 anak yang menjalani skrining kesehatan mental, ditemukan 5,6% mengalami gejala depresi ringan dan 2,38% mengalami gejala depresi berat. Adapun 5,25% mengalami gejala kecemasan ringan dan 2,06% mengalami gejala kecemasan berat. Seruni menegaskan bahwa naiknya angka temuan ini bukan berarti kasus gangguan jiwa mengalami lonjakan drastis dari tahun-tahun sebelumnya, melainkan karena sistem deteksi dini dan literasi masyarakat yang kini jauh lebih aktif. Produser : Ibnu Taufik Juwariyanto Reporter : Ahmad Syarifudin Editor : Afifudin Program : Tribun Jogja News Video Editor : Afifudin #depresi #remaja #pelajar
HASIL SKRINING DINI, USIA PELAJAR DI SLEMAN BANYAK ALAMI HIPERTENSI HINGGA GEJALA DEPRESI Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sleman mengungkap data memprihatinkan dari hasil skrining kesehatan fisik dan mental pada ribuan anak usia sekolah di Bumi Sembada tahun ini. Selain tingginya kasus tekanan darah tinggi (hipertensi) dan gula darah akibat pola makan buruk, Dinkes setempat juga merekam adanya gejala depresi dan kecemasan pada usia remaja. Lebih memprihatinkan lagi, angka kasus bunuh diri di Sleman hingga memasuki Agustus ini telah meningkat dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya. Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, dr. Seruni Angreni Susila, M.PH, menjelaskan, upaya promotif dan preventif terus digencarkan untuk mempersiapkan generasi muda yang sehat sejak dini dan berprestasi untuk negeri. Upaya mewujudkan itu dilakukan bukan hanya melalui proteksi imunisasi semata, pihaknya juga melakukan skrining kesehatan fisik dan mental bagi anak usia sekolah maupun remaja di Kabupaten Sleman. Dari total 56.140 anak usia sekolah dan remaja yang menjalani skrining,--baik di sekolah formal, non-formal, maupun anak-anak yang tidak bersekolah,--Dinkes Sleman mencatat sejumlah data kesehatan fisik yang memerlukan perhatian. Antara lain, tekanan darah tinggi ditemukan pada sekitar 18,42% anak usia sekolah. Sebanyak 0,73% anak mengalami gula darah tinggi meskipun belum terdiagnosis diabetes mellitus, sementara 3,62% atau setara 674 anak berada dalam kondisi pre-diabetes. Selain kesehatan fisik, Dinkes Sleman juga memprioritaskan skrining kesehatan jiwa menggunakan perangkat instrumen standar Kementerian Kesehatan yang terdiri dari 15 pertanyaan, serta pemanfaatan alat Heart Rate Variability (HRV) mesin skrining berbasis detektor. Saat ini, mesin HRV telah tersedia di 4 Puskesmas dan 1 unit di Dinas Kesehatan. Dari 18.845 anak yang menjalani skrining kesehatan mental, ditemukan 5,6% mengalami gejala depresi ringan dan 2,38% mengalami gejala depresi berat. Adapun 5,25% mengalami gejala kecemasan ringan dan 2,06% mengalami gejala kecemasan berat. Seruni menegaskan bahwa naiknya angka temuan ini bukan berarti kasus gangguan jiwa mengalami lonjakan drastis dari tahun-tahun sebelumnya, melainkan karena sistem deteksi dini dan literasi masyarakat yang kini jauh lebih aktif. Produser : Ibnu Taufik Juwariyanto Reporter : Ahmad Syarifudin Editor : Afifudin Program : Tribun Jogja News Video Editor : Afifudin #depresi #remaja #pelajar

About