@goatfindss: links en mi bio 🇨🇳💭#china #mercadochino #kakobuy #kakobuyfinds #spreadsheet

Goat 🇨🇳
Goat 🇨🇳
Open In TikTok:
Region: ES
Monday 17 August 2026 22:01:18 GMT
1626
39
1
4

Music

Download

Comments

lppzzz7
𝔍𝔢𝔰𝔲𝔰 :
Skepta 🥹🥹
2026-08-17 22:07:26
2
To see more videos from user @goatfindss, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Tasawuf (Sufisme) adalah dimensi esoterik Islam yang berfokus pada penyucian hati (tazkiyatun nufus) dan pencapaian kedekatan spiritual dengan Allah (hakikat). Dalam konteks ini, koneksi dengan diri sendiri adalah langkah awal yang krusial sebelum mencapai koneksi tertinggi dengan Sang Pencipta. Berikut adalah pilar-pilar utama dan cara praktis dalam tasawuf untuk terhubung dengan diri sendiri (Al-Nafs/Inner Self): 1). Muhasabah (Introspeksi dan Koreksi Diri) ​Muhasabah adalah praktik fundamental yang melibatkan evaluasi diri secara jujur dan mendalam terhadap setiap perkataan, perbuatan, dan niat yang telah dilakukan. • Fokus: Mengakui kekurangan diri, bukan mencari kesempurnaan duniawi. Tujuannya adalah untuk membersihkan hati dari segala bentuk dosa dan cacat spiritual. • ​Praktik: Melakukan perhitungan diri setiap malam sebelum tidur mengenai amal hari itu. Apakah ada hak Allah atau hak sesama manusia yang terabaikan atau terzalimi? Jika ada, segera bertaubat dan berusaha memperbaikinya. 2). Mengenal Diri Dzahir dan Batin.  ​Tasawuf memandang diri manusia terdiri dari dua aspek yang saling terkait: • ​Diri Dzahir (Fisik dan Indrawi): Mengenal diri melalui wujud fisik sebagai bukti kebesaran dan kekuasaan Allah. Memahami bahwa segala fungsi tubuh (melihat, mendengar, bergerak) adalah anugerah dan pinjaman dari-Nya. • ​Diri Batin (Kalbu, Ruh, dan Nafs): Mengenal alam gaib dalam diri, khususnya al-Qalb (hati/pusat spiritual) yang berfungsi sebagai
Tasawuf (Sufisme) adalah dimensi esoterik Islam yang berfokus pada penyucian hati (tazkiyatun nufus) dan pencapaian kedekatan spiritual dengan Allah (hakikat). Dalam konteks ini, koneksi dengan diri sendiri adalah langkah awal yang krusial sebelum mencapai koneksi tertinggi dengan Sang Pencipta. Berikut adalah pilar-pilar utama dan cara praktis dalam tasawuf untuk terhubung dengan diri sendiri (Al-Nafs/Inner Self): 1). Muhasabah (Introspeksi dan Koreksi Diri) ​Muhasabah adalah praktik fundamental yang melibatkan evaluasi diri secara jujur dan mendalam terhadap setiap perkataan, perbuatan, dan niat yang telah dilakukan. • Fokus: Mengakui kekurangan diri, bukan mencari kesempurnaan duniawi. Tujuannya adalah untuk membersihkan hati dari segala bentuk dosa dan cacat spiritual. • ​Praktik: Melakukan perhitungan diri setiap malam sebelum tidur mengenai amal hari itu. Apakah ada hak Allah atau hak sesama manusia yang terabaikan atau terzalimi? Jika ada, segera bertaubat dan berusaha memperbaikinya. 2). Mengenal Diri Dzahir dan Batin. ​Tasawuf memandang diri manusia terdiri dari dua aspek yang saling terkait: • ​Diri Dzahir (Fisik dan Indrawi): Mengenal diri melalui wujud fisik sebagai bukti kebesaran dan kekuasaan Allah. Memahami bahwa segala fungsi tubuh (melihat, mendengar, bergerak) adalah anugerah dan pinjaman dari-Nya. • ​Diri Batin (Kalbu, Ruh, dan Nafs): Mengenal alam gaib dalam diri, khususnya al-Qalb (hati/pusat spiritual) yang berfungsi sebagai "cermin" untuk menerima cahaya Ilahi, serta An-Nafs (jiwa/ego) dengan segala kecenderungannya (Amarah, Lawwamah, Mutmainnah). 3). Dzikir (Mengingat Allah). Dzikir adalah metode paling penting untuk memurnikan hati (tazkiyah) dan mengalihkan fokus dari godaan eksternal ke esensi diri. • ​Tujuan: Untuk membersihkan "daki-daki dosa" dan karat yang menutupi hati, agar hati (kalbu) dapat melihat realitas spiritual (hakikat). • ​Praktik: Melantunkan lafaz-lafaz suci (seperti Laa ilaaha illallah, Subhanallah) secara berulang dengan kehadiran hati, sehingga ingatan kepada Allah menjadi dominan didalam diri. 4). Uzlah/Khalwat (Menyendiri dalam Sunyi). ​Ini adalah praktik menarik diri sementara dari hiruk pikuk duniawi untuk fokus sepenuhnya pada perjalanan spiritual internal. • ​Khalwat Fisik: Menyendiri ditempat yang tenang (atau dalam kelompok kecil dengan tujuan yang sama) untuk beribadah dan merenung. • ​Khalwat Internal: Lebih penting lagi, mencapai Keheningan (Shumt) dalam pikiran dan hati. Berhenti memikirkan dan membicarakan hal-hal yang tidak perlu (laghw) dan memusatkan konsentrasi ke dalam diri. 5). Riyadhah (Latihan Spiritual dan Disiplin). ​Riyadhah adalah upaya sungguh-sungguh untuk mendidik dan melatih jiwa (Nafs) agar tunduk kepada kehendak Ilahi, bukan kepada hawa nafsu. • ​Puasa (Shawm): Tidak hanya puasa fisik (menahan lapar dan dahaga), tetapi juga puasa indra (menjaga mata, telinga, lidah dari hal-hal maksiat) dan puasa pikiran (mengendalikan keinginan dan syahwat). • ​Qiyamul Lail (Bangun Malam): Melaksanakan salat malam (tahajjud) disepertiga malam terakhir, waktu dimana koneksi spiritual dengan Allah dianggap paling intim. • ​Fikr (Meditasi/Tafakur): Memusatkan pikiran pada kebesaran Allah (melalui ciptaan-Nya) atau pada hakikat keberadaan diri, sebagai perjalanan mental dari dunia eksternal menuju esensi diri. ​Dengan melakukan langkah-langkah ini, seorang Salik (penempuh jalan tasawuf) diharapkan dapat menanggalkan sifat-sifat keegoan (Anaaniyyah) dan mencapai pengenalan diri yang sejati, yang pada akhirnya akan mengarah pada pengenalan dan persatuan spiritual dengan Allah (Ihsan). #HikmahCinta #SirrulAsror #merakitdiri #fyppppppppppppppppppppppp #allahmahabaiktakdirnyatakpernahsalah

About