@coldbluegrey: “Mata mencintai apa yang menyenangkan pandangannya; akal mencintai apa yang mampu memahaminya; namun ruh, ia tidak akan bisa mencintai selain daripada yang menyerupai dirinya.” Tidak semua cinta lahir dari tempat yang sama. Ada cinta yang hanya tertarik pada rupa. Ada cinta yang tumbuh karena kekaguman intelektual. Tetapi ada juga cinta yang jauh lebih dalam dan sulit dijelaskan: ketika dua jiwa merasa saling mengenali tanpa banyak kata. Para ulama dan sufi memahami bahwa manusia memiliki lapisan-lapisan dalam dirinya. Mata tertarik pada keindahan lahiriah. Akal tertarik pada kecerdasan, pemikiran, dan kesamaan cara memahami hidup. Namun ruh memiliki cara sendiri dalam mengenali sesuatu yang dekat dengannya. Karena itu ada orang yang secara fisik biasa saja tetapi terasa sangat menenangkan ketika berada di dekatnya. Ada yang tidak banyak bicara tetapi kehadirannya terasa akrab bagi jiwa. Dan ada pula hubungan yang terlihat sempurna di luar, tetapi batin terasa asing dan kosong. Masalahnya, manusia sering hanya membangun hubungan berdasarkan apa yang disukai mata atau dipahami akal, sementara ruhnya sendiri merasa tidak benar-benar pulang. Akibatnya banyak hubungan terlihat indah tetapi tidak menghadirkan ketenangan yang mendalam. Para sufi memahami bahwa ruh cenderung tertarik kepada apa yang serupa dengannya. Hati yang bersih akan nyaman dengan hati yang bersih. Jiwa yang mencintai Allah akan merasa dekat dengan jiwa yang juga berjalan menuju-Nya. Karena kedekatan ruhani tidak dibangun hanya oleh kata-kata, tetapi oleh kesamaan getaran batin dan arah hidup. Mereka juga sadar bahwa manusia tanpa sadar akan mencari cermin bagi jiwanya sendiri. Sebab ruh tidak bisa benar-benar merasa tenang di tempat yang terlalu bertentangan dengan dirinya. Karena itu para sufi lebih sibuk membersihkan hatinya sendiri daripada sibuk mengejar perhatian manusia. Mereka tahu bahwa ketika ruh menjadi baik, ia akan dipertemukan dengan orang-orang yang membawa ketenangan serupa. Dan mungkin, alasan mengapa sebagian hubungan terasa begitu dalam bukan karena rupa atau logika semata, tetapi karena ada bagian dari ruhmu yang merasa sedang melihat pantulan dirinya sendiri pada diri orang itu. Kalau hari ini kamu merasa sangat terikat kepada seseorang, pernahkah kamu bertanya apakah yang jatuh cinta hanya matamu dan akalmu, atau sebenarnya ruhmu sedang merasa menemukan sesuatu yang selama ini ia kenali dan rindukan? Kredit : Fb Suluksalik

Mocha Pahit
Mocha Pahit
Open In TikTok:
Region: MY
Tuesday 18 August 2026 03:27:44 GMT
73948
5733
0
735

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @coldbluegrey, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos


About