@akbar.masrik5:

Akbar Masrik
Akbar Masrik
Open In TikTok:
Region: PK
Tuesday 18 August 2026 05:09:04 GMT
149
41
22
3

Music

Download

Comments

dev.dev.jaankumar
Dev Dev jaankumar :
,♥️♥️♥️🥰
2026-08-18 10:29:50
0
usmanmasrik2
محمد عثمان سموں :
👌✌️✌️✌️✌️
2026-08-18 21:30:12
0
billubutt4
billubutt4 :
❤️❤️❤️
2026-08-18 09:35:00
1
harchendkhumar7
HARCAD KHUMAR :
❤️❤️❤️
2026-08-18 14:23:16
0
akbar.allah.nu
Akbar Allah Nu :
👌👌👌
2026-08-18 09:33:31
1
user4721901145595
AIJAZ AIL :
💙💙💙
2026-08-18 13:55:39
0
akbar.allah.nu
Akbar Allah Nu :
🥰🥰🥰
2026-08-18 09:33:34
1
user4721901145595
AIJAZ AIL :
🥰🥰🥰
2026-08-18 13:55:35
0
mehtabkhokhar83
MehtaBAli🇱🇾 :
❤️❤️❤️
2026-08-18 06:37:11
1
user4721901145595
AIJAZ AIL :
👍👍👍
2026-08-18 13:55:25
0
rajab.samon5
Rajab Samon :
🥰🥰🥰
2026-08-18 05:34:53
1
bilal.bhai658
Bilal bhai :
✌✌✌
2026-08-18 13:10:58
0
gul.mk06
Gul Mk :
❤️❤️❤️
2026-08-18 05:15:34
1
zahoorahmed.pitaf13
ZahoorAhmed Pitafi :
🥰🥰🥰
2026-08-18 12:58:14
1
user822908927
.محمد شعیب مسرک :
🥰🥰🥰
2026-08-18 12:32:47
0
rzaqquelaghari
⚡✨✨عبد الرزاق 🌙🌙 :
✌️✌️✌️
2026-08-18 12:05:50
0
abdulgaforsamon
وڈیروعبدالغفورمسرک :
🥰🥰🥰
2026-08-18 11:54:26
1
akbar.allah.nu
Akbar Allah Nu :
✌️✌️✌️
2026-08-18 09:33:28
1
usama.samoon
اســـــــــــــــامـــــــہ :
❤️❤️❤️
2026-08-18 07:11:56
1
ranadildar093
Rana Dildar22 :
❤️❤️❤️
2026-08-18 05:15:45
1
gul.mk06
Gul Mk :
🌺🌺🌺
2026-08-18 05:15:43
1
fibersame
Abdul sattar :
👍👍👍
2026-08-18 08:12:58
1
To see more videos from user @akbar.masrik5, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Sejak kita dilahirkan, semesta telah menunjukkan satu hukum yang tidak pernah berubah: segala sesuatu datang, lalu pergi. Pagi tidak pernah memaksa dirinya menjadi siang. Senja tidak menangisi kehadiran malam. Daun yang gugur tidak menolak tanah. Ombak yang menyentuh pantai selalu kembali ke lautan. Semesta tidak pernah mengajarkan cara memiliki. la justru mengajarkan cara menerima setiap yang datang dengan rasa syukur, menghargainya selama ia hadir, lalu merelakannya ketika waktunya telah usai. Namun manusia sering memilih jalan yang berbeda. Kita ingin memiliki sesuatu untuk selamanya— pasangan, keluarga, sahabat, harta, jabatan, bahkan masa muda. Kita menggenggam begitu erat hingga lupa bahwa semua hanyalah titipan yang sedang singgah. Ketika sesuatu datang, kita menganggapnya milik kita. Ketika sesuatu pergi, kita merasa kehidupan telah berlaku tidak adil. Padahal yang berubah bukanlah hukum semesta, melainkan harapan kita yang ingin menjadikan sesuatu yang sementara seolah-olah abadi. Sesungguhnya, penderitaan bukan selalu lahir karena kehilangan. Penderitaan lahir karena kita menolak kenyataan bahwa setiap pertemuan memang telah membawa benih perpisahan sejak awal. Bukan berarti kita tidak boleh mencintai. Justru cintailah dengan sepenuh hati, tetapi jangan sampai menjadikan rasa memiliki lebih besar daripada rasa syukur. Karena cinta yang dewasa tidak mengikat. la memberi ruang. la menghargai. la merelakan. la tetap mendoakan, meski tak lagi berjalan di jalan yang sama. Pada akhirnya, hidup bukanlah tentang seberapa banyak yang berhasil kita kumpulkan, melainkan seberapa bijaksana kita menjalani setiap pertemuan dan seberapa ikhlas kita menghadapi setiap perpisahan. Sebab yang benar-benar menjadi milik kita bukanlah apa yang pernah kita genggam, melainkan setiap pelajaran yang mengubah hati menjadi lebih lembut, lebih bijaksana, dan lebih penuh kasih. Maka belajarlah seperti semesta. Sambutlah setiap yang datang dengan syukur. Jagalah selama masih ada. Dan lepaskan dengan damai ketika waktunya tiba. Karena hanya hati yang mampu merelakan, yang akhirnya benar-benar merasakan kedamaian.
Sejak kita dilahirkan, semesta telah menunjukkan satu hukum yang tidak pernah berubah: segala sesuatu datang, lalu pergi. Pagi tidak pernah memaksa dirinya menjadi siang. Senja tidak menangisi kehadiran malam. Daun yang gugur tidak menolak tanah. Ombak yang menyentuh pantai selalu kembali ke lautan. Semesta tidak pernah mengajarkan cara memiliki. la justru mengajarkan cara menerima setiap yang datang dengan rasa syukur, menghargainya selama ia hadir, lalu merelakannya ketika waktunya telah usai. Namun manusia sering memilih jalan yang berbeda. Kita ingin memiliki sesuatu untuk selamanya— pasangan, keluarga, sahabat, harta, jabatan, bahkan masa muda. Kita menggenggam begitu erat hingga lupa bahwa semua hanyalah titipan yang sedang singgah. Ketika sesuatu datang, kita menganggapnya milik kita. Ketika sesuatu pergi, kita merasa kehidupan telah berlaku tidak adil. Padahal yang berubah bukanlah hukum semesta, melainkan harapan kita yang ingin menjadikan sesuatu yang sementara seolah-olah abadi. Sesungguhnya, penderitaan bukan selalu lahir karena kehilangan. Penderitaan lahir karena kita menolak kenyataan bahwa setiap pertemuan memang telah membawa benih perpisahan sejak awal. Bukan berarti kita tidak boleh mencintai. Justru cintailah dengan sepenuh hati, tetapi jangan sampai menjadikan rasa memiliki lebih besar daripada rasa syukur. Karena cinta yang dewasa tidak mengikat. la memberi ruang. la menghargai. la merelakan. la tetap mendoakan, meski tak lagi berjalan di jalan yang sama. Pada akhirnya, hidup bukanlah tentang seberapa banyak yang berhasil kita kumpulkan, melainkan seberapa bijaksana kita menjalani setiap pertemuan dan seberapa ikhlas kita menghadapi setiap perpisahan. Sebab yang benar-benar menjadi milik kita bukanlah apa yang pernah kita genggam, melainkan setiap pelajaran yang mengubah hati menjadi lebih lembut, lebih bijaksana, dan lebih penuh kasih. Maka belajarlah seperti semesta. Sambutlah setiap yang datang dengan syukur. Jagalah selama masih ada. Dan lepaskan dengan damai ketika waktunya tiba. Karena hanya hati yang mampu merelakan, yang akhirnya benar-benar merasakan kedamaian.

About