@juraganisianrumah: Dashboard Mobil bisa buat holder hp juga

Juragan Isian Rumah
Juragan Isian Rumah
Open In TikTok:
Region: ID
Tuesday 18 August 2026 08:00:23 GMT
1023
1
0
1

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @juraganisianrumah, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Menurut gue, yang menarik dari Open Day Parlemen Malaysia ini bukan cuma karena kita bisa masuk ke gedungnya. Tapi karena sebuah institusi negara memilih untuk membuka pintunya dan membiarkan masyarakat melihat lebih dekat apa yang selama ini terjadi di balik tembok parlemen. Parlemen sering terasa seperti sesuatu yang jauh: ada gedungnya, ada sidangnya, ada berita politiknya. Tapi bagi sebagian masyarakat, mungkin masih terasa abstrak—sebenarnya mereka kerja di mana? Seperti apa ruangnya? Bagaimana suasananya? Kesempatan seperti ini bisa membuat institusi publik terasa lebih dekat dan lebih manusiawi. Apalagi aktivitasnya juga nggak melulu soal politik. Ada cek kesehatan gratis untuk warga Malaysia, permainan tradisional, berbagai aktivitas keluarga, sampai kesempatan membaca di perpustakaan Parlemen. Jadi masyarakat datang bukan hanya untuk “melihat gedung”, tapi juga menikmati ruang publik dan mengenal institusinya. Dan buat gue sebagai orang Indonesia yang tinggal di Malaysia, menarik juga karena orang asing/turis bisa ikut datang dan melihat dari dekat. Mungkin kelihatannya sederhana: “cuma buka gedung parlemen.” Tapi keterbukaan seperti ini punya pesan yang jauh lebih besar: Institusi publik seharusnya nggak terasa asing bagi publik. Karena semakin masyarakat mengenal bagaimana institusinya bekerja, semakin mudah juga untuk tumbuh rasa peduli, kritis, dan punya hubungan dengan proses demokrasi. Semoga semakin banyak institusi publik di berbagai negara yang punya inisiatif serupa. 🇲🇾 Follow @mrioaldino kalau lo suka konten yang ngajak jalan-jalan sambil belajar hal baru. ✌️ #malaysia #parlemen
Menurut gue, yang menarik dari Open Day Parlemen Malaysia ini bukan cuma karena kita bisa masuk ke gedungnya. Tapi karena sebuah institusi negara memilih untuk membuka pintunya dan membiarkan masyarakat melihat lebih dekat apa yang selama ini terjadi di balik tembok parlemen. Parlemen sering terasa seperti sesuatu yang jauh: ada gedungnya, ada sidangnya, ada berita politiknya. Tapi bagi sebagian masyarakat, mungkin masih terasa abstrak—sebenarnya mereka kerja di mana? Seperti apa ruangnya? Bagaimana suasananya? Kesempatan seperti ini bisa membuat institusi publik terasa lebih dekat dan lebih manusiawi. Apalagi aktivitasnya juga nggak melulu soal politik. Ada cek kesehatan gratis untuk warga Malaysia, permainan tradisional, berbagai aktivitas keluarga, sampai kesempatan membaca di perpustakaan Parlemen. Jadi masyarakat datang bukan hanya untuk “melihat gedung”, tapi juga menikmati ruang publik dan mengenal institusinya. Dan buat gue sebagai orang Indonesia yang tinggal di Malaysia, menarik juga karena orang asing/turis bisa ikut datang dan melihat dari dekat. Mungkin kelihatannya sederhana: “cuma buka gedung parlemen.” Tapi keterbukaan seperti ini punya pesan yang jauh lebih besar: Institusi publik seharusnya nggak terasa asing bagi publik. Karena semakin masyarakat mengenal bagaimana institusinya bekerja, semakin mudah juga untuk tumbuh rasa peduli, kritis, dan punya hubungan dengan proses demokrasi. Semoga semakin banyak institusi publik di berbagai negara yang punya inisiatif serupa. 🇲🇾 Follow @mrioaldino kalau lo suka konten yang ngajak jalan-jalan sambil belajar hal baru. ✌️ #malaysia #parlemen

About