@oumystaongle:

oumystaongle
oumystaongle
Open In TikTok:
Region: SN
Tuesday 18 August 2026 12:35:17 GMT
7230
1191
97
19

Music

Download

Comments

ctabi.fayi
tabi faye :
cc depuis canada 🇨🇦 lv bb
2026-08-24 17:02:33
0
oussamasamb
oussamasamb :
Très belle
2026-08-24 05:45:12
0
atoudiop
Attou. DiOP👍👍💋 :
Nice
2026-08-24 16:19:57
0
mendy.junior4
Mendy junior :
Mvvie ❤️
2026-08-23 11:02:52
0
bgue.s.saliou3
Bègue s Saliou :
Bb vie bi
2026-08-22 23:45:11
0
modouawatine
modouawatine :
🥰
2026-08-24 11:36:43
0
user9817960857780
user9817960857780 :
😳😳😳😳
2026-08-24 22:32:58
0
lamine.ciss581
LAMINE CISS :
W🥰🥰🥰
2026-08-18 12:46:16
0
coumba___diop50
Coumba diop :
Wawaw
2026-08-18 12:49:38
0
bianguinch.amina
🥰bianguinch🦋😈 angel💍 :
Mo bb 🥰🥰🥰
2026-08-18 14:01:59
0
ndeyecodou24
Ndeya💞❤️💯 fallou🥰🇸🇳🇲🇷 :
😘😘😘
2026-08-19 01:08:38
0
amathndoye813
Amath Ndoye :
je t'aime
2026-08-18 22:51:59
0
abdoukhadrediouf8
ABDOU khadre diouf :
Tu est trop belle ma chérie ❤️🥰😍
2026-08-21 06:33:21
0
ndellaserienitouinteret
NDELLA SERI NITOU INTERET :
💕💕💕💕💕💕
2026-08-18 23:52:18
0
jeromemendj
jerome mendy :
aya 🥰 metie
2026-08-19 02:27:39
0
princesseboulissndiaguo
princesse bou liss ndiaguo ✝️ :
mvv ❤️
2026-08-24 18:50:33
0
abdoulayegueye542
PAPITO GUEYE :
🥰🥰🥰
2026-08-25 14:58:08
1
momodiallo85
momo galsen🇸🇳😍 :
2026-08-25 15:17:48
0
tafaro32
tafaro :
Machallah tué taré belle
2026-08-21 20:09:57
0
marcomartinez762
marcomartinez762 :
2026-08-19 15:11:23
0
mouhamedalvessyll
Mouhamed Alves Sylla :
Ya Bari feeling
2026-08-19 01:11:40
0
youssouba88
youssouba88 :
2026-08-24 05:54:34
0
lomoussaliou0
LO NDAME MOU S SALIOU 320 :
khale bou nekh la rk ❤️
2026-08-19 06:53:52
0
diambarleguilegui
Black Man🔥🇸🇳❤️💪 :
2026-08-18 12:54:08
0
To see more videos from user @oumystaongle, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Matthew Gallagher punya ide sederhana: kalau AI bisa ngerjain hampir semua hal, kenapa masih butuh banyak karyawan? Dengan modal sekitar Rp300 juta, dia bikin bisnis bernama MEDVi. Strateginya agresif, pakai AI untuk jualan obat pelangsing, didukung lebih dari 800 akun Facebook palsu yang nyamar jadi dokter, lengkap dengan foto profil hasil AI. Akun-akun ini dipakai buat kasih review dan membangun kepercayaan. Hasilnya kelihatan luar biasa. Bisnis ini diklaim menghasilkan sampai Rp28 triliun. Bahkan sempat dipuji media seperti The New York Times sebagai “kisah sukses” AI-driven company. Tapi di balik itu, masalah mulai muncul. Pada Februari 2026, badan pengawas obat AS, Food and Drug Administration (FDA), mengirim surat peringatan karena metode marketing MEDVi dianggap menyesatkan, seolah-olah produknya sudah disetujui resmi. Ironisnya, ini terjadi hanya sekitar enam minggu sebelum liputan positif media terbit. Lalu muncul kebocoran data besar, sekitar 1,6 juta data pasien terekspos. Kasus ini berujung pada gugatan class action di Delaware. Saat ditelusuri lebih dalam, banyak klaim bisnisnya ternyata tidak bisa diverifikasi. Tidak ada audit independen, dan angka-angka yang diumumkan diragukan. Investigasi dari Futurism mengungkap hal yang lebih serius. Foto before-after pasien ternyata deepfake, dibuat dari hasil editan AI. Pertumbuhan bisnisnya juga didorong oleh ratusan halaman Facebook yang berpura-pura jadi dokter untuk menargetkan perempuan usia 35–55 tahun. Bahkan di bagian kecil situs mereka sendiri, MEDVi mengakui bahwa orang-orang di iklan bisa saja aktor atau hasil AI, bukan tenaga medis sungguhan. Akhirnya, narasi “bisnis miliaran dolar berbasis AI” mulai runtuh. Banyak analis menilai cerita suksesnya jauh lebih besar daripada realitas bisnisnya. #artificialintelligence #aiupdates #aitrends #contentAI #aicontent
Matthew Gallagher punya ide sederhana: kalau AI bisa ngerjain hampir semua hal, kenapa masih butuh banyak karyawan? Dengan modal sekitar Rp300 juta, dia bikin bisnis bernama MEDVi. Strateginya agresif, pakai AI untuk jualan obat pelangsing, didukung lebih dari 800 akun Facebook palsu yang nyamar jadi dokter, lengkap dengan foto profil hasil AI. Akun-akun ini dipakai buat kasih review dan membangun kepercayaan. Hasilnya kelihatan luar biasa. Bisnis ini diklaim menghasilkan sampai Rp28 triliun. Bahkan sempat dipuji media seperti The New York Times sebagai “kisah sukses” AI-driven company. Tapi di balik itu, masalah mulai muncul. Pada Februari 2026, badan pengawas obat AS, Food and Drug Administration (FDA), mengirim surat peringatan karena metode marketing MEDVi dianggap menyesatkan, seolah-olah produknya sudah disetujui resmi. Ironisnya, ini terjadi hanya sekitar enam minggu sebelum liputan positif media terbit. Lalu muncul kebocoran data besar, sekitar 1,6 juta data pasien terekspos. Kasus ini berujung pada gugatan class action di Delaware. Saat ditelusuri lebih dalam, banyak klaim bisnisnya ternyata tidak bisa diverifikasi. Tidak ada audit independen, dan angka-angka yang diumumkan diragukan. Investigasi dari Futurism mengungkap hal yang lebih serius. Foto before-after pasien ternyata deepfake, dibuat dari hasil editan AI. Pertumbuhan bisnisnya juga didorong oleh ratusan halaman Facebook yang berpura-pura jadi dokter untuk menargetkan perempuan usia 35–55 tahun. Bahkan di bagian kecil situs mereka sendiri, MEDVi mengakui bahwa orang-orang di iklan bisa saja aktor atau hasil AI, bukan tenaga medis sungguhan. Akhirnya, narasi “bisnis miliaran dolar berbasis AI” mulai runtuh. Banyak analis menilai cerita suksesnya jauh lebih besar daripada realitas bisnisnya. #artificialintelligence #aiupdates #aitrends #contentAI #aicontent

About