@seulementmoi319: #südfrankreich #sonnedessūdens #noelle #Mut #Respekt

Noe'lle
Noe'lle
Open In TikTok:
Region: FR
Tuesday 18 August 2026 12:51:27 GMT
4714
276
35
32

Music

Download

Comments

heidi.k.klein
Heidi :
super😂😂😂
2026-08-18 15:04:43
2
wolfgangwei
Whity :
Uralt aber gut
2026-08-18 15:10:17
2
roswitha1708
roswitha1708 :
Passt!!!
2026-08-18 18:55:48
0
hexe691
Sabine Goy :
immer wieder gut 😂
2026-08-18 17:05:56
0
ellam9426
ellam9426 :
😂😂😂😂👍👍👍
2026-08-19 18:54:17
0
kallina682
Kallina :
2026-08-18 13:46:48
0
bulli8272
Bulli :
2026-08-18 19:07:45
0
ulrikemller73
ulrikemller73 :
2026-08-19 10:20:10
0
silvia600406
Silvi :
Super, 😂😂😂
2026-08-18 16:04:32
0
lotti1170
Lotti :
Hervorragend !😂😂😂😂😂😂
2026-08-18 13:49:46
2
maikfer974
Maikäfer :
Das darf nicht wahr sein 😂😂😂
2026-08-18 13:09:34
0
gugi.s2810
gugiiiii :
😂
2026-08-18 14:40:17
0
burkhardwolf802
Burkhard :
😂😂😂😂😂😂
2026-08-18 13:04:20
0
matamata774
Der Michl :
richtig so
2026-08-18 18:31:31
0
harpye6
Harpye :
So und nicht anders muß das!👍
2026-08-18 22:49:10
1
666tommy03
divavolo :
das ist super war das die super Zahnfee
2026-08-18 15:44:37
0
ingriddetering
ingriddetering :
😂😂
2026-08-18 16:46:36
0
gerlinde597
Gerlinde :
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
2026-08-18 14:27:32
0
connifly
user1099646401509 :
👍
2026-08-18 18:17:33
0
user381590705868003
user381590705868003 :
😂😂😂
2026-08-18 15:53:33
0
traudl842
Traudl :
😂😂😂😂👍👍👍
2026-08-18 16:46:10
0
To see more videos from user @seulementmoi319, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

“Loh, Mbak?!
“Loh, Mbak?!" PRANG!! Aku terkesiap mendengar pekik kaget asisten rumah tanggaku, ditambah lagi suara benda-benda bawaannya yang kini berjatuhan heboh memenuhi seisi ruangan. Tanganku yang sedang memegang kopi sachet seketika goyah. Serbuk kopi yang harusnya masuk ke gelas malah mendarat berantakan di atas meja dapur—sebagian bahkan terbang entah ke mana.  “Sampean ini kenapa, Bik? Bikin kaget aja!” "Aa—anu ... itu aa—" Bik Ani yang tampak kebingungan itu mulai menggaruk tengkuknya. "Apa?" Aku beralih membereskan serbuk kopi yang berceceran di meja dapur, kemudian mengambil yang baru untuk kuseduh. "Anu ... barusan saya baru aja lihat Mbak Nazwa di kamar Non Sarah. Tapi kok tau-tau Mbak Nazwa ada di sini." Bik Ani bolak-balik menunjukku dan kamar anakku dengan tatapan bingung.   "Bik Ani salah lihat kali," ucapku santai. Aku masih terus mengaduk kopiku. "Enggak, Mbak. Sumpah! Barusan saya lihat Mbak Nazwa jelas lagi ngobrol sama Non Sarah di kamar." Aku masih santai menyeruput kopiku. "Dari tadi saya di sini, Bik. Lagian Sarah sudah tidur siang dari jam satu tadi." “Betul lho, Mbak. Saya barusan lihat perempuan pakai baju kayak baju kerajaan gitu. Lagi ngobrol sama Non Sarah. Saya kira itu Mbak Nazwa baru selesai syuting," paparnya.   Alisku bertaut rapat. Sejenak menghentikan aktivitasku untuk berpikir. Memang benar, pekerjaanku sebagai kreator iklan sering kali menuntutku untuk mengenakan berbagai kostum aneh demi totalitas peran. Namun, hari ini kalendarku bersih dari jadwal pengambilan gambar.   “Saya gak ada jadwal syuting hari ini, Bik,” ucapku singkat. Aku menyesap sesendok kopi yang uapnya mulai menipis. Cairan hitam beraroma pekat itu mengalir hangat, menyusuri kerongkongan dan memberi sedikit ketenangan di tengah kebingungan yang mulai merayap.   “Terus itu siapa yang ada di kamar Non Sarah, Mbak?" Bik Ani malah melotot ke arahku. "Apa jangan-jangan ...." Aku balik menatap wajah Bik Ani yang mulai memucat. "Jangan-jangan apa, Bik?" Aku menaruh gelasku. Tak kupungkiri, aku juga mulai takut jika ada orang yang menyusup masuk ke rumahku lalu menculik Sarah. "Jangan-jangan setan itu, Mbak!" "Hush!" Aku hampir tertawa mendengar dugaan Bik Ani. "Mana ada setan siang bolong begini, Bik?!" Aku beranjak berdiri, hendak memeriksa ke kamar Sarah. "Betul, Mbak. Saya benar-benar ngira itu Mbak Nazwa. Abisnya kayak mirip banget." Bik Ani mengikutiku dari belakang sambil terus mengoceh. "Apalagi tadi Non Sarah sempat bilang ke Bibi kalau nanti malam dia mau diajak ke istana...." "Bibi sempat minta ikut, tapi gak dibolehin sama perempuan berbaju kerajaan yang mirip Mbak Nazwa itu." "Padahal kalau Non Sarah sama Mbak Nazwa jalan-jalan, Bibi suka diajak kan ya. Lha ini kok tumben, Bibi gak boleh iku—t" "Sssstttt!!!" Aku menahan ocehan Bik Ani. Dan sengaja menghentikan langkahku di ruang tengah yang hanya tinggal beberapa meter lagi ke k am a r Sarah. Telingaku seperti menangkap sesuatu. Sayup-sayup aku dapat mendengar Sarah seperti tengah bercengkrama dengan seseorang. Ia terdengar riang. Namun, logika di kepalaku menolak keras; siapa yang ada di sana? Di rumah ini hanya ada kami bertiga—berempat jika ditambah suamiku yang jarang pulang. Jam di dinding baru saja menunjukkan pukul tiga sore—masih terlalu dini bagi suamiku untuk pulang, itu pun jika dia tidak memilih untuk menginap di rumah orang tuanya seperti biasa.   “Sarah….” Aku melangkah pelan mendekati kamar anakku. Kemudian menempelkan telinga di dinding pembatas di luarnya. Benar, Sarah terdengar jelas sedang bercengkrama dengan seseorang. Aku melirik Bik Ani yang juga tengah menatapku.   Perlahan kami mendekati pintu kamar Sarah. Dalam kepanikan yang memuncak, aku langsung mendorong pintu itu dengan kasar, menyerobot masuk ke dalam. Detik itu juga, pemandangan di dalam kamar seketika membuat jantungku terasa berhenti. “Bik ...," bisikku. ***** Baca selengkapnya di KBM-app, yuk! Judul: Ular Pesugihan Di Kamar Anakku Penulis: Luna Aira #ular #pesugihan #pesugihansategagak #temancerita

About