@10__10hh: @زهراء الشمري @صادق المروج #@مهدي زناد

زهراء الشمري
زهراء الشمري
Open In TikTok:
Region: IQ
Tuesday 18 August 2026 16:52:27 GMT
78677
2415
52
193

Music

Download

Comments

ali.1992ali
علي باش :
الحمدلله والشكر لله رب العالمين
2026-09-20 09:18:26
2
madin413
مدين المالكي :
ورحمة ربك خيرا ممايجمعون
2026-09-20 10:27:42
2
rkam82
ابو أيهم :
والنعم بالله
2026-09-20 09:32:30
2
user2554759209772
علي :
ونعم الله
2026-09-20 11:39:37
1
mohammedsalih9548
محمد القريشي👑🇮🇶 :
الحمدلله على كل حال
2026-09-20 10:20:05
1
userqxnqpfljfs
صفحة نشر جيل طيبين :
اللة اللة
2026-09-20 10:14:31
1
mohammadtalat....2
Mohammad AL-Turki :
ما شاء الله
2026-09-20 11:33:16
1
em_ad75
عماد الواسطي :
ونعم بالله العلي العظيم
2026-09-20 10:09:12
1
user7806161995468
همام :
لاحول ولاقوة الا بالله
2026-09-20 09:11:04
1
kwije.jekej
kwije jekej :
انا اشاء وانت تشاء والله يفعل ما يساء اللهم اجعلنا كما تحب لنا يا عضيم
2026-09-20 12:01:23
1
abas_almalke1
الشاعر عباس المالكي🇮🇶) :
الحمد الله على كل حال
2026-09-20 09:32:44
1
alisalman8439
Ali Aljanaby :
سبحان الله العظيم
2026-09-20 12:54:15
0
user5346325023324
مقتدى العراقي :
الحمدالله
2026-09-20 13:08:54
0
wj__f
رحمتك يارب :
ونعم الرب الرحيم
2026-09-20 13:26:38
0
t6isv
ولهہآن :
يالله ارحمنا برحمتك مون علينه بلطفك
2026-08-18 18:38:40
0
user7339821497993
مؤمل الحسيناوي🌖🎌🪐 :
ونعم بالله العلي العظيم
2026-09-20 10:36:59
1
userjkd7
ابن الحشد☝️ :
الحمدالله
2026-09-20 13:11:18
0
user8854845246474
المستشار :
ونعم بالله العلي العظيم
2026-09-20 13:06:07
0
rasolrasol352
علي السعيدي :
رحمة الله واسعه
2026-09-20 13:46:45
0
user1z72bzjgu8
.. Maher alansary.. :
بعض السقوط نجاة
2026-09-20 12:36:22
0
plpo2033
الفتى الهاشمي :
ارحم الراحمين
2026-09-20 13:43:49
0
usern3mmxpaan1
فراس تنبل :
ما شاءلله
2026-09-20 11:39:37
1
user8s7fzht6k8
نوارس الحب :
حاشا لله
2026-09-20 12:38:06
0
dylrymh6hebj
حسن الربيعي :
نعم والف نعم اكيد صدقتي حياكم الله يحفظكم
2026-09-20 12:37:50
0
adel_alsaade_
عادل ابو محمد :
ونعمه بل الله
2026-09-17 12:51:48
0
To see more videos from user @10__10hh, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

#BANYUWANGI – Pemkab Banyuwangi memperkuat kolaborasi dengan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Jawa Timur untuk mendorong pembangunan daerah yang semakin berkualitas, berkelanjutan, sekaligus tetap berakar pada identitas lokal. Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) tentang Sinergi Pembangunan dan Pengembangan Potensi Daerah yang ditandatangani langsung Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani bersama Ketua IAI Jawa Timur Fafan Tri Afandy di Banyuwangi, Jumat (11/9/2026). Kerja sama ini ke depan akan menjadi ruang kolaborasi untuk memperkuat kualitas pembangunan infrastruktur dan tata ruang di Banyuwangi. Termasuk mendorong keterlibatan tenaga arsitek dalam pengembangan ruang publik, bangunan pemerintahan, fasilitas pelayanan masyarakat, hingga pengembangan kawasan pariwisata. Bupati Ipuk mengatakan, pemkab terus berupaya menjaga agar pembangunan tidak sekadar mengejar aspek fisik, namun juga memperhatikan kenyamanan masyarakat, keberlanjutan lingkungan, serta karakter daerah. “Arsitektur tidak hanya soal kemegahan, tetapi harus berpihak kepada masyarakat. Dengan kolaborasi bersama IAI, kami ingin terus memastikan ruang publik, taman kota, hingga tata ruang wilayah melibatkan arsitek agar pembangunan lebih nyaman, berkelanjutan, dan menyejahterakan masyarakat,” ungkapnya. Menurut Ipuk, Banyuwangi telah menjalankan konsep pembangunan hijau selama lebih dari 14 tahun. Banyak bangunan publik di Banyuwangi melibatkan arsitek. “Kita ingin pembangunan daerah tetap berkarakter dan tidak kehilangan jati diri, namun pada saat yang sama memenuhi standar kualitas dan keberlanjutan,” kata Ipuk. Ketua IAI Jawa Timur Fafan Tri Afandy mengatakan kerja sama tersebut menjadi peluang untuk semakin memperkuat ekosistem arsitektur di Banyuwangi, sekaligus meningkatkan kualitas pembangunan daerah. “IAI bersama Pemkab Banyuwangi telah lama menjalin kolaborasi yang cukup intens. Kami melihat loncatan perkembangan bidang arsitektur yang cukup pesat di Banyuwangi hingga menjadikannya barometer arsitektur di Indonesia, khususnya di wilayah timur,” kata Fafan. Menurut Fafan, perkembangan tersebut tidak lepas dari konsistensi Banyuwangi dalam mengembangkan arsitektur yang mengangkat identitas lokal sekaligus mengedepankan prinsip keberlanjutan. Salah satu tonggaknya adalah keberhasilan Banyuwangi meraih Aga Khan Award for Architecture melalui Bandara Internasional Banyuwangi. Penghargaan tersebut merupakan salah satu penghargaan arsitektur paling bergengsi di dunia. Kolaborasi dengan IAI juga diharapkan semakin memperkuat kapasitas sumber daya manusia bidang arsitektur di Banyuwangi.  “Dari awal hanya terdapat tiga hingga empat arsitek, kini Banyuwangi memiliki 10–16 arsitek teregistrasi, 33 konsultan perencana, serta sekitar 80 sarjana arsitektur yang kembali ke daerah,” ujarnya. Melalui kerja sama ini, IAI Jawa Timur juga berkomitmen memberikan dukungan pengembangan kapasitas para arsitek dan tenaga profesional di Banyuwangi.
#BANYUWANGI – Pemkab Banyuwangi memperkuat kolaborasi dengan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Jawa Timur untuk mendorong pembangunan daerah yang semakin berkualitas, berkelanjutan, sekaligus tetap berakar pada identitas lokal. Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) tentang Sinergi Pembangunan dan Pengembangan Potensi Daerah yang ditandatangani langsung Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani bersama Ketua IAI Jawa Timur Fafan Tri Afandy di Banyuwangi, Jumat (11/9/2026). Kerja sama ini ke depan akan menjadi ruang kolaborasi untuk memperkuat kualitas pembangunan infrastruktur dan tata ruang di Banyuwangi. Termasuk mendorong keterlibatan tenaga arsitek dalam pengembangan ruang publik, bangunan pemerintahan, fasilitas pelayanan masyarakat, hingga pengembangan kawasan pariwisata. Bupati Ipuk mengatakan, pemkab terus berupaya menjaga agar pembangunan tidak sekadar mengejar aspek fisik, namun juga memperhatikan kenyamanan masyarakat, keberlanjutan lingkungan, serta karakter daerah. “Arsitektur tidak hanya soal kemegahan, tetapi harus berpihak kepada masyarakat. Dengan kolaborasi bersama IAI, kami ingin terus memastikan ruang publik, taman kota, hingga tata ruang wilayah melibatkan arsitek agar pembangunan lebih nyaman, berkelanjutan, dan menyejahterakan masyarakat,” ungkapnya. Menurut Ipuk, Banyuwangi telah menjalankan konsep pembangunan hijau selama lebih dari 14 tahun. Banyak bangunan publik di Banyuwangi melibatkan arsitek. “Kita ingin pembangunan daerah tetap berkarakter dan tidak kehilangan jati diri, namun pada saat yang sama memenuhi standar kualitas dan keberlanjutan,” kata Ipuk. Ketua IAI Jawa Timur Fafan Tri Afandy mengatakan kerja sama tersebut menjadi peluang untuk semakin memperkuat ekosistem arsitektur di Banyuwangi, sekaligus meningkatkan kualitas pembangunan daerah. “IAI bersama Pemkab Banyuwangi telah lama menjalin kolaborasi yang cukup intens. Kami melihat loncatan perkembangan bidang arsitektur yang cukup pesat di Banyuwangi hingga menjadikannya barometer arsitektur di Indonesia, khususnya di wilayah timur,” kata Fafan. Menurut Fafan, perkembangan tersebut tidak lepas dari konsistensi Banyuwangi dalam mengembangkan arsitektur yang mengangkat identitas lokal sekaligus mengedepankan prinsip keberlanjutan. Salah satu tonggaknya adalah keberhasilan Banyuwangi meraih Aga Khan Award for Architecture melalui Bandara Internasional Banyuwangi. Penghargaan tersebut merupakan salah satu penghargaan arsitektur paling bergengsi di dunia. Kolaborasi dengan IAI juga diharapkan semakin memperkuat kapasitas sumber daya manusia bidang arsitektur di Banyuwangi. “Dari awal hanya terdapat tiga hingga empat arsitek, kini Banyuwangi memiliki 10–16 arsitek teregistrasi, 33 konsultan perencana, serta sekitar 80 sarjana arsitektur yang kembali ke daerah,” ujarnya. Melalui kerja sama ini, IAI Jawa Timur juga berkomitmen memberikan dukungan pengembangan kapasitas para arsitek dan tenaga profesional di Banyuwangi. "Saat ini telah terbentuk Komisariat Wilayah IAI Banyuwangi sebagai wadah resmi bagi para arsitek lokal untuk berpraktik, berkolaborasi, dan mengembangkan kompetensi," ujar Fafan. Selain itu, IAI Jatim Komisariat Banyuwangi juga terus mengembangkan ruang diskusi publik mengenai arsitektur. Salah satunya melalui rangkaian acara Gesah dan Pameran Arsitektur yang berlangsung pada 11–13 September 2026. (*)

About