"\",7675546528781585684,aisonmajid"/> "\": di Ako yan ha #ledscroller #fypシ゚ ##fypppppppppp - @aisonmajid"/> "\": di Ako yan ha #ledscroller #fypシ゚ ##fypppppppppp - @aisonmajid"/>

@aisonmajid: di Ako yan ha #ledscroller #fypシ゚ ##fypppppppppp

"\"" class="img-circle">
"/""\"
Open In TikTok:
Region: PH
Wednesday 19 August 2026 01:20:49 GMT
503348
37865
493
29932

Music

Download

Comments

ssecnirpsoluenab
Arnafe B, Maganding102693 :
ide love you tooo
2026-08-20 13:13:41
5
your_future_gurll
✨°~}KIRA{~°✨ :
same pfp btw
2026-08-20 16:07:45
1
khadane3
catriona dane e caraballe :
ide i love you too
2026-08-21 13:24:43
0
merliebalioa
merliebalioa :
lab you tooo
2026-08-21 12:18:55
0
user9838726363336
LORRAINE :
I feel cringe 😬
2026-08-21 02:39:49
39
judith.pulido82
Judith Pulido :
lab u too
2026-08-21 10:15:09
0
prettyvinee
V I N E ~🩷 :
SALITANG "lab u" palang halatang mang loloko na
2026-08-21 09:39:58
11
nathalie.santande93
Nat'z :
lab u daw sabi ko
2026-08-20 13:16:44
2
althea.nathalie.l0
Althea nathalie Laude :
Wala na rin ako sisindan nito kasi binlock ni mama 😭
2026-08-20 04:19:47
4
brenz8950
ブレンツ" :
Ikw kasi eh nasayo ma pinaasa mo pa
2026-08-20 13:00:08
6
lady.sionne
￴ ￴ ￴ ￴￴ ￴ :
bati na kami sinened nya sakin to
2026-08-20 10:24:54
5
princesssaldivar4
🌹🌺 :
lab you too daw Sabi ko😘
2026-08-21 07:47:37
1
ellaine104
𝕷𝖎𝖙𝖚𝖈𝖍𝖎𝖎ᥫ᭡📌 :
what if send ko sakanya
2026-08-19 12:36:23
1
ysabelle.uy3
🎀Bella🎀 :
Saltang lab u palang mang I love you mako
2026-08-21 15:36:27
1
paranlanie
itz_ me_ lanyang012 :
lab you din hahahahahah
2026-08-21 14:04:05
1
user6140201935391
it's me your madam baby :
lab u too
2026-08-21 01:10:52
1
micahjhanevbelizar
🤧✌️WOWPIECE✌️🤧 :
de lab yah touh
2026-08-20 23:24:23
1
just_a_bowl0
Evil orangeguy :
akala ko "Labubu"
2026-08-21 11:25:07
1
janfriavalenzuela
riaa🎀 :
kung kailan break na kami saka na labas ang mga gantong post sa fyp ko(kaka break lang)
2026-08-20 16:17:59
1
mm2_liked
(JULIA)/0🎀🥰)ROBLOX CREATOR :
hirap kumilig na iihi ako
2026-08-20 23:15:02
2
jessaoliva13
10,15,22,5,14😝 :
@pogi si saloza joven
2026-08-21 10:49:52
1
jenny.amoroso0
zia G. Amoroso :
meron na ko
2026-08-21 10:19:14
0
elizarabanal
✨Eliza✨ :
anong app po Yan?
2026-08-21 13:04:10
0
kagumikagumi
kagumi :
ano pong pangaln ng apps nayan please sana mapansin
2026-08-20 15:31:54
1
To see more videos from user @aisonmajid, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Hari-hari setelah Miu mengetahui hubungan Lena dan Faye berjalan seperti biasa. Setidaknya dari luar. Kelas tetap berlangsung. Tugas tetap menumpuk. Orm tetap membuat keributan, Lingling tetap menjadi orang yang paling sering menghentikannya, dan P’Charlotte tetap menjadi pengamat yang seolah mengetahui semuanya. Hanya satu hal yang berubah. Miu. Ia tidak benar-benar menghilang. Ia masih datang ke kelas. Masih ikut rapat. Masih berbicara dengan semua orang. Tetapi kepada Lena, ia menjadi jauh lebih berhati-hati. Tidak ada lagi pesan sederhana setelah kelas. Tidak ada lagi pertanyaan apakah Lena sudah makan. Tidak ada lagi tatapan yang terlalu lama. Semuanya terasa biasa. Terlalu biasa. Pagi itu, Lena duduk di kelas sambil menatap ponselnya. Layar percakapannya dengan Miu masih terbuka. Pesan terakhir mereka beberapa hari lalu hanya membahas tugas. Lena mengetik sesuatu. Sudah sarapan? Ia menatap kalimat itu beberapa detik. Kemudian menghapusnya. “Kenapa aku mau bertanya begitu?” “Karena kamu penasaran.” Lena langsung menoleh. P’Charlotte sudah duduk di sebelahnya. “P’Charlotte!” P’Charlotte tersenyum. “Kamu terlalu mudah ketahuan.” “Aku cuma melihat ponsel.” “Dengan nama Miu di layar?” Lena langsung mengunci ponselnya. P’Charlotte tertawa kecil. “Tidak apa-apa.” “Aku sudah punya Faye.” “Aku tahu.” Lena terdiam. “Justru karena itu aku bingung.” P’Charlotte tidak langsung menjawab. “Kamu tidak perlu merasa bersalah hanya karena menyadari seseorang masih penting bagimu.” “Tapi aku pacaran dengan Faye.” “Dan Faye tidak pernah meminta kamu berhenti menjadi dirimu sendiri.” Lena menunduk. Kalimat itu membuatnya semakin banyak berpikir. --- Siang hari, mereka semua berkumpul di kantin. Faye duduk di sebelah Lena. Mereka sedang membicarakan rencana akhir pekan ketika Orm tiba-tiba menunjuk meja di belakang. “Miu sendirian lagi.” Lingling melihat sekilas. “Biarkan.” “Kenapa kamu tenang sekali?” “Karena bukan urusanku.” Orm mengangguk pelan. “Benar juga.” P’Charlotte melirik Orm. “Kamu bisa berpikir juga ternyata.” Orm tersinggung. “P’Charlotte!” Tawa kecil pecah di meja mereka. Lena ikut tersenyum. Namun beberapa detik kemudian, ia kembali melihat Miu. Miu sedang membaca sesuatu. Seolah tidak memperhatikan mereka sama sekali. Lena merasa ada ruang kosong yang aneh. Faye menyadari tatapan itu. “Kamu mau memanggil Miu?” Lena langsung menoleh. “Tidak.” Faye tersenyum kecil. “Baik.” Tidak ada kecemburuan dalam suaranya. Justru itu membuat Lena merasa semakin bersalah. --- Sore hari, hujan turun tiba-tiba. Lena dan Faye berdiri di depan gedung fakultas. Faye membuka payung. “Kita bisa berbagi.” Lena tersenyum. “Baik.” Mereka berjalan bersama. Beberapa meter dari sana, Miu berdiri di bawah atap gedung. Ia melihat keduanya berjalan menjauh. Tangannya menggenggam payung yang belum dibuka. P’Charlotte muncul di sampingnya. “Kamu tidak pulang?” “Sebentar lagi.” P’Charlotte melihat ke arah Lena. “Kamu masih menyukainya.” Miu diam. “Aku tidak akan menyangkal.” “Lalu kenapa terus menjauh?” “Karena dia bahagia.” P’Charlotte menatapnya. “Dan kamu?” Miu tersenyum tipis. “Aku akan baik-baik saja.” Jawaban yang terdengar tenang. Terlalu tenang. --- Malamnya, Lena duduk di kamar. Ia sudah berbicara dengan Faye lewat pesan. Faye mengirimkan ucapan selamat malam seperti biasa. Lena tersenyum membaca pesan itu. Namun setelah beberapa menit, ia membuka percakapan dengan Miu. Tidak ada pesan baru. Lena menatap layar cukup lama. Ia akhirnya mengetik. Besok kamu datang ke kampus? Jarinya berhenti di atas tombol kirim. Lena menghapusnya. Kemudian mencoba lagi. Terima kasih soal tugas tadi. Dihapus lagi. Lena meletakkan ponselnya di kasur. “Kenapa aku seperti orang bodoh?” Ia menutup wajah dengan kedua tangan. Di satu sisi, ia bahagia bersama Faye. Di sisi lain, ia mulai menyadari bahwa kehilangan perhatian Miu ternyata membuat hatinya terasa kosong. Dan yang paling menakutkan... ia mulai merindukan sesuatu yang sebenarnya tidak pernah menjadi miliknya. #au #fyp #lenamiu #faye_malisorn #storytime
Hari-hari setelah Miu mengetahui hubungan Lena dan Faye berjalan seperti biasa. Setidaknya dari luar. Kelas tetap berlangsung. Tugas tetap menumpuk. Orm tetap membuat keributan, Lingling tetap menjadi orang yang paling sering menghentikannya, dan P’Charlotte tetap menjadi pengamat yang seolah mengetahui semuanya. Hanya satu hal yang berubah. Miu. Ia tidak benar-benar menghilang. Ia masih datang ke kelas. Masih ikut rapat. Masih berbicara dengan semua orang. Tetapi kepada Lena, ia menjadi jauh lebih berhati-hati. Tidak ada lagi pesan sederhana setelah kelas. Tidak ada lagi pertanyaan apakah Lena sudah makan. Tidak ada lagi tatapan yang terlalu lama. Semuanya terasa biasa. Terlalu biasa. Pagi itu, Lena duduk di kelas sambil menatap ponselnya. Layar percakapannya dengan Miu masih terbuka. Pesan terakhir mereka beberapa hari lalu hanya membahas tugas. Lena mengetik sesuatu. Sudah sarapan? Ia menatap kalimat itu beberapa detik. Kemudian menghapusnya. “Kenapa aku mau bertanya begitu?” “Karena kamu penasaran.” Lena langsung menoleh. P’Charlotte sudah duduk di sebelahnya. “P’Charlotte!” P’Charlotte tersenyum. “Kamu terlalu mudah ketahuan.” “Aku cuma melihat ponsel.” “Dengan nama Miu di layar?” Lena langsung mengunci ponselnya. P’Charlotte tertawa kecil. “Tidak apa-apa.” “Aku sudah punya Faye.” “Aku tahu.” Lena terdiam. “Justru karena itu aku bingung.” P’Charlotte tidak langsung menjawab. “Kamu tidak perlu merasa bersalah hanya karena menyadari seseorang masih penting bagimu.” “Tapi aku pacaran dengan Faye.” “Dan Faye tidak pernah meminta kamu berhenti menjadi dirimu sendiri.” Lena menunduk. Kalimat itu membuatnya semakin banyak berpikir. --- Siang hari, mereka semua berkumpul di kantin. Faye duduk di sebelah Lena. Mereka sedang membicarakan rencana akhir pekan ketika Orm tiba-tiba menunjuk meja di belakang. “Miu sendirian lagi.” Lingling melihat sekilas. “Biarkan.” “Kenapa kamu tenang sekali?” “Karena bukan urusanku.” Orm mengangguk pelan. “Benar juga.” P’Charlotte melirik Orm. “Kamu bisa berpikir juga ternyata.” Orm tersinggung. “P’Charlotte!” Tawa kecil pecah di meja mereka. Lena ikut tersenyum. Namun beberapa detik kemudian, ia kembali melihat Miu. Miu sedang membaca sesuatu. Seolah tidak memperhatikan mereka sama sekali. Lena merasa ada ruang kosong yang aneh. Faye menyadari tatapan itu. “Kamu mau memanggil Miu?” Lena langsung menoleh. “Tidak.” Faye tersenyum kecil. “Baik.” Tidak ada kecemburuan dalam suaranya. Justru itu membuat Lena merasa semakin bersalah. --- Sore hari, hujan turun tiba-tiba. Lena dan Faye berdiri di depan gedung fakultas. Faye membuka payung. “Kita bisa berbagi.” Lena tersenyum. “Baik.” Mereka berjalan bersama. Beberapa meter dari sana, Miu berdiri di bawah atap gedung. Ia melihat keduanya berjalan menjauh. Tangannya menggenggam payung yang belum dibuka. P’Charlotte muncul di sampingnya. “Kamu tidak pulang?” “Sebentar lagi.” P’Charlotte melihat ke arah Lena. “Kamu masih menyukainya.” Miu diam. “Aku tidak akan menyangkal.” “Lalu kenapa terus menjauh?” “Karena dia bahagia.” P’Charlotte menatapnya. “Dan kamu?” Miu tersenyum tipis. “Aku akan baik-baik saja.” Jawaban yang terdengar tenang. Terlalu tenang. --- Malamnya, Lena duduk di kamar. Ia sudah berbicara dengan Faye lewat pesan. Faye mengirimkan ucapan selamat malam seperti biasa. Lena tersenyum membaca pesan itu. Namun setelah beberapa menit, ia membuka percakapan dengan Miu. Tidak ada pesan baru. Lena menatap layar cukup lama. Ia akhirnya mengetik. Besok kamu datang ke kampus? Jarinya berhenti di atas tombol kirim. Lena menghapusnya. Kemudian mencoba lagi. Terima kasih soal tugas tadi. Dihapus lagi. Lena meletakkan ponselnya di kasur. “Kenapa aku seperti orang bodoh?” Ia menutup wajah dengan kedua tangan. Di satu sisi, ia bahagia bersama Faye. Di sisi lain, ia mulai menyadari bahwa kehilangan perhatian Miu ternyata membuat hatinya terasa kosong. Dan yang paling menakutkan... ia mulai merindukan sesuatu yang sebenarnya tidak pernah menjadi miliknya. #au #fyp #lenamiu #faye_malisorn #storytime

About