@ro_lld: puno es clave #Puno #PunoPeru #OrgulloPuneño #TurismoPeru #Peru #CulturaPeruana #RiquezaCultural #EconomiaPeruana #DesmintiendoMitos#RompiendoEstereotipos #DatosDePeru #Viral #ParaTi

Rolld
Rolld
Open In TikTok:
Region: PE
Wednesday 19 August 2026 05:16:45 GMT
66913
1204
187
143

Music

Download

Comments

percy.chui
🩴PERCY Chui Oficial.🫡 :
No todos son iguales económicamente
2026-08-19 16:24:16
63
campozenriquez
el floww // Calle :
asta regalan camionetas eso si que no la sabias broo
2026-08-19 15:48:51
48
vanessatorresgoyzueta
vanessatorresgoyzueta :
en juliaca es, no en puno en juliaca se regala carros cerveza 🍺 se trae a corazon serrano, grupo cinco armonía 10 osea juliaca es otra cosita
2026-08-20 00:22:59
24
bautistapaucar
Bautista Paucar :
jaja exacto puno grande gente q trabaja
2026-08-19 20:07:22
23
jharolmartinticonasuca
CONQUISTADORES DE LAS RUTAS. :
literal 😂
2026-08-19 20:43:12
0
herder.11
herder.11 :
eso pasa en Juliaca, no es así en todo Puno
2026-08-19 18:29:02
13
glenda559
Samantha Gómez :
nos hacemos los pobrees otra cosa 🤣🤣🤣🤣
2026-08-20 00:10:14
3
daniel_duran_73
Daniel_Duran_🏍😎💯 :
todos ponemos chancha
2026-08-19 21:53:51
1
ivanobich2104
ivanobich :
papi ahora se regala carros camionetas camiones cargadores frontales
2026-08-19 15:07:08
8
papacito3180
🥵papacito😈 :
Mi ma compró su pollera con 3000 soles
2026-08-19 22:44:12
2
lengfengchinese
lengfeng :
nah ese dinero es sacado de dinero de las minas informales
2026-08-19 14:14:34
2
big.diler
Nico Demo II :
jajaj ese muchacho está mal informado, la jarana es así solo en JULIACA RECUERDA VIEN JULIACA 😁😁😁
2026-08-19 23:19:01
3
mariladymaronmonr
Marilady :
ningún regalo señor todo es prestadito ya cuando te inviten tienes que devolver lo que te dieron y más 😅 así que ningún regalo
2026-08-20 01:15:27
1
yaky7567
yaky :
Los puneños trabajamos desde las 3 de la mañana y descansamos a las 10 de la noche
2026-08-19 23:53:32
2
takkaktor41
IQ150 :
ese es el 17% que gano con keiko, no son parte del jp.
2026-08-19 21:54:25
1
chotycuentafake
chotycuentafake :
no sólo en Puno es en todos los lugares se llama palpa y cada familia da lo mejor shhhh
2026-08-19 20:18:53
1
lidiahanccovaleri
lidiahv :
muy cierto provincia juliaca
2026-08-20 03:09:17
0
gualberto.vilca
Gualberto Vilca :
La sunat debe hacer auditoría 😁
2026-08-19 20:43:48
0
holammmm05
user :
y muestras videos de matrimonios no tan ostentosos 😂😂
2026-08-19 19:51:51
0
el.neris
El Neris :
3 días? te equivocas amigo nose cuánto es pero es como 1 semana aprox
2026-08-20 00:31:38
3
batman_7728
Nadie :
mn un sombrero esta como 4 mil 5 mil hasta de 7 mil hay creo, es vez cuando me fui de Patrulla , le pregunte a una tía de por ahí que cuanto le costó su sombrero y me dijo que 3 mil so, me dijo, este es el mas barato. mi hermana se compró uno de 7 mil so, tu sabes que puedo hacer gon toda esa plata, y ellos los gastan en sombreros
2026-08-19 14:58:31
0
bethzabear
Bethzabe AR :
depende de la zona, igual que en todos los departamentos de Perú 😁
2026-08-19 20:41:03
1
jkrjhonatan
Jkr Jhonatan :
no es asi como dice pero si gastan bastante en matrimonios pero es mas en zonas mineras y en juliaca pero en mismo puno es poquito
2026-08-20 01:01:30
1
dj.ferdinand
꧁☬𝕴𝖓𝖌.𝕱𝖊𝖗𝖉𝖎𝖓𝖆𝖓𝖉☬꧂ :
En Juliaca es así , confirmo
2026-08-19 18:04:20
1
yhonerik71
yhon Erik :
Generalizar es facil jajaja 😂
2026-08-19 16:07:22
1
To see more videos from user @ro_lld, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

POV : James, atau yang kini lebih dikenal sebagai Senior Zhao, telah berubah sepenuhnya.  Tidak ada lagi jejak pemuda berkacamata kotak dan berpakaian kuno yang dulu mengejarmu dengan menggebu-gebu saat SMA. Sosok yang kini berdiri di hadapanmu adalah pria yang asing—dingin, tajam, dan sama sekali berbeda dari James yang dulu kau kenal. Kini, di tengah lapangan yang gerah, suara bariton Senior Zhao menggema lewat pengeras suara, memberikan instruksi tentang tata tertib kampus dengan nada bicara yang sangat terstruktur. Kamu berdiri di barisan tengah, namun pandanganmu justru mengabur. Pikiranmu terseret kembali ke masa SMA. Di ingatanmu, Zhao Yufan itu adalah James—si kutu buku yang selalu duduk di pojok perpustakaan, memakai kacamata kotak yang sering merosot ke ujung hidung, dan selalu gugup setiap kali kamu lewat di depannya.  Tapi pria yang berdiri di depan sana seolah menghapus semua memori itu. Bahunya tegap, kemeja panitianya disetrika sangat rapi, dan sorot matanya tajam seolah bisa menguliti siapa saja yang membangkang. Bagaimana mungkin seseorang berubah sedrastis itu? Kamu terlalu asyik membandingkan dua sosok itu dalam kepalamu, sampai-sampai kamu tidak menyadari bahwa suara di pengeras suara telah berhenti. Keheningan tiba-tiba itu barulah membuatmu tersadar.
POV : James, atau yang kini lebih dikenal sebagai Senior Zhao, telah berubah sepenuhnya. Tidak ada lagi jejak pemuda berkacamata kotak dan berpakaian kuno yang dulu mengejarmu dengan menggebu-gebu saat SMA. Sosok yang kini berdiri di hadapanmu adalah pria yang asing—dingin, tajam, dan sama sekali berbeda dari James yang dulu kau kenal. Kini, di tengah lapangan yang gerah, suara bariton Senior Zhao menggema lewat pengeras suara, memberikan instruksi tentang tata tertib kampus dengan nada bicara yang sangat terstruktur. Kamu berdiri di barisan tengah, namun pandanganmu justru mengabur. Pikiranmu terseret kembali ke masa SMA. Di ingatanmu, Zhao Yufan itu adalah James—si kutu buku yang selalu duduk di pojok perpustakaan, memakai kacamata kotak yang sering merosot ke ujung hidung, dan selalu gugup setiap kali kamu lewat di depannya. Tapi pria yang berdiri di depan sana seolah menghapus semua memori itu. Bahunya tegap, kemeja panitianya disetrika sangat rapi, dan sorot matanya tajam seolah bisa menguliti siapa saja yang membangkang. Bagaimana mungkin seseorang berubah sedrastis itu? Kamu terlalu asyik membandingkan dua sosok itu dalam kepalamu, sampai-sampai kamu tidak menyadari bahwa suara di pengeras suara telah berhenti. Keheningan tiba-tiba itu barulah membuatmu tersadar. "Kamu yang di barisan ketiga, maju." Suaranya yang berat membelah kebisingan lapangan, seketika membuat suasana menjadi senyap. Kamu tersentak saat menyadari telunjuk James mengarah tepat ke arahmu. Dengan langkah ragu, kamu berjalan ke depan, berdiri tepat di hadapannya di bawah terik matahari yang menyengat. "Jelaskan ke depan tentang kedisiplinan. Sepertinya kamu punya kebiasaan buruk mengabaikan orang lain yang sedang menjelaskan, sepertinya itu memang sifatmu." ucapnya datar, namun matanya menatapmu dengan kilatan yang sulit diartikan. Sebelum kamu sempat membuka mulut, dia mendekat, merunduk sedikit agar suaranya hanya terdengar di telingamu. "Atau lo emang kayak gitu? Cuma peduli sama apa yang pengen lo liat, dan biarin apa yang lo pikir nggak berharga?" Dia kembali menegakkan tubuh, mundur ke posisi semula dan menatapmu dengan senyum tipis yang tak sampai ke mata. "Silakan bicara. Kami semua mendengarkan." Kamu membuka mulut, namun kerongkonganmu terasa kering. Bayangan James yang culun dan Senior Zhao yang mengintimidasi terus beradu di kepalamu, membuat kata-kata yang sudah kamu susun hilang seketika. Kamu hanya bisa berdiri mematung di bawah terik matahari, meremas ujung bajumu dengan telapak tangan yang berkeringat. Keheningan di lapangan itu terasa mencekik sebelum akhirnya James melangkah maju lagi. Dia berhenti tepat di depanmu—begitu dekat hingga aroma parfumnya yang dingin dan mahal menyerbu indramu. Ia tidak menatap matamu, melainkan fokus pada nametag yang tergantung di lehermu. Dengan gerakan lambat yang sengaja, ia menjepit nametag itu dengan dua jarinya, menariknya sedikit hingga tali nametag itu menegang di tengkukmu. Kamu terpaksa sedikit mendongak, terpaku pada rahangnya yang tegas dan sorot mata di balik lensa kacamata yang kini tampak elegan, bukan lagi kaku. "Dasi miring, rambut berantakan, dan otak kosong," bisiknya sangat rendah, nyaris seperti desisan yang hanya bisa kamu dengar. Ia kemudian menyentakkan nametag itu sedikit kasar saat melepaskannya, lalu merapikan kerah bajumu dengan gerakan yang terlihat perhatian namun sebenarnya penuh tekanan. "Ke mana perginya sifat sombong lo itu pas SMA dulu?" lanjutnya dengan nada yang lebih tajam. “Lucu juga liat orang yang dulu banyak gaya, sekarang keliatan sekecil ini.” Dia kembali berdiri tegak, menjauhkan diri seolah-olah baru saja menyentuh sesuatu yang kotor. Ia menatap asisten panitia di sampingnya tanpa menoleh lagi padamu. "Catat nomor induknya. Karena dia tidak bisa menjelaskan di sini, dia akan mengerjakannya secara tertulis di ruang panitia sore ini. Secara pribadi." (comment) +🗨 #james #cortis #fyppage #au #pov

About