@binh.yen.cho.rieng.minh: đáng ra anh không thể gục ngã thêm lần nữa #xuhuong #viraltiktok #les #gay

tìm con sâu🐛
tìm con sâu🐛
Open In TikTok:
Region: VN
Wednesday 19 August 2026 07:12:10 GMT
1091
68
19
49

Music

Download

Comments

haquycuti
Sữaa 🍭 :
2026-08-19 10:00:37
1
thienkilatao11
kì labubu~ :
2026-08-19 07:15:24
1
thanhsang16092
Thanh Sang 🙆🏼‍♂️🚀 :
cơ sở cần giuộc hả
2026-08-19 08:25:37
0
taotrumrachkien
Anh Khoa💥 :
Thầy t kìa
2026-08-19 12:11:56
0
phw_wuynn
Quýtt🦁 :
2026-08-19 07:21:25
1
khn2208
kngott :
th mòo
2026-08-19 09:13:33
1
To see more videos from user @binh.yen.cho.rieng.minh, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Banyak yang ngaku paham hukum, tapi pas kena masalah malah bingung! 🤦‍♂️ Biar gak gampang dibodoh-bodohin, ini 8 asas hukum paling mendasar yang WAJIB kamu tau. Nomor berapa yang udah pernah kamu denger? ​1. Asas Legalitas ⚖️ Tau gak sih? Hukum itu gak bisa asal main hukum loh. Ada asas Legalitas (Nullum delictum, nulla poena sine praevia lege poenali) yang artinya:
Banyak yang ngaku paham hukum, tapi pas kena masalah malah bingung! 🤦‍♂️ Biar gak gampang dibodoh-bodohin, ini 8 asas hukum paling mendasar yang WAJIB kamu tau. Nomor berapa yang udah pernah kamu denger? ​1. Asas Legalitas ⚖️ Tau gak sih? Hukum itu gak bisa asal main hukum loh. Ada asas Legalitas (Nullum delictum, nulla poena sine praevia lege poenali) yang artinya: "Tiada Hukuman Tanpa Aturan!". Jadi, seseorang cuma bisa dipidana kalau udah ada undang-undang yang ngatur perbuatannya SEBELUMNYA. No rule, no crime! ​2. Asas Lex Specialis 💡 Pernah denger hukum mana yang lebih kuat? 🤔 Tenang, ada asas Lex Specialis (Lex specialis derogat legi generali) yang bilang: "Aturan KHUSUS lebih kuat dari aturan UMUM!". Jadi kalau ada dua peraturan, satu umum satu khusus buat kasus itu, peraturan KHUSUS yang dipake. Simpel kan? ​3. Asas Lex Superior 🪜 Hukum itu ada tingkatannya, guys! Gak bisa sembarangan. Asas Lex Superior (Lex superior derogat legi inferiori) menegaskan: "Aturan TINGGI lebih kuat dari yang rendah!". Peraturan di bawah gak boleh bertentangan sama peraturan di atasnya. Kebayang kan urutannya? ​4. Asas Lex Posterior ⏰ Peraturan berubah? Gak usah bingung! Pake asas Lex Posterior (Lex posterior derogat legi priori) yang artinya: "Aturan BARU lebih kuat dari aturan lama!" (kalau ngatur hal yang sama). Aturan yang lebih baru itu "menghapus" aturan lama biar gak tumpang tindih. ​5. Asas Audi Alteram Partem ⚖️ Keadilan itu harus denger dari kedua belah pihak! Gak boleh denger sepihak aja. Ada asas Audi Alteram Partem (Audi alteram partem) yang wajibin: "Dengar DUA PIHAK secara adil!". Hakim gak boleh mutusin sebelum kasih kesempatan pihak lawan buat bicara. Setuju kan? ​6. Asas Nemo Judex in Causa Sua 🚫 Hakim gak boleh berpihak! Kebayang gak kalau hakim sidangnya sendiri? Gak adil dong! 😤 Makanya ada asas Nemo Judex in Causa Sua (Nemo judex in causa sua) yang melarang keras: "HAKIM harus tidak berpihak!". Hakim gak boleh nanganin kasus yang dia punya kepentingan di dalamnya. ​7. Asas Ne Bis In Idem 🛑 Cukup SEKALI aja, gak boleh berulang kali! 🙅‍♀️ Ada asas Ne Bis In Idem (Ne bis in idem) yang ngelarang seseorang dituntut atau dihukum dua kali buat kasus yang SAMA persis. Udah ada putusan hakim? Selesai. "TIDAK dihukum dua kali!". Lindungin hak kamu dari ketidakpastian hukum! ​8. Asas Pacta Sunt Servanda 🤝 Janji itu hutang, dan perjanjian itu hukum bagi yang buatnya! Ada asas Pacta Sunt Servanda (Pacta sunt servanda) yang tegas bilang: "PERJANJIAN harus dipenuhi!". Kalau kamu udah tanda tangan kontrak, kamu terikat dan harus jalanin kesepakatannya. Gak boleh main batalin sepihak ya! ​📌 Kesimpulannya: 8 asas ini adalah fondasi utama biar hukum tetap adil dan gak tumpang tindih. Tanpa asas-asas ini, sistem hukum kita bakal kacau! ​Dari 8 asas di atas, mana yang paling sering kamu dengar atau bahkan pernah kamu alami sendiri kasusnya? Tulis nomornya di kolom komentar ya! 👇💬 #WajibTauHukum #EdukasiHukumKeren #advokat #advokatindonesia #SRPLawFirm

About