@trangtrangkhau: #nivea

Trang mê review
Trang mê review
Open In TikTok:
Region: VN
Wednesday 19 August 2026 10:36:18 GMT
1091
0
0
1

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @trangtrangkhau, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

MAAFKAN AKU LUPA UP WKWWK SAY SORYYY 🥶 . Dokter kembali fokus kepada wanita yang terbaring di ranjang IGD. “Leassa, dengarkan saya.” Kelopak mata Leassa terbuka perlahan. Wajahnya masih pucat, sementara satu tangannya tetap berada di bagian bawah perut. “Hm...” Dokter memeriksa tekanan darah dan monitor di samping ranjang. Beep... beep... “Kramnya masih terasa?” “Masih... sedikit.” “Apakah kramnya datang dan pergi, atau terus terasa?” “Datang... lalu sedikit mereda.” Dokter mencatat jawabannya. “Selain kram, apakah akhir-akhir ini kau sering mual?” “Iya.” “Muntah?” “Tidak. Hanya mual.” “Pusing? Lemas?” “Lemas... cukup sering.” Hawkky dan Alessandria saling berpandangan. Mual. Lemas. Dan sekarang kram perut. Semua gejala itu ternyata sudah terjadi beberapa waktu terakhir. “Baik. Saya ingin melakukan beberapa pemeriksaan tambahan,” ujar dokter. “Pemeriksaan apa?” tanya Hawkky. “Kita perlu memastikan penyebab kram dan memastikan kondisi Leassa stabil.” “Apakah berbahaya?” tanya Alessandria. “Belum bisa saya simpulkan. Karena itu kita periksa terlebih dahulu.” Dokter menatap Leassa. “Untuk sementara, jangan banyak bergerak.” “Baik...” “Leassa, saya perlu menanyakan satu hal lagi.” “Apa?” “Kapan terakhir kali kau memeriksakan kondisi kehamilanmu?” Leassa terdiam sejenak. “Kurang lebih... satu bulan.” “Sekitar satu bulan?” “Iya.” “Baik. Kami akan melakukan pemeriksaan lebih lengkap.” Tiba-tiba terdengar langkah kaki cepat dari lorong. Tap... tap... tap... Don Vito muncul di depan pintu. Wajahnya tegang dan cemas. Tatapannya langsung mencari Leassa. “Leassa...” Ia berjalan cepat menuju sisi ranjang. “Bagaimana keadaanmu?” Leassa menoleh. Wajahnya sedikit lega. “Vito-san...” Don Vito menggenggam tangannya. “Aku di sini.” Hawkky memperhatikan mereka dalam diam. Reaksi itu membuat kecurigaannya semakin kuat. Dokter dan Don Vito saling bertatapan. Keduanya memahami rahasia yang sama. “Dengan kondisi kehamilan yang masih sangat awal, kita perlu lebih berhati-hati,” ujar dokter. Hawkky mengernyitkan kening. Kehamilan? Tatapannya berpindah kepada Ryn. Alessandria juga terlihat semakin bingung. Jadi Ryn... sedang hamil? Don Vito langsung mendekat. “Leassa, jangan banyak bergerak.” Hawkky dan Alessandria kembali saling berpandangan. Lagi-lagi nama itu. Hawkky menatap Don Vito tajam. Ayah memanggil Ryn... Leassa. Alessandria berbisik pelan. “Hawkky...” “Aku dengar.” “Leassa itu nama Bunda.” “Aku tahu.” Beberapa menit sebelumnya, Hawkky hanya mengatakan kepada Don Vito bahwa Bunda masuk rumah sakit. Dan sekarang... Papah datang tanpa ragu. Dokter kembali memeriksa Ryn. “Untuk sementara, dia harus banyak beristirahat. Kehamilannya masih sangat awal.” Mata Alessandria melebar. “Kehamilannya...?” “Ya.” Hawkky menatap Don Vito, lalu Ryn. Ryn hamil. Dokter memanggilnya Leassa. Don Vito duduk di samping ranjang dan menggenggam tangan Ryn. “Leassa, dengarkan dokter. Kau harus menjaga kondisi tubuhmu.” Hawkky dan Alessandria kembali saling berpandangan. Semua potongan itu mulai tersusun. Ryn. Leassa. Mereka menatap Don Vito dan wanita di ranjang itu. Jangan-jangan... Hawkky mengepalkan tangannya. Ia ingin bertanya, tetapi memilih menahan diri. Wanita yang selama ini mereka cari... Ternyata selama ini ada tepat di depan mata mereka. Leassa. Bunda mereka. Rahasia itu akhirnya mulai terbuka. . . AU comic Leassa Mishima. spesial tag @PutriBali  Pandora box  #leassamishima #donvito #hawkky #imeroleplay #putrirp
MAAFKAN AKU LUPA UP WKWWK SAY SORYYY 🥶 . Dokter kembali fokus kepada wanita yang terbaring di ranjang IGD. “Leassa, dengarkan saya.” Kelopak mata Leassa terbuka perlahan. Wajahnya masih pucat, sementara satu tangannya tetap berada di bagian bawah perut. “Hm...” Dokter memeriksa tekanan darah dan monitor di samping ranjang. Beep... beep... “Kramnya masih terasa?” “Masih... sedikit.” “Apakah kramnya datang dan pergi, atau terus terasa?” “Datang... lalu sedikit mereda.” Dokter mencatat jawabannya. “Selain kram, apakah akhir-akhir ini kau sering mual?” “Iya.” “Muntah?” “Tidak. Hanya mual.” “Pusing? Lemas?” “Lemas... cukup sering.” Hawkky dan Alessandria saling berpandangan. Mual. Lemas. Dan sekarang kram perut. Semua gejala itu ternyata sudah terjadi beberapa waktu terakhir. “Baik. Saya ingin melakukan beberapa pemeriksaan tambahan,” ujar dokter. “Pemeriksaan apa?” tanya Hawkky. “Kita perlu memastikan penyebab kram dan memastikan kondisi Leassa stabil.” “Apakah berbahaya?” tanya Alessandria. “Belum bisa saya simpulkan. Karena itu kita periksa terlebih dahulu.” Dokter menatap Leassa. “Untuk sementara, jangan banyak bergerak.” “Baik...” “Leassa, saya perlu menanyakan satu hal lagi.” “Apa?” “Kapan terakhir kali kau memeriksakan kondisi kehamilanmu?” Leassa terdiam sejenak. “Kurang lebih... satu bulan.” “Sekitar satu bulan?” “Iya.” “Baik. Kami akan melakukan pemeriksaan lebih lengkap.” Tiba-tiba terdengar langkah kaki cepat dari lorong. Tap... tap... tap... Don Vito muncul di depan pintu. Wajahnya tegang dan cemas. Tatapannya langsung mencari Leassa. “Leassa...” Ia berjalan cepat menuju sisi ranjang. “Bagaimana keadaanmu?” Leassa menoleh. Wajahnya sedikit lega. “Vito-san...” Don Vito menggenggam tangannya. “Aku di sini.” Hawkky memperhatikan mereka dalam diam. Reaksi itu membuat kecurigaannya semakin kuat. Dokter dan Don Vito saling bertatapan. Keduanya memahami rahasia yang sama. “Dengan kondisi kehamilan yang masih sangat awal, kita perlu lebih berhati-hati,” ujar dokter. Hawkky mengernyitkan kening. Kehamilan? Tatapannya berpindah kepada Ryn. Alessandria juga terlihat semakin bingung. Jadi Ryn... sedang hamil? Don Vito langsung mendekat. “Leassa, jangan banyak bergerak.” Hawkky dan Alessandria kembali saling berpandangan. Lagi-lagi nama itu. Hawkky menatap Don Vito tajam. Ayah memanggil Ryn... Leassa. Alessandria berbisik pelan. “Hawkky...” “Aku dengar.” “Leassa itu nama Bunda.” “Aku tahu.” Beberapa menit sebelumnya, Hawkky hanya mengatakan kepada Don Vito bahwa Bunda masuk rumah sakit. Dan sekarang... Papah datang tanpa ragu. Dokter kembali memeriksa Ryn. “Untuk sementara, dia harus banyak beristirahat. Kehamilannya masih sangat awal.” Mata Alessandria melebar. “Kehamilannya...?” “Ya.” Hawkky menatap Don Vito, lalu Ryn. Ryn hamil. Dokter memanggilnya Leassa. Don Vito duduk di samping ranjang dan menggenggam tangan Ryn. “Leassa, dengarkan dokter. Kau harus menjaga kondisi tubuhmu.” Hawkky dan Alessandria kembali saling berpandangan. Semua potongan itu mulai tersusun. Ryn. Leassa. Mereka menatap Don Vito dan wanita di ranjang itu. Jangan-jangan... Hawkky mengepalkan tangannya. Ia ingin bertanya, tetapi memilih menahan diri. Wanita yang selama ini mereka cari... Ternyata selama ini ada tepat di depan mata mereka. Leassa. Bunda mereka. Rahasia itu akhirnya mulai terbuka. . . AU comic Leassa Mishima. spesial tag @PutriBali Pandora box #leassamishima #donvito #hawkky #imeroleplay #putrirp

About