@shayu1020:

𝄟≛⃝💞 𝒌𝒑.𝒔𝒉𝒂𝒚𝒖 💞≛⃝ 𝄟
𝄟≛⃝💞 𝒌𝒑.𝒔𝒉𝒂𝒚𝒖 💞≛⃝ 𝄟
Open In TikTok:
Region: AE
Wednesday 19 August 2026 13:15:43 GMT
4289
217
3
34

Music

Download

Comments

an.raju04
An raju :
2026-08-19 13:24:06
1
cute.6617
𓅓⃟≛⃝➠𝐂𝐮𝐭𝐞 𝐂𝐮𝐭𝐞𓅓⃟≛⃝➠ :
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️🫰🫰
2026-08-19 13:17:57
1
sareena2093
Sareena :
♥️♥️
2026-08-19 13:32:24
1
To see more videos from user @shayu1020, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

“Ya ampun, anak gadis Daddy..” ucap Tuan Kim. “Akhirnya, Daddy bisa liat kamu dandan jadi perempuan cantik. Daddy pengen nangis rasanya” “Ih, Daddy lebay banget deh ah!” gerutu Jennie. Meskipun menggerutu, hati Jennie sebenarnya ikut berdesir terharu melihat sepasang mata Daddy-nya yang berkaca-kaca. Jennie sempat berpikir, apakah sebesar itu keinginan orang tuanya untuk melihat dirinya berpenampilan layaknya perempuan normal. “Kamu mau pergi ke mana, sayang? Mau kencan ya? Sama siapa? Anak mana? Kok nggak cerita sama Mommy?” tanya Nyonya Kim bertubi-tubi. “Ada deh, pokoknya temen sekolah. Udah ah, jangan ditanya-tanya terus. Mending Mommy bantuin Jennie makeup” Nyonya Kim tertawa gemas. Beliau berjalan mendekat dan mengambil alih bedak dari tangan Jennie “Yaudah, sini Mommy bantuin” Tuan Kim duduk di atas kasur sambil memperhatikan dua kesayangannya itu. “Anak gadis Daddy..” “Hum?” gumam Jennie. “Kamu udah lama deket sama teman kencan kamu itu?” “Udah satu bulan lebih, Dad” Tuan Kim hanya mengangguk, tidak lagi bertanya. Nyonya Kim fokus merias wajah anaknya, sementara Jennie diam memperhatikan pantulan dirinya di cermin sambil sesekali melirik sang ayah. Tuan Kim kembali bersuara. “Kamu sesuka itu ya sama dia? Daddy sama Mommy bertahun-tahun ngebujuk kamu biar mau berubah, dan selalu berakhir gagal. Tapi, teman kencan kamu bisa ngubah kamu dalam waktu sesingkat itu” Entah kenapa, Jennie merasa sedih mendengar ucapan Daddy-nya. Matanya mulai berkaca-kaca. “Dia.. mau nerima Jennie apa adanya, Dad, gimanapun penampilan dan tingkah Jennie selama kami deket. Karena itu, Jennie cuma pengen ngasih yang terbaik. Ini murni kemauan Jennie sendiri untuk berubah, tanpa ada paksaan dari dia” “Daddy seneng dengernya, nak. Daddy yakin dia pasti laki-laki baik sampe kamu berinisiatif sendiri” Mendadak air mata Jennie yang hampir jatuh naik lagi setelah mendengar kata “laki-laki”. Ia hanya tersenyum canggung, diam-diam penasaran bagaimana reaksi orang tuanya jika tahu teman kencannya adalah seorang gadis. Beberapa menit berlalu. “Udah selesai. Duh, cantiknya anak Mommy” “Anak Daddy juga” sahut Tuan Kim. Nyonya Kim dan Jennie terkekeh. “Thanks udah bantuin Jennie, Mom” “Sekarang Mommy sama Daddy turun ke bawah ya? Jennie mau ganti baju dulu” Setelah orang tuanya keluar, Jennie langsung memakai pakaian pilihan Rosé kemarin. Ia juga mengikat rambutnya ala messy bun. Tepat setelah ia selesai, ponselnya bergetar. Sebuah notifikasi pesan dari Lisa masuk, mengabarkan bahwa ia sudah menunggu di depan rumah. Jennie pun turun dari lantai atas dengan setengah berlari, membuat kedua orang tuanya yang duduk di ruang tamu langsung menoleh. “Mommy, Daddy, Jennie pergi dulu ya. Jangan nungguin Jennie makan malam. Bye!” Ia mencium kilas pipi kedua orang tuanya, lalu bergegas keluar dan menutup pintu sebelum mereka sempat bersuara. Tuan dan Nyonya Kim saling bertatapan, lalu bergegas menuju jendela ruang tamu untuk mengintip. Begitu tirai disibak sedikit, mereka langsung melongo syok melihat sosok yang sedang menunggu Jennie di luar pagar. “Tuh kan, Dad! Apa aku bilang waktu itu? Aku udah curiga dari cara anak itu natap Jennie, tapi kamu malah bilang itu trend zaman sekarang dan nuduh aku suuzon” Tuan Kim memijat pelipisnya dengan raut wajah sangat frustrasi dan pasrah. “Kepala aku mau pecah rasanya, Mom. Padahal baru aja tadi aku ngerasa seneng, terharu sampai mau nangis liat dia dandan. Tapi tuh anak nakal nemu aja cara buat bikin aku stres” “Malah jadi belok gini..” lirih Tuan Kim. Nyonya Kim malah terkekeh pelan melihat suaminya. Beliau menepuk bahu Tuan Kim “Yaudahlah, Dad, mau gimana lagi. Kalau aku sih yang penting Jennie bahagia. Lagian.. diliat-liat, temennya itu cantik dan agak ganteng sih, pantes anak kita naksir” Setelah mengucapkan kalimat itu, Nyonya Kim langsung melenggang pergi meninggalkan ruang tamu. Tuan Kim melotot dan menatap kepergian istrinya dengan pandangan tidak percaya. Beliau menghela napas panjang sambil mengusap dadanya “Harus perbanyak sabar..” ••• TBC #jenlisa #au #fyp
“Ya ampun, anak gadis Daddy..” ucap Tuan Kim. “Akhirnya, Daddy bisa liat kamu dandan jadi perempuan cantik. Daddy pengen nangis rasanya” “Ih, Daddy lebay banget deh ah!” gerutu Jennie. Meskipun menggerutu, hati Jennie sebenarnya ikut berdesir terharu melihat sepasang mata Daddy-nya yang berkaca-kaca. Jennie sempat berpikir, apakah sebesar itu keinginan orang tuanya untuk melihat dirinya berpenampilan layaknya perempuan normal. “Kamu mau pergi ke mana, sayang? Mau kencan ya? Sama siapa? Anak mana? Kok nggak cerita sama Mommy?” tanya Nyonya Kim bertubi-tubi. “Ada deh, pokoknya temen sekolah. Udah ah, jangan ditanya-tanya terus. Mending Mommy bantuin Jennie makeup” Nyonya Kim tertawa gemas. Beliau berjalan mendekat dan mengambil alih bedak dari tangan Jennie “Yaudah, sini Mommy bantuin” Tuan Kim duduk di atas kasur sambil memperhatikan dua kesayangannya itu. “Anak gadis Daddy..” “Hum?” gumam Jennie. “Kamu udah lama deket sama teman kencan kamu itu?” “Udah satu bulan lebih, Dad” Tuan Kim hanya mengangguk, tidak lagi bertanya. Nyonya Kim fokus merias wajah anaknya, sementara Jennie diam memperhatikan pantulan dirinya di cermin sambil sesekali melirik sang ayah. Tuan Kim kembali bersuara. “Kamu sesuka itu ya sama dia? Daddy sama Mommy bertahun-tahun ngebujuk kamu biar mau berubah, dan selalu berakhir gagal. Tapi, teman kencan kamu bisa ngubah kamu dalam waktu sesingkat itu” Entah kenapa, Jennie merasa sedih mendengar ucapan Daddy-nya. Matanya mulai berkaca-kaca. “Dia.. mau nerima Jennie apa adanya, Dad, gimanapun penampilan dan tingkah Jennie selama kami deket. Karena itu, Jennie cuma pengen ngasih yang terbaik. Ini murni kemauan Jennie sendiri untuk berubah, tanpa ada paksaan dari dia” “Daddy seneng dengernya, nak. Daddy yakin dia pasti laki-laki baik sampe kamu berinisiatif sendiri” Mendadak air mata Jennie yang hampir jatuh naik lagi setelah mendengar kata “laki-laki”. Ia hanya tersenyum canggung, diam-diam penasaran bagaimana reaksi orang tuanya jika tahu teman kencannya adalah seorang gadis. Beberapa menit berlalu. “Udah selesai. Duh, cantiknya anak Mommy” “Anak Daddy juga” sahut Tuan Kim. Nyonya Kim dan Jennie terkekeh. “Thanks udah bantuin Jennie, Mom” “Sekarang Mommy sama Daddy turun ke bawah ya? Jennie mau ganti baju dulu” Setelah orang tuanya keluar, Jennie langsung memakai pakaian pilihan Rosé kemarin. Ia juga mengikat rambutnya ala messy bun. Tepat setelah ia selesai, ponselnya bergetar. Sebuah notifikasi pesan dari Lisa masuk, mengabarkan bahwa ia sudah menunggu di depan rumah. Jennie pun turun dari lantai atas dengan setengah berlari, membuat kedua orang tuanya yang duduk di ruang tamu langsung menoleh. “Mommy, Daddy, Jennie pergi dulu ya. Jangan nungguin Jennie makan malam. Bye!” Ia mencium kilas pipi kedua orang tuanya, lalu bergegas keluar dan menutup pintu sebelum mereka sempat bersuara. Tuan dan Nyonya Kim saling bertatapan, lalu bergegas menuju jendela ruang tamu untuk mengintip. Begitu tirai disibak sedikit, mereka langsung melongo syok melihat sosok yang sedang menunggu Jennie di luar pagar. “Tuh kan, Dad! Apa aku bilang waktu itu? Aku udah curiga dari cara anak itu natap Jennie, tapi kamu malah bilang itu trend zaman sekarang dan nuduh aku suuzon” Tuan Kim memijat pelipisnya dengan raut wajah sangat frustrasi dan pasrah. “Kepala aku mau pecah rasanya, Mom. Padahal baru aja tadi aku ngerasa seneng, terharu sampai mau nangis liat dia dandan. Tapi tuh anak nakal nemu aja cara buat bikin aku stres” “Malah jadi belok gini..” lirih Tuan Kim. Nyonya Kim malah terkekeh pelan melihat suaminya. Beliau menepuk bahu Tuan Kim “Yaudahlah, Dad, mau gimana lagi. Kalau aku sih yang penting Jennie bahagia. Lagian.. diliat-liat, temennya itu cantik dan agak ganteng sih, pantes anak kita naksir” Setelah mengucapkan kalimat itu, Nyonya Kim langsung melenggang pergi meninggalkan ruang tamu. Tuan Kim melotot dan menatap kepergian istrinya dengan pandangan tidak percaya. Beliau menghela napas panjang sambil mengusap dadanya “Harus perbanyak sabar..” ••• TBC #jenlisa #au #fyp

About