@sabrinafontinele: #CapCut

Sabrina Fontinele
Sabrina Fontinele
Open In TikTok:
Region: BR
Wednesday 19 August 2026 22:02:38 GMT
3617
51
0
1

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @sabrinafontinele, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

A Letter I Could Never Send Ada banyak kisah cinta yang berakhir karena perpisahan. Namun kisah kita berakhir karena takdir. Aku masih mengingat tahun 2022. Tahun yang mengubah seluruh hidupku. Tahun ketika aku harus belajar menerima kenyataan yang paling tidak pernah ingin kuterima. Hari ketika kamu pergi... Bukan karena berhenti mencintaiku. Bukan karena kita saling menyerah. Melainkan karena Tuhan memanggilmu pulang lebih dulu. Sejak hari itu, waktu terus berjalan. Orang-orang berkata bahwa waktu akan menyembuhkan segalanya. Tetapi mereka tidak pernah tahu... Ada kehilangan yang tidak pernah benar-benar sembuh. Ia hanya belajar hidup berdampingan dengan hati yang ditinggalkan. Aku menulis kisah Too Deep Obsession with Love bukan untuk mengubah kenyataan. Karena aku tahu... Tidak ada cerita yang bisa membawamu kembali ke sisiku. Aku hanya ingin memberi kehidupan kepada kenangan kita. Di dunia ini, mungkin kita tidak mendapatkan akhir yang kita impikan. Mungkin kita tidak sempat mewujudkan semua janji yang pernah kita ucapkan. Mungkin kita tidak pernah memiliki kesempatan untuk menua bersama. Tetapi di dalam setiap halaman yang kutulis... Aku bisa melihatmu tersenyum lagi. Aku bisa melihatmu tertawa. Aku bisa melihat kita kembali berjalan berdampingan. Dan untuk sesaat... Aku lupa bahwa kenyataannya kamu sudah tidak lagi berada di sini. Miu Natsha mungkin hanyalah sebuah nama di dalam cerita. Tetapi di balik nama itu... Selalu ada dirimu. Rani Kornnaphat. Terima kasih karena pernah menjadi bagian terindah dalam hidupku. Terima kasih karena pernah membuatku memahami seperti apa rasanya mencintai seseorang dengan sepenuh hati. Dan terima kasih... Karena meskipun kepergianmu menghancurkan duniaku, kenangan tentangmu juga menjadi alasan mengapa aku masih mampu melangkah sampai hari ini. Aku tidak tahu apakah suatu hari rasa rindu ini akan berkurang. Mungkin tidak. Mungkin aku memang akan membawanya seumur hidup. Karena ada orang-orang yang tidak pernah benar-benar pergi. Mereka tetap hidup... Dalam doa. Dalam kenangan. Dalam setiap lagu yang pernah didengar bersama. Dalam setiap tempat yang pernah dikunjungi. Dan dalam setiap tulisan yang lahir dari cinta yang tidak pernah sempat mengucapkan selamat tinggal. Untukmu... Rani Kornnaphat. Jika benar suatu hari nanti kita dipertemukan kembali... Aku hanya ingin mengatakan satu kalimat yang tidak pernah sempat kusampaikan dengan cukup.
A Letter I Could Never Send Ada banyak kisah cinta yang berakhir karena perpisahan. Namun kisah kita berakhir karena takdir. Aku masih mengingat tahun 2022. Tahun yang mengubah seluruh hidupku. Tahun ketika aku harus belajar menerima kenyataan yang paling tidak pernah ingin kuterima. Hari ketika kamu pergi... Bukan karena berhenti mencintaiku. Bukan karena kita saling menyerah. Melainkan karena Tuhan memanggilmu pulang lebih dulu. Sejak hari itu, waktu terus berjalan. Orang-orang berkata bahwa waktu akan menyembuhkan segalanya. Tetapi mereka tidak pernah tahu... Ada kehilangan yang tidak pernah benar-benar sembuh. Ia hanya belajar hidup berdampingan dengan hati yang ditinggalkan. Aku menulis kisah Too Deep Obsession with Love bukan untuk mengubah kenyataan. Karena aku tahu... Tidak ada cerita yang bisa membawamu kembali ke sisiku. Aku hanya ingin memberi kehidupan kepada kenangan kita. Di dunia ini, mungkin kita tidak mendapatkan akhir yang kita impikan. Mungkin kita tidak sempat mewujudkan semua janji yang pernah kita ucapkan. Mungkin kita tidak pernah memiliki kesempatan untuk menua bersama. Tetapi di dalam setiap halaman yang kutulis... Aku bisa melihatmu tersenyum lagi. Aku bisa melihatmu tertawa. Aku bisa melihat kita kembali berjalan berdampingan. Dan untuk sesaat... Aku lupa bahwa kenyataannya kamu sudah tidak lagi berada di sini. Miu Natsha mungkin hanyalah sebuah nama di dalam cerita. Tetapi di balik nama itu... Selalu ada dirimu. Rani Kornnaphat. Terima kasih karena pernah menjadi bagian terindah dalam hidupku. Terima kasih karena pernah membuatku memahami seperti apa rasanya mencintai seseorang dengan sepenuh hati. Dan terima kasih... Karena meskipun kepergianmu menghancurkan duniaku, kenangan tentangmu juga menjadi alasan mengapa aku masih mampu melangkah sampai hari ini. Aku tidak tahu apakah suatu hari rasa rindu ini akan berkurang. Mungkin tidak. Mungkin aku memang akan membawanya seumur hidup. Karena ada orang-orang yang tidak pernah benar-benar pergi. Mereka tetap hidup... Dalam doa. Dalam kenangan. Dalam setiap lagu yang pernah didengar bersama. Dalam setiap tempat yang pernah dikunjungi. Dan dalam setiap tulisan yang lahir dari cinta yang tidak pernah sempat mengucapkan selamat tinggal. Untukmu... Rani Kornnaphat. Jika benar suatu hari nanti kita dipertemukan kembali... Aku hanya ingin mengatakan satu kalimat yang tidak pernah sempat kusampaikan dengan cukup. "Terima kasih karena pernah mencintaiku." Sampai saat itu tiba... Aku akan tetap menyimpan namamu di tempat paling tenang di dalam hatiku. Bukan sebagai luka yang ingin kulupakan. Melainkan sebagai cinta yang akan selalu kukenang. Forever... Feby Schuett. #mystory #miu #fyp #story #fyppppppppppppppppppppppp

About