@ritahorsu1:

FREEMANSONRY GRAND LODGE OF GH
FREEMANSONRY GRAND LODGE OF GH
Open In TikTok:
Region: GH
Wednesday 19 August 2026 22:52:39 GMT
6287
136
0
8

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @ritahorsu1, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Pagi itu, Lena bangun dengan suasana hati yang cukup baik. Ia bahkan sempat bersenandung ketika membuat kopi. Miu yang baru keluar dari kamar memperhatikannya.
Pagi itu, Lena bangun dengan suasana hati yang cukup baik. Ia bahkan sempat bersenandung ketika membuat kopi. Miu yang baru keluar dari kamar memperhatikannya. "Kamu kenapa?" Lena menoleh. "Kenapa apanya?" "Kamu senyum dari tadi." Lena mengangkat bahu. "Senang aja." "Karena?" Lena langsung teringat kejadian kemarin. "Karena kemarin seru." Miu terdiam. "Oh." Lena menatapnya. "Kamu jangan bilang cemburu lagi." "Aku nggak bilang apa-apa." "Tapi wajahmu bilang." Miu mengambil gelas air. "Kamu terlalu banyak bicara pagi-pagi." Lena tertawa. "Berarti benar." Miu tidak menjawab. --- Di kampus, Orm sudah menunggu di depan kelas. Begitu Lena datang, ia langsung menghampiri. "Jadi?" "Jadi apa?" "Jangan pura-pura." Lena mengerutkan kening. "Apaan?" "Faye." "Oh." Lena tersenyum. "Kemarin kami pergi ke toko buku." Orm membelalakkan mata. "Cuma toko buku?" "Iya." "Terus?" "Minum kopi." "Terus?" "Ngobrol." Orm menatapnya tidak percaya. "Terus dia nembak kamu?" Lena langsung tertawa. "Enggak." Lingling yang baru datang langsung berkata, "Faye menyatakan perasaannya?" Lena menggeleng. "Belum." Orm menghela napas lega. "Bagus." Lena menatapnya. "Kenapa bagus?" Orm tersenyum kaku. "Karena..." Ia melirik Lingling. Lingling langsung menyambung, "Karena semuanya masih normal." Lena mengangguk polos. "Memangnya kenapa kalau Faye nembak aku?" Orm dan Lingling saling pandang. Orm berbisik, "Dia benar-benar nggak sadar." Lingling mengangguk. "Parah." --- Siang itu mereka mengerjakan tugas kelompok di perpustakaan. Miu duduk di sebelah Lena. Faye duduk di seberangnya. Orm dan Lingling berada di sisi lain meja. Awalnya semuanya berjalan lancar. Sampai Faye menunjuk layar laptop Lena. "Bagian ini salah." Lena mendekat. "Yang mana?" Faye ikut mendekat. "Ini. Lihat." Jarak mereka menjadi sangat dekat. Miu memperhatikan tanpa berkata apa-apa. Faye menjelaskan dengan sabar. "Kalau kamu ubah bagian ini, hasilnya lebih masuk akal." "Oh..." Lena mengangguk. "Kamu pintar juga." Faye tersenyum. "Kamu baru sadar?" Lena tertawa. Miu tiba-tiba berkata, "Kalau sudah selesai, kita lanjut bagian berikutnya." Faye menatapnya. "Kenapa buru-buru?" "Kita punya banyak yang harus dikerjakan." Faye tersenyum tipis. "Oke." Orm menunduk dan mengetik sesuatu di ponselnya. Lingling melirik. Orm: Miu cemburu lagi. Lingling mengambil ponselnya dan mengetik balasan. Lingling: Aku tahu. Orm menahan tawa. --- Setelah dua jam, mereka akhirnya selesai. Faye menutup laptop. "Kerja bagus." Lena meregangkan tubuh. "Aku capek." Faye tersenyum. "Mau makan?" Lena mengangguk. "Boleh." Miu langsung berdiri. "Aku ikut." Faye menatapnya. "Tentu." Mereka keluar bersama. Di kantin, Faye duduk di samping Lena. Miu duduk di seberang. Orm dan Lingling kembali saling pandang. Orm berbisik, "Ini sudah seperti pertandingan." Lingling menjawab, "Dan Lena satu-satunya orang yang nggak sadar ada pertandingan." Lena mendengar. "Pertandingan apa?" "Enggak ada." "Kenapa kalian aneh?" Orm tertawa. "Karena kamu polos." Lena langsung protes. "Aku nggak polos!" Faye tertawa. "Menurutku kamu memang polos." Miu menatap Lena. "Aku setuju." Lena memelototi mereka. "Kalian kompak banget." Faye tersenyum. "Kalau kamu mau, kita bisa kompak." Miu langsung menatap Faye. Suasana kembali hening. Lena melihat keduanya bergantian. "Kenapa?" Tidak ada jawaban. Orm menutup wajahnya dengan tangan. "Ya Tuhan..." Lingling menepuk pundaknya. "Sabar." --- Sore menjelang ketika mereka keluar dari kampus. Faye berjalan di samping Lena. "Minggu ini kamu sibuk?" "Sepertinya nggak." "Mau pergi denganku?" Lena berpikir sebentar. "Boleh." Faye tersenyum. "Janji?" "Janji." Miu yang berjalan beberapa langkah di belakang mendengar percakapan itu. Ia tidak berkata apa-apa. Namun ketika mereka sampai di parkiran, Miu berkata pelan kepada Lena, "Kalau kamu butuh aku, telepon." Lena tersenyum. "Iya." Miu masuk ke mobil. Lena memperhatikannya pergi. Faye berdiri di samping Lena. "Kamu sayang banget sama Miu, ya?" Lena menjawab spontan, "Ya." Faye terdiam. Lena baru sadar setelah melihat ekspresi Faye. "Eh..." Faye tersenyum. "Nggak apa-apa." #thaigl #miulena #lenamiu #fayeperaya #lingorm

About