@kliosn: Can’t Take My Eyes Off Of You #canttakemyeyesoffyou #viral #foryou #lorax

LoRaX
LoRaX
Open In TikTok:
Region: US
Thursday 20 August 2026 06:29:25 GMT
115320
13832
120
3527

Music

Download

Comments

sarah12022011
Sarah :
HOW DO U JUMP BRO I CANT EVEN MOVE WHEN I DO THAT
2026-08-20 07:49:04
93
onceler715
The Onceler :
Cool , lorax
2026-08-21 16:51:36
0
pedroaltamiranox10x
👍 :
👍
2026-08-20 19:58:33
26
damonkyy1234
damonkyy :
btw 2:29 in the morning
2026-08-20 06:39:35
2
iansantiagoramiro
Santy🍓💯 :
que pdo con los videos que me salen alas 12:40 w
2026-08-20 06:36:53
5
zro43409
𝒱𝒶𝓁 ⋆౨ৎ :
How did you grew?
2026-08-20 08:26:04
11
indi_1400
indi🫨 :
HOW DO YOU MAKE THE TREE, tut pls im being the lorax for halloween
2026-08-20 08:11:11
3
mikusakoto49gmail.com
💮Miku4982🌸 :
jajaja 😂
2026-08-20 08:14:03
1
damonkyy1234
damonkyy :
w😭✌️
2026-08-20 06:36:49
2
carolinehernandez48
Caroline Hernandez :
2026-08-23 17:46:57
1
dclarqviulv
ogassa :
Aff
2026-08-20 18:14:02
1
dulce00000.8
𝒟𝓊𝓁𝒸ℯ ꨄ :
Goat
2026-08-20 06:30:12
1
isabella.jones006
Isabella jones :
Please how did you make the tree
2026-08-20 07:59:07
1
l.lizette__
liz :
Ayy BOW BOW BOWEWW
2026-08-20 18:40:13
2
To see more videos from user @kliosn, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

AK pria berusia 65 tahun tampak bingung saat pertama kali keluar dari mobil dan turun di Mako Korem 042/ Garuda Putih, Rabu (2/9/2026). AK bersama saudaranya bernama Tauhid dan cucu mereka yang masih dibawah umur ditangkap atas dugaan membuka lahan dengan cara dibakar. Mereka ditangkap oleh Satgas Karhutla di kawasan lahan konservasi di Desa Lubuk Bernai, Kecamatan Batang Asam, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Rabu (2/9/2026). Setelah ditangkap, AK, Tauhid dan cucunya  dibawa ke Mako Korem 042/Garuda Putih, untuk selanjutnya diserahkan ke Gakkum Kementerian Kehutanan. Dengan batik lusuhnya, AK perlahan keluar dari mobil yang membawanya keluar dari lokasi kebakaran. Dia kemudian berjalan dengan kakinya yang sedikit pincang, bersamaan dengan wajahnya yang lesu, dan pakaian yang sudah lusuh dan kumal. Berbeda dengan Aka, Tauhid berjalan dengan tangan diborgol, sebelum akhirnya borgolnya dibuka. Danrem 042/Garuda Putih Brigjen TNI Nyamin menyebut AK dan Tauhid diduga dengan sengaja membakar hutan konservasi untuk kebutuhan pertanian. Saat itu, kata Nyamin petugas melihat titik api di Desa Lubuk Bernai, Kecamatan Batang Asam, Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Petugas kemudian turun ke lokasi untuk operasi pemadaman, dan mendapati AK dan Tahuid sedang berada di lokasi kebakaran.
AK pria berusia 65 tahun tampak bingung saat pertama kali keluar dari mobil dan turun di Mako Korem 042/ Garuda Putih, Rabu (2/9/2026). AK bersama saudaranya bernama Tauhid dan cucu mereka yang masih dibawah umur ditangkap atas dugaan membuka lahan dengan cara dibakar. Mereka ditangkap oleh Satgas Karhutla di kawasan lahan konservasi di Desa Lubuk Bernai, Kecamatan Batang Asam, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Rabu (2/9/2026). Setelah ditangkap, AK, Tauhid dan cucunya  dibawa ke Mako Korem 042/Garuda Putih, untuk selanjutnya diserahkan ke Gakkum Kementerian Kehutanan. Dengan batik lusuhnya, AK perlahan keluar dari mobil yang membawanya keluar dari lokasi kebakaran. Dia kemudian berjalan dengan kakinya yang sedikit pincang, bersamaan dengan wajahnya yang lesu, dan pakaian yang sudah lusuh dan kumal. Berbeda dengan Aka, Tauhid berjalan dengan tangan diborgol, sebelum akhirnya borgolnya dibuka. Danrem 042/Garuda Putih Brigjen TNI Nyamin menyebut AK dan Tauhid diduga dengan sengaja membakar hutan konservasi untuk kebutuhan pertanian. Saat itu, kata Nyamin petugas melihat titik api di Desa Lubuk Bernai, Kecamatan Batang Asam, Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Petugas kemudian turun ke lokasi untuk operasi pemadaman, dan mendapati AK dan Tahuid sedang berada di lokasi kebakaran. "Jadi waktu itu, mereka mengaku itu adalah lahan mereka dan buka untuk berkebun. Tetapi itu adalah lahan konsorvasi, sehingga personel membawa mereka," kata Nyamin. Kata Nyamin, terlepas dari unsur kesengajaan atau tidak, tetapi keduanya diduga kuat membuka lahan tersebut, juga dikuatkan bahwa mereka ditangkap di lokasi yang sama. Akibat kejadian ini, tak lewat dari satu hari lahan tersebut terbakar hingga 2 hektare. Kata Nyamin, hal yang menguatkan dugaan pembakaran lahan inu dilihat dari lahan yang terbakar merupakan lahan yang dibuka oleh AK dan Tauhid. Kemudian untuk barang bukti lainnya adalah sepeda motor, peralatan pertanian untuk membuka lahan, serta korek api. "Mereka tidak mengakui membakar, katanya tidak sengaja karena membakar. Tetapi mereka mengakui lahan itu mereka yang membuka," jelasnya. Di sisi lain saat diwawancarai awak media, Tauhid mengaku tidak berniat untuk membakar lahan tersebut. Saat itu Tauhid mengaku sedang istirahat, setelah sebelumnya memasak di lokasi. Dengan bahasa yang terbata, Tauhid mengklaim tak tahu peristiwa kebakaran itu. "Enggak, enggak sengaja, aku masak nasi kebakaran," kata Tauhid ke pada awak media. Katanya api tersebut berasal dari tungku masak dari kebun yang sedang dia buka. Namun tanpa dia sadari, api membesar dan membakar lahan tersebut. Dia mengklaim sudah beruapaya keras memadamkan api, tetapi kondisi di lokasi tidak ada sumber air, sehingga api terus melebar. Tauhid juga tidak mengetahui bahwa lahan yang dia buka itu masuk dalam kawasan konservasi. Awalnya lahan itu dibuka oleh orang-orang sekitar, dia kemudian datang dan membeli seharga Rp10 juta. "Awalnya itu lahan kosong, dibuka sama orang sini. Terus saya beli Rp10 juta untuk menanam cabai," katanya. Meski demikian Tauhid tidak menyebut siapa orang yang menjual lahan tersebut. Saat ini, keduanya diserahkan ke Gakkum Kementerian Kehutanan. #karhutla #jambi #kebakaran #kebakaranhutan #kabut

About