@orquideaalves:

orquideaalves
orquideaalves
Open In TikTok:
Region: PT
Thursday 20 August 2026 14:41:53 GMT
312
10
6
0

Music

Download

Comments

florinda.moreira07
Florinda Moreira :
tadinha lá foi elas 🥰🥰🥰🥰🥰
2026-08-21 11:49:38
2
orquideaalves
orquideaalves :
amo
2026-08-20 14:43:21
1
isabelmarujo
Isabel Marujo :
❤️❤️❤️
2026-08-20 18:48:43
2
florinda.moreira07
Florinda Moreira :
✌️✌️✌️✌️😄😄😄😄
2026-08-21 16:29:29
2
florinda.moreira07
Florinda Moreira :
🥰🥰🥰
2026-08-20 15:43:46
2
orquideaalves
orquideaalves :
♥️♥️♥️
2026-08-20 14:42:01
1
To see more videos from user @orquideaalves, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Tebak radiasi😭🗿 penjelasan disini👇 Inti iblis (bahasa Inggris: Demon core) adalah plutonium berbentuk bola yang menyebabkan dua kecelakaan radiasi fatal dalam sebuah pengujian yang dilakukan oleh para ilmuwan, sebagai inti fisil pada awal era bom atom. Inti ini dibuat tahun 1945 dalam sebuah proyek riset dan pengembangan senjata nuklir Amerika Serikat selama Perang Dunia II, yang disebut dengan Proyek Manhattan. Inti nuklir tersebut adalah massa subkritis berdiameter 8,9 sentimeter (3,5 in) seberat 6,2 kilogram (14 pon) yang dipersiapkan untuk perang Pasifik, sebagai bagian dari senjata nuklir ketiga yang akan dijatuhkan di Jepang. Namun, ketika Jepang menyerah, inti nuklir tersebut disimpan sebagai bahan pengujian dan berpotensi digunakan di kemudian hari, apabila terjadi konflik lain. Dua kecelakaan kritis terjadi di Laboratorium Los Alamos di negara bagian New Mexico pada 21 Agustus 1945 dan 21 Mei 1946. Dua orang fisikawan yang menguji inti tersebut adalah Harry Daghlian (kecelakaan pertama) dan Louis Slotin (kecelakaan kedua) melakukan pengujian untuk mengetahui seberapa dekat inti dengan kekritisan dengan menggunakan alat semacam tamper pemantul neutron (lapisan material padat yang mengelilingi bahan fisil). Namun, inti tersebut secara tidak sengaja, berada dalam kondisi yang kritis. Hal ini mengakibatkan keduanya mengalami sindrom radiasi akut dan meninggal tak lama kemudian. Pada saat kejadian, paparan radiasi juga mengenai orang lain yang berada di laboratorium. Inti tersebut dilelehkan pada musim panas tahun 1946 dan materialnya didaur ulang untuk digunakan pada inti-inti lainnya. Pembuatan dan sejarah awal Ketika dirakit, inti iblis (seperti inti yang digunakan dalam pengeboman Nagasaki), merupakan sebuah benda solid berbentuk bola yang berdiameter 8,9 sentimeter (3,5 in) seberat 6,2-kilogram (14 pon). Inti tersebut terdiri dari tiga bagian yang terbuat dari Plutonium-Galium, terdapat dua bagian dengan satu belahan dan cincin anti-jet yang dirancang untuk menjaga fluks neutron tidak
Tebak radiasi😭🗿 penjelasan disini👇 Inti iblis (bahasa Inggris: Demon core) adalah plutonium berbentuk bola yang menyebabkan dua kecelakaan radiasi fatal dalam sebuah pengujian yang dilakukan oleh para ilmuwan, sebagai inti fisil pada awal era bom atom. Inti ini dibuat tahun 1945 dalam sebuah proyek riset dan pengembangan senjata nuklir Amerika Serikat selama Perang Dunia II, yang disebut dengan Proyek Manhattan. Inti nuklir tersebut adalah massa subkritis berdiameter 8,9 sentimeter (3,5 in) seberat 6,2 kilogram (14 pon) yang dipersiapkan untuk perang Pasifik, sebagai bagian dari senjata nuklir ketiga yang akan dijatuhkan di Jepang. Namun, ketika Jepang menyerah, inti nuklir tersebut disimpan sebagai bahan pengujian dan berpotensi digunakan di kemudian hari, apabila terjadi konflik lain. Dua kecelakaan kritis terjadi di Laboratorium Los Alamos di negara bagian New Mexico pada 21 Agustus 1945 dan 21 Mei 1946. Dua orang fisikawan yang menguji inti tersebut adalah Harry Daghlian (kecelakaan pertama) dan Louis Slotin (kecelakaan kedua) melakukan pengujian untuk mengetahui seberapa dekat inti dengan kekritisan dengan menggunakan alat semacam tamper pemantul neutron (lapisan material padat yang mengelilingi bahan fisil). Namun, inti tersebut secara tidak sengaja, berada dalam kondisi yang kritis. Hal ini mengakibatkan keduanya mengalami sindrom radiasi akut dan meninggal tak lama kemudian. Pada saat kejadian, paparan radiasi juga mengenai orang lain yang berada di laboratorium. Inti tersebut dilelehkan pada musim panas tahun 1946 dan materialnya didaur ulang untuk digunakan pada inti-inti lainnya. Pembuatan dan sejarah awal Ketika dirakit, inti iblis (seperti inti yang digunakan dalam pengeboman Nagasaki), merupakan sebuah benda solid berbentuk bola yang berdiameter 8,9 sentimeter (3,5 in) seberat 6,2-kilogram (14 pon). Inti tersebut terdiri dari tiga bagian yang terbuat dari Plutonium-Galium, terdapat dua bagian dengan satu belahan dan cincin anti-jet yang dirancang untuk menjaga fluks neutron tidak "menyembur" keluar dari sambungan antara belahan, selama terjadinya delakan. Inti lain yang digunakan dalam uji coba Trinity di Lapangan tembak dan pengeboman Alamogordo pada bulan Juli, tidak memiliki cincin semacam itu.[1][2] Plutonium yang telah dimurnikan, dikirim dari situs Hanford, Washington ke Laboratorium Los Alamos. Sebuah dokumen inventaris tertanggal 30 Agustus, menunjukkan bahwa Los Alamos telah menghabiskan "HS-1, 2, 3, 4; R-1" (komponen bom Trinity dan Nagasaki) dan memiliki "HS-5, 6; R-2" yang telah selesai dan berada dalam penanganan kendali mutu. Sementara material untuk "HS-7, R-3" berada di bagian metalurgi Los Alamos yang akan siap pada 5 September (tidak dapat dipastikan apakah tanggal tersebut memungkinkan fabrikasi "HS-8" yang tidak disebutkan, untuk melengkapi inti keempat).[3] Para ahli metalurgi menggunakan paduan logam plutonium-gallium untuk menstabilkan fase delta (δ) alotrop plutonium, yang dapat dibentuk sesuai keinginan seperti bola dengan cetakan panas. Karena sifat plutonium diketahui mudah korosi, maka bola tersebut kemudian dilapisi dengan bahan nikel.[4] Pada 10 Agustus, Mayor Jenderal Leslie R. Groves Jr., menyurati Kepala Staf Angkatan Darat Amerika Serikat, Jenderal George C. Marshall, untuk memberitahukan kepadanya bahwa: Bom berikutnya yang berjenis delakan, telah dijadwalkan siap untuk dikirim ke target pada saat cuaca yang baik, setelah tanggal 24 Agustus 1945. Kami telah menghabiskan waktu 4 hari untuk membuatnya dan berharap dapat mengirimkan komponen akhir dari New Mexico pada 12 atau 13 Agustus. Selagi tidak menemui kesulitan yang tidak terduga dalam pembuatan, transportasi ke palagan atau setelah kedatangan di palagan, bom tersebut akan siap dikirim saat cuaca baik pertama setelah 17 atau 18 Agustus.[3] Sumber: Wikipedia #demoncore #plutonium #fyppage #masukberanda #hotspinedukasi

About