@kompastv.indonesia: Ahli Hukum Pidana, Prof. Marcus Priyo Sambodo menjelaskan batas kewenangan praperadilan serta aturan penetapan tersangka dalam sidang yang berkaitan dengan perkara Polda dan eks Jampidsus Febrie Adriansyah. Menurut Prof. Marcus, berdasarkan KUHAP baru, penetapan tersangka dapat dilakukan dengan dasar sekurang-kurangnya dua alat bukti dan tidak selalu mensyaratkan calon tersangka diperiksa terlebih dahulu. Ia juga menjelaskan kaitannya dengan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 21 Tahun 2014. Selain soal penetapan tersangka, Prof. Marcus turut menanggapi persoalan administrasi penyidikan, termasuk kesalahan penulisan atau ketidaksesuaian dalam surat. Menurutnya, kesalahan administrasi tidak serta-merta menggugurkan keseluruhan proses penyidikan dan dapat diperbaiki pada bagian administrasinya. Keterangan tersebut menjadi bagian penting dalam pembahasan mengenai keabsahan prosedural penyidikan dan ruang lingkup praperadilan. Tuliskan komentarmu dan dapatkan berita terkini lainnya di www.kompas.tv serta youtube.com/kompastv #SOROTKompasTV #TikTokBerita
kalau tidak di periksa dulu masukan saja seluruh rakyat jadi tersangka sebab semua tidak ada yg tidak melanggar di mata hukum
2026-08-22 01:54:21
7
dr. Spesialis ODGJ :
gmn bisa jd tersangka klo tidak diperiksa
2026-08-22 06:42:32
5
A Kasim :
Gaaaaaaassssss Pak Markus
Bantu negara ini untuk mengaskan hukum di negara ini
Jangan mau kalah sama PH nya FA yg mau membela koruptor
2026-08-21 20:43:42
10
🇪🇦D3N13🇪🇦 :
Putusan MK No. 21/PUU-XII/2014 memberikan tafsir penting bahwa penetapan tersangka harus didasarkan pada sekurang-kurangnya 2 alat bukti yang sah, dan pertimbangan MK juga mengaitkannya dengan pemeriksaan calon tersangka sebagai perlindungan terhadap hak orang yang akan ditetapkan tersangka.
2026-08-22 04:34:10
7
Zulkifli :
polri profesional,prosedural dan transparan
2026-08-22 06:27:24
3
Y.E :
Yang mengajukan prapid, harus belajar lagi makasih prof penjelasan nya😁
2026-08-22 09:40:14
1
BUZZER 100M :
KORUPTOR PASTI MENGHALALKAN SEGALA MACAM CARA
2026-08-21 14:00:18
9
Untung pribadi :
Hukum di Indonesia seperti pasar tradisional, bisa tawar menawar harga,,, ini fakta
2026-08-21 11:56:51
14
Axl Mattew Situmorang,S.H.,M.H :
masuk akal penjelasan nya.
2026-08-22 05:32:07
3
WAL :
ilmu dari mana? setiap penetepan tersangka harus diperiksa kecuali kalau tertangkap tangan baru bisa ditetapkan tersangka tampa diperiksa dulu
2026-08-22 00:54:23
4
Hanang :
ATUR AJ BOS...HUKUM PNY LOE..PUTAR GULING TERUS SMP LOLOS...DAH MUAK RAKYAT ..💪💪💪
2026-08-21 11:55:45
9
Dari kontak anda :
Putusan MK menguji KUHAP lama sekarang pakai KUHAP baru.. sampai di sini pahamkan
2026-08-22 08:18:59
2
Asoka :
mantap Prof
2026-08-22 00:46:09
1
user7950223752851 :
sudahlah akui sjaa ini karna bintang polisu ditngkep duluan kan
2026-08-22 10:07:32
0
Ketua Terakhir :
hukum di negeri ini memang sejak dlu sampai saat ini multi tafsir
2026-08-21 13:15:01
2
Tarsisius Advokat/pengacara :
Penetapan Tsk harus 2 bukti permulaan. Dari mana 2 bukti permulaan tsb diperoleh?
2026-08-22 06:44:19
0
Donny Andrias :
para pakar hukum "Satu Kata Secepat nya Hukum Mati dan Rampas Aset Para Koruptor" sekarang juga itu baru beeenneerr🥵🥵🥵😭😭😭
2026-08-21 12:52:09
4
Andi Wijaya Wijaya :
kacau hukum diindonesia..🙏🙏
2026-08-21 13:31:00
3
samijan7007 :
hukum palsu
2026-08-21 12:03:45
1
nur :
Hukum Sudah RuuuuSaKkk.....Rakkkyatt tidak PCaYa
2026-08-21 11:57:44
1
Dawuh :
penjelasan sekelas profesor yg sebegitu terangnya masih aja diragukan mau berharap penjelasan dari mana lagi, baik kita percayakan jalannya proses bagaimanapun masing2 akan dihadapkan dgn pertanggungjawaban oleh Tuhan.
Terimakasih Prof penjelasannya🙏
2026-08-22 01:25:26
1
WAL :
salah administrasi bahasa hukumnya ngeles lari dari tanggung jawab mempermainkan kuhap, setiap penyidikan harus profesional sekecil apapun kesalahan itu pidana, kenapa oeang bisa sesuka hati menetaokan "tersangka"
2026-08-22 01:00:06
1
Stasion Body Repair :
TAKA KORUPSI SUSAH JADI TERSANGKA BEFA SAMA KELAS BAWAH LANGSUNG masuk sel tahanan🤣
2026-08-21 13:22:00
1
To see more videos from user @kompastv.indonesia, please go to the Tikwm
homepage.