@mammydedy: #gohira_rawzan_chittagong_🇧🇩 #mdsunzed7 #vairal #fouryoupage #gohira

🔥🫧চিটাংইগে  BOYS  টিম 🫧🔥
🔥🫧চিটাংইগে BOYS টিম 🫧🔥
Open In TikTok:
Region: BD
Friday 21 August 2026 13:43:40 GMT
14810
976
57
94

Music

Download

Comments

muntasirr1971
~𝑴𝒖𝒏𝒕𝒂𝒔𝒊𝒓/منتصر🤍✨ :
vaii tuara aste aste celebrity oi jaite layggo 🥲🙏
2026-08-22 10:33:53
0
mdsaluddin070
㋡𝑺ꫝ𝒍𝒂𝒖𝒅𝒅𝒊𝒏 𝑽ꫝ𝒊𝒚𝒆ꫀ♡ :
Right😁
2026-08-22 05:11:00
1
arifsultan1001
❤️‍🩹𝓽𝓪𝓼𝓹𝓲𝔂𝓪❤️‍🩹☠️ :
হুম🤗🤗
2026-08-22 09:03:12
2
nlemon30
King is back ✊ :
ভাই আমি তুমার সব ভিডিও দেখি
2026-08-22 02:17:55
2
pulak7252
NG. Pulak ¡! :
হুম বাই
2026-08-22 07:31:00
1
sanjidaakther6537
🥀Sanjida🥀 :
আচ্ছা 😏
2026-08-22 04:38:03
1
tisha.islam1959
Tishuuuuu 🐼 :
কমা ভাইয়া 😂😂
2026-08-21 19:12:06
1
md.ariful6530
@Arif 07 :
ফুপাত ভাই কই
2026-08-22 03:12:34
1
nlemon30
King is back ✊ :
ভাই আমি দেখো তুমাকে( 1 ) 😅😅😅 পলোয়ার করে রাখছি একটু কথা বলা যাবে
2026-08-22 02:20:25
1
tanshiislam1572
FABIHAR POKIE :
2026-08-22 10:03:19
0
To see more videos from user @mammydedy, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Video anggota DPR yang berjoget berjamaah seusai sidang tahunan MPR RI menuai kontroversi besar di jagat maya. Potongan video tersebut memperlihatkan sejumlah pejabat bergembira dan menari di panggung, sementara publik tengah menghadapi berbagai persoalan sosial dan ekonomi. Respons warganet pun membanjiri unggahan video tersebut dengan kritik pedas. Mayoritas menilai aksi joget para wakil rakyat tidak mencerminkan empati terhadap kondisi masyarakat. “Bahagia banget bikin rakyatnya sengsara,” tulis akun @ran\*\*\*\*\* yang mendapat banyak tanda suka dari pengguna lainnya. Sejumlah komentar lain juga bernada sinis terhadap fenomena serupa yang kerap terulang di dunia politik. “Biarin aja lah. Toh yang kemaren menang juga awalnya joget-joget. Dah capek komentar,” tulis akun @aai\*\*\*\*\*. Ungkapan ini menegaskan bahwa publik sudah jenuh dengan perilaku pejabat yang dianggap abai terhadap penderitaan rakyat. Lebih keras lagi, akun @\_el\*\*\*\* menyampaikan rasa jengkel mendalam terhadap para pejabat. “Nggak pernah sebenci dan semuak ini sama pejabat negara,” tulisnya. Sementara akun @doy\*\*\*\* melontarkan sindiran singkat namun menyentak: “Rakyatnya kejang, pejabatnya goyang.” Pengamat sosial menilai aksi joget berjamaah tersebut dapat memperburuk citra DPR di mata masyarakat. Menurut seorang ahli komunikasi politik, perilaku yang terekam kamera dan tersebar luas di media sosial bisa mempercepat erosi kepercayaan publik terhadap lembaga legislatif. Etika dan sensitivitas pejabat publik, menurut pengamat, seharusnya menjadi prioritas utama. “Ketika kondisi rakyat sedang sulit, perilaku pejabat seharusnya mampu mencerminkan kepedulian, bukan justru memperlihatkan keceriaan yang berlebihan,” ujarnya. Fenomena ini juga membuka perbincangan lebih luas soal pentingnya menjaga kesan publik di era digital. Setiap tindakan pejabat kini bisa direkam, diunggah, dan menjadi viral dalam hitungan menit, sehingga tanggung jawab moral dan etika semakin besar. Masyarakat menilai, wakil rakyat seharusnya menunjukkan sikap profesional dan berempati terhadap situasi bangsa. Aksi joget berjamaah dinilai sebagai cerminan rendahnya kesadaran pejabat terhadap persepsi publik dan berpotensi menambah keresahan. Dengan semakin kuatnya kritik publik, DPR dan pejabat terkait didesak segera melakukan evaluasi dan klarifikasi. Publik berharap wakil rakyat mampu menjaga wibawa, integritas, dan kepekaan sosial demi memperkuat kembali kepercayaan masyarakat terhadap lembaga legislatif.*** #dprri #anggotadpr #beritatiktok #beritaviral #fenomena
Video anggota DPR yang berjoget berjamaah seusai sidang tahunan MPR RI menuai kontroversi besar di jagat maya. Potongan video tersebut memperlihatkan sejumlah pejabat bergembira dan menari di panggung, sementara publik tengah menghadapi berbagai persoalan sosial dan ekonomi. Respons warganet pun membanjiri unggahan video tersebut dengan kritik pedas. Mayoritas menilai aksi joget para wakil rakyat tidak mencerminkan empati terhadap kondisi masyarakat. “Bahagia banget bikin rakyatnya sengsara,” tulis akun @ran\*\*\*\*\* yang mendapat banyak tanda suka dari pengguna lainnya. Sejumlah komentar lain juga bernada sinis terhadap fenomena serupa yang kerap terulang di dunia politik. “Biarin aja lah. Toh yang kemaren menang juga awalnya joget-joget. Dah capek komentar,” tulis akun @aai\*\*\*\*\*. Ungkapan ini menegaskan bahwa publik sudah jenuh dengan perilaku pejabat yang dianggap abai terhadap penderitaan rakyat. Lebih keras lagi, akun @\_el\*\*\*\* menyampaikan rasa jengkel mendalam terhadap para pejabat. “Nggak pernah sebenci dan semuak ini sama pejabat negara,” tulisnya. Sementara akun @doy\*\*\*\* melontarkan sindiran singkat namun menyentak: “Rakyatnya kejang, pejabatnya goyang.” Pengamat sosial menilai aksi joget berjamaah tersebut dapat memperburuk citra DPR di mata masyarakat. Menurut seorang ahli komunikasi politik, perilaku yang terekam kamera dan tersebar luas di media sosial bisa mempercepat erosi kepercayaan publik terhadap lembaga legislatif. Etika dan sensitivitas pejabat publik, menurut pengamat, seharusnya menjadi prioritas utama. “Ketika kondisi rakyat sedang sulit, perilaku pejabat seharusnya mampu mencerminkan kepedulian, bukan justru memperlihatkan keceriaan yang berlebihan,” ujarnya. Fenomena ini juga membuka perbincangan lebih luas soal pentingnya menjaga kesan publik di era digital. Setiap tindakan pejabat kini bisa direkam, diunggah, dan menjadi viral dalam hitungan menit, sehingga tanggung jawab moral dan etika semakin besar. Masyarakat menilai, wakil rakyat seharusnya menunjukkan sikap profesional dan berempati terhadap situasi bangsa. Aksi joget berjamaah dinilai sebagai cerminan rendahnya kesadaran pejabat terhadap persepsi publik dan berpotensi menambah keresahan. Dengan semakin kuatnya kritik publik, DPR dan pejabat terkait didesak segera melakukan evaluasi dan klarifikasi. Publik berharap wakil rakyat mampu menjaga wibawa, integritas, dan kepekaan sosial demi memperkuat kembali kepercayaan masyarakat terhadap lembaga legislatif.*** #dprri #anggotadpr #beritatiktok #beritaviral #fenomena

About