@djameelah_trends:

RICH AUNTY WEARS IN ACCRA
RICH AUNTY WEARS IN ACCRA
Open In TikTok:
Region: GH
Friday 21 August 2026 13:55:24 GMT
1205
106
13
8

Music

Download

Comments

malkia_nafisah
Malkia_Nafisah :
Asalamua alaikum sis, are u sure of wat u saying , hopebu aint scam !!!! Just asking cos I do like it though …
2026-08-21 19:25:49
1
kalima_82
kalima_82 :
Location please
2026-08-21 15:48:48
1
hajia.huse4
Huseina 🥰💍😍🥰 :
U don't reply message
2026-08-21 19:34:25
0
mimi.love1455
???? :
Location pls I want some
2026-08-21 16:03:07
0
To see more videos from user @djameelah_trends, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Pelatihan berjalan padat seharian. Namun fokus Lingling terus terpecah. Ia beberapa kali mengecek ponselnya diam-diam. Menunggu pesan dari Orm. Namun tidak ada. Dan itu justru membuatnya makin khawatir. Sementara itu— Orm sedang berusaha keras mengalihkan pikirannya dengan bekerja. Namun semuanya terasa salah hari itu. Studio terlalu ramai. Lampu terlalu terang. Semua orang terasa berisik. Dan yang paling membuat emosinya kacau— media masih terus membahas putusnya hubungannya dengan Marcel. Bahkan beberapa wartawan mulai menanyakan apakah ada orang ketiga. Orm semakin tertekan. Ditambah sekarang— Lingling pergi bersama Bam. Malamnya— saat Orm membuka media sosial, dadanya langsung terasa jatuh. Bam mengunggah foto makan malam peserta pelatihan. Dan di salah satu foto— Lingling duduk tepat di samping Bam. Wanita itu terlihat lelah namun tetap tampan dengan kemeja hitam dan lengan tergulung sedikit. Bam memberi caption sederhana.
Pelatihan berjalan padat seharian. Namun fokus Lingling terus terpecah. Ia beberapa kali mengecek ponselnya diam-diam. Menunggu pesan dari Orm. Namun tidak ada. Dan itu justru membuatnya makin khawatir. Sementara itu— Orm sedang berusaha keras mengalihkan pikirannya dengan bekerja. Namun semuanya terasa salah hari itu. Studio terlalu ramai. Lampu terlalu terang. Semua orang terasa berisik. Dan yang paling membuat emosinya kacau— media masih terus membahas putusnya hubungannya dengan Marcel. Bahkan beberapa wartawan mulai menanyakan apakah ada orang ketiga. Orm semakin tertekan. Ditambah sekarang— Lingling pergi bersama Bam. Malamnya— saat Orm membuka media sosial, dadanya langsung terasa jatuh. Bam mengunggah foto makan malam peserta pelatihan. Dan di salah satu foto— Lingling duduk tepat di samping Bam. Wanita itu terlihat lelah namun tetap tampan dengan kemeja hitam dan lengan tergulung sedikit. Bam memberi caption sederhana. "Capek tapi seru." Namun yang membuat dada Orm semakin sesak— adalah foto candid Lingling yang diambil diam-diam oleh Bam. Tatapan wanita itu terlihat lembut sambil membaca sesuatu di ponselnya. Deg. Orm langsung menutup aplikasi itu cepat. Matanya mulai panas lagi. Karena sekarang— ia mulai sadar satu hal yang sangat menyakitkan. Ia tidak suka Lingling menjadi nyaman dengan orang lain. Bahkan hanya melihat foto sederhana saja— sudah cukup membuatnya ingin menangis. Dan itu membuat Orm takut pada dirinya sendiri. Karena ia mulai menjadi egois. Di sisi lain— malam itu Lingling akhirnya menelepon Orm lagi setelah pelatihan selesai. Begitu panggilan tersambung— suara pertama yang ia dengar justru keheningan. "Orm?" Beberapa detik kemudian— baru terdengar jawaban kecil. "Hm." Deg. Lingling langsung tahu. Wanita itu sedang menahan sesuatu lagi. --- "Hm." Satu jawaban kecil itu langsung membuat hati Lingling terasa tidak tenang. Karena ia terlalu mengenal Orm sekarang. Nada suara itu. Cara wanita itu menjawab singkat. Keheningan di balik napasnya. Semuanya selalu berarti Orm sedang menahan tangis. "Kamu kenapa?" tanya Lingling pelan. "Nggak kenapa-kenapa." Bohong. Dan Lingling langsung memejamkan mata sebentar karena frustrasi. "Orm." Suara wanita itu melembut sepenuhnya. "Kamu nangis lagi?" Hening. Lalu terdengar tawa kecil dari seberang sana. Tipis. Rapuh. "Kamu kenapa selalu tahu sih." Deg. Lingling langsung menyandarkan kepala ke kursi hotelnya. Karena sekarang— bahkan jarak beberapa kota saja terasa menyiksa. "Ada apa?" Beberapa detik Orm tidak menjawab. Dan saat akhirnya bicara— suaranya terdengar jauh lebih kecil. "Aku lihat story Bam." Deg. Lingling langsung diam. "Aku tahu itu cuma pelatihan." Orm menggigit bibirnya pelan di balik telepon. "Tapi aku tetap nggak suka." Kalimat itu keluar begitu jujur. Begitu emosional. Sampai dada Lingling langsung terasa penuh. Karena Orm akhirnya berhenti menyangkal. "Aku cuma duduk makan." ucap Lingling pelan. "Aku tahu." "Tapi aku tetep cemburu." Deg. Jantung Lingling langsung berdetak keras. Di luar kamar hotel— suara peserta lain masih terdengar samar. Namun di dalam kamar itu— dunia Lingling seolah hanya berisi suara Orm sekarang. "Aku benci jadi kayak gini." Suara Orm mulai bergetar lagi. "Aku nggak pernah secemburu ini sebelumnya." Dan untuk pertama kalinya— Lingling benar-benar bisa merasakan betapa besar perasaan wanita itu sekarang. Bukan lagi kebingungan samar. Namun rasa takut kehilangan yang nyata. "Aku nggak suka lihat kamu sama orang lain." Deg. Lingling menutup matanya kuat-kuat. Karena jika Orm terus bicara seperti ini— ia takut tidak bisa menahan dirinya lagi. "Orm..." Namun wanita itu justru terus bicara lirih. Seolah semua emosinya akhirnya pecah malam ini. "Aku pengen ketemu kamu." "Aku pengen kamu pulang cepet." "Aku pengen kamu cuma lihat aku." Deg. Napas Lingling langsung kacau. Karena setiap kalimat itu terdengar begitu polos. Begitu emosional. Dan begitu penuh rasa rindu yang akhirnya tidak bisa disembunyikan lagi. == #LingOrm #fypage #lingormforever💍 #linglingkwong #ormkornnaphat

About