@nefariouswinter: happened like twice o thrice or or or a hundred times now probably hhahahhah. One time someone told me “im sorry, i wont ask again i feel like i’m making you mad again” like omg ask me anything im a piece of shit it’s my fault not yours#fyp #real #foryoupage

winter
winter
Open In TikTok:
Region: PH
Friday 21 August 2026 14:12:21 GMT
4428
855
3
55

Music

Download

Comments

i_cant_move_on_from_you
milo ˚.🦴 ᵎᵎ :
Don’t apologize , you’re making me look bad infront of people
2026-08-22 01:15:28
1
trllaufeylover
𝓘ess :
Might be a genuinely wrong time , but be my friend 😭??
2026-08-21 22:49:10
0
To see more videos from user @nefariouswinter, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Nama Eri Cahyadi semakin menarik ketika pembicaraan mulai bergeser dari politik Kota Surabaya menuju peta kekuasaan Jawa Timur. Sebagai Wali Kota Surabaya yang kini menjalani periode kedua untuk masa jabatan 2025–2030, Eri memiliki waktu dan pengalaman yang cukup untuk memperkuat posisi politiknya. Usianya yang memasuki 49 tahun pada Agustus 2026 juga menempatkannya dalam fase karier yang relatif strategis untuk membidik panggung politik yang lebih luas. Surabaya sendiri bukan sekadar daerah administratif biasa dalam kalkulasi politik Jawa Timur. Kota terbesar di provinsi ini memiliki basis pemilih besar, jaringan pemerintahan yang kuat, serta perhatian publik yang tinggi. Rekam jejak Eri selama memimpin Surabaya karena itu berpotensi menjadi salah satu modal penting apabila kelak ia memutuskan untuk masuk dalam pertarungan politik tingkat provinsi. Meski demikian, pembicaraan mengenai peluang Eri menuju kursi Gubernur Jawa Timur perlu ditempatkan dalam kerangka waktu yang tepat. Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 135/PUU-XXII/2024 memisahkan penyelenggaraan pemilu nasional dengan pemilu lokal. Berdasarkan desain tersebut, pemilihan gubernur, bupati, wali kota dan DPRD dilaksanakan dua tahun setelah Pemilu Nasional 2029, sehingga secara hukum saat ini kontestasi kepala daerah berikutnya lebih mengarah ke sekitar 2031, bukan 2029. Dengan rentang waktu yang masih panjang, terlalu dini jika setiap langkah Eri langsung dibaca sebagai persiapan menuju Pilgub Jawa Timur. Namun justru panjangnya jeda tersebut memberikan ruang bagi Eri untuk membangun rekam jejak, memperluas jejaring, dan memperkuat pengaruh politiknya di luar Surabaya. Apakah modal tersebut nantinya benar-benar dibawa menuju panggung Jawa Timur atau berhenti di level Kota Surabaya, jawabannya masih menjadi bagian dari peta politik yang akan terus bergerak. #ery #emil #Jatim #Pilgub
Nama Eri Cahyadi semakin menarik ketika pembicaraan mulai bergeser dari politik Kota Surabaya menuju peta kekuasaan Jawa Timur. Sebagai Wali Kota Surabaya yang kini menjalani periode kedua untuk masa jabatan 2025–2030, Eri memiliki waktu dan pengalaman yang cukup untuk memperkuat posisi politiknya. Usianya yang memasuki 49 tahun pada Agustus 2026 juga menempatkannya dalam fase karier yang relatif strategis untuk membidik panggung politik yang lebih luas. Surabaya sendiri bukan sekadar daerah administratif biasa dalam kalkulasi politik Jawa Timur. Kota terbesar di provinsi ini memiliki basis pemilih besar, jaringan pemerintahan yang kuat, serta perhatian publik yang tinggi. Rekam jejak Eri selama memimpin Surabaya karena itu berpotensi menjadi salah satu modal penting apabila kelak ia memutuskan untuk masuk dalam pertarungan politik tingkat provinsi. Meski demikian, pembicaraan mengenai peluang Eri menuju kursi Gubernur Jawa Timur perlu ditempatkan dalam kerangka waktu yang tepat. Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 135/PUU-XXII/2024 memisahkan penyelenggaraan pemilu nasional dengan pemilu lokal. Berdasarkan desain tersebut, pemilihan gubernur, bupati, wali kota dan DPRD dilaksanakan dua tahun setelah Pemilu Nasional 2029, sehingga secara hukum saat ini kontestasi kepala daerah berikutnya lebih mengarah ke sekitar 2031, bukan 2029. Dengan rentang waktu yang masih panjang, terlalu dini jika setiap langkah Eri langsung dibaca sebagai persiapan menuju Pilgub Jawa Timur. Namun justru panjangnya jeda tersebut memberikan ruang bagi Eri untuk membangun rekam jejak, memperluas jejaring, dan memperkuat pengaruh politiknya di luar Surabaya. Apakah modal tersebut nantinya benar-benar dibawa menuju panggung Jawa Timur atau berhenti di level Kota Surabaya, jawabannya masih menjadi bagian dari peta politik yang akan terus bergerak. #ery #emil #Jatim #Pilgub

About