@misscabbage123: Beberapa hari kemudian, teman sekantor mereka mulai memperhatikan. Saat makan siang, salah satu teman bertanya, "Kalian berdua pacaran?" Jingjing hampir tersedak. "Nggak!" Janhae malah tertawa. "Kenapa nanya begitu?" "Karena kalian ke mana-mana bareng." "Kami satu proyek." "Terus kenapa kamu selalu beliin dia minum?". Janhae menunjuk Jingjing. "Dia suka lupa minum." Jingjing langsung menoleh. "Aku nggak lupa." "Kemarin lupa." "Karena sibuk." "Nah." Teman mereka mengangkat alis. "Terus kenapa kamu hafal pesanannya?" Janhae terdiam. Jingjing juga. Beberapa detik hening. Akhirnya Janhae menjawab, "Kebetulan." Teman mereka tertawa. "Semua juga kebetulan." --- Sore itu, Jingjing sedang bekerja ketika Janhae tiba-tiba berdiri di samping mejanya. "Jing." "Hm?" "Besok kamu masuk?" "Masuk." "Bagus." "Kenapa?" Janhae mengangkat bahu. "Kalau kamu nggak masuk, aku bosan." Jingjing menatapnya. "Kan ada orang lain." "Nggak sama." "Kenapa?" Janhae membuka mulut. Tapi nggak jadi menjawab. Dia cuma tersenyum. "Nggak tahu." Jingjing kembali melihat laptopnya. Tapi pipinya mulai terasa hangat. Dia pura-pura sibuk. Sementara Janhae kembali ke mejanya dengan senyum yang nggak bisa disembunyikan. Mereka masih sering bilang nggak suka. Masih sering berantem. Masih saling menyebalkan. Tapi perlahan...ada sesuatu yang berubah. Bukan pada cara mereka bertengkar. Melainkan pada alasan mereka selalu mencari satu sama lain. Dan tanpa mereka sadari...rasa nyaman kadang datang lebih dulu daripada rasa suka. --- Seminggu setelah proyek mereka dimulai, semua orang di kantor sudah mulai terbiasa melihat Janhae dan Jingjing bersama. Kalau Janhae pergi membeli kopi, Jingjing ikut. Kalau Jingjing pergi makan siang, Janhae muncul entah dari mana. Kalau salah satu nggak ada... yang satunya pasti bertanya. Tapi kalau ada yang bilang mereka dekat, dua-duanya langsung membantah. "Nggak dekat." "Kami cuma satu tim." "Kebetulan sering bareng." Dan anehnya... nggak ada satu pun orang yang percaya. --- Siang itu, Jingjing sedang berbicara dengan seorang karyawan baru bernama Win. Mereka sedang membahas pekerjaan. Janhae yang baru keluar dari ruang meeting langsung berhenti ketika melihat mereka. Win tertawa. Jingjing ikut tertawa. Janhae berdiri beberapa meter dari sana. Salah satu temannya menepuk bahunya. "Kenapa?" "Nggak kenapa-kenapa." "Kamu lihat Jingjing?" "Nggak." "Terus kenapa berdiri di situ?" Janhae langsung berjalan mendekat. "Jing." Jingjing menoleh. "Hm?" "Bos cari kamu." Jingjing mengernyit. "Bos?" "Iya." "Katanya apa?" "Nggak tahu." Jingjing menatapnya curiga. "Kamu yakin?" "Iya." Win menunjuk dirinya sendiri. "Kalau gitu aku pergi dulu." Jingjing mengangguk. "Oke." Setelah Win pergi, Jingjing menatap Janhae. "Bos benar-benar cari aku?" Janhae diam. "Jan." "...Nggak." Jingjing langsung tertawa. "Kamu bohong." Janhae menggaruk tengkuk. "Aku cuma mau panggil kamu." "Kenapa nggak bilang dari awal?" "Nggak tahu." Jingjing menyilangkan tangan. "Kamu cemburu?" Janhae langsung tertawa. "Hah? Sama dia?" "Iya." "Nggak." "Yakin?" "Yakin." Jingjing tersenyum. "Bagus." Dia berjalan pergi. Janhae mengikutinya. "Kenapa bilang bagus?" "Karena kalau kamu cemburu, lucu." "Aku nggak cemburu." "Iya." "Serius." "Iya." "Kamu jangan senyum begitu." "Aku kenapa?" "Kayak tahu sesuatu." Jingjing tertawa kecil. "Aku memang tahu." "Tahu apa?" "Entahlah." Janhae mendengus. Tapi sejak saat itu...dia mulai sadar bahwa ada sesuatu yang aneh. Kenapa dia nggak suka melihat Jingjing terlalu dekat dengan orang lain? #janhae #jingjing #janjingjing #au #fypppppp

cabbage
cabbage
Open In TikTok:
Region: MY
Friday 21 August 2026 14:51:40 GMT
697
120
4
2

Music

Download

Comments

To see more videos from user @misscabbage123, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos


About