@hafuzasch: Ruang perawatan pribadi Rumah Sakit Natsha terasa begitu hening dan beraroma antiseptik yang tajam. Sinar matahari pagi menerobos tirai tipis, menggantikan suasana badai semalam. Miu perlahan membuka matanya. Rasa pening yang hebat langsung menyerang kepalanya. "Kau sudah sadar, Miu?" Dokter Lingling melangkah mendekati tempat tidur sambil membawa papan catat medis. Wajah sahabat sekaligus dokter pribadinya itu terlihat cemas. "Lingling..." "Jangan terlalu banyak bergerak dulu. Kau mengalami trauma ringan akibat benturan keras semalam." Miu memegangi pelipisnya. Memori semalam perlahan berputar di benaknya. "Mobilku... hilang kendali saat hujan badai." "Ya. Dan beruntunglah kau masih selamat. Polisi menemukan mobilmu hampir meledak di tepi jalan." Miu mengerutkan dahi. Ada sesuatu yang terasa ganjil, sebuah kekosongan yang membingungkan di kepalanya. "Siapa yang mengeluarkan aku dari mobil?" Lingling menghentikan catatannya. Ia menatap Miu dengan raut wajah heran. "Kau tidak ingat sama sekali?" "Ingat apa?" "Tim penyelamat tiba di lokasi setelah menerima laporan warga. Mereka menemukanmu tergeletak di trotoar, aman dari ledakan." "Lalu?" "Pintu mobilmu terlepas secara tidak wajar. Engselnya patah seperti dihantam kekuatan yang sangat besar. Saksi warga bilang ada seorang gadis asing yang menarikmu keluar dari mobil." Miu terdiam. Ia berusaha keras menggali ingatannya. Hujan, petir, kegelapan... tapi tidak ada bayangan seorang gadis pun di sana. "Gadis asing...?" "Kau benar-benar tidak mengingatnya, Miu?" Miu menggelengkan kepala perlahan. Ada rasa sesak yang familiar di dadanya setiap kali ia mencoba mengingat kejadian saat hujan badai. "Sama sekali tidak. Setelah hujan deras turun... kepalaku terasa seperti dihapus." Lingling menghela napas panjang, lalu duduk di kursi sebelah ranjang Miu. "Gejala traumamu kambuh lagi." "Setiap kali hujan badai datang, memori tentang orang di sekitarmu mendadak hilang. Dan kali ini, korban ingatanmu adalah penyelamatmu sendiri." Miu menatap telapak tangannya yang masih sedikit gemetar. "Kenapa harus selalu seperti ini..." "Yang membuatku heran adalah laporan saksi mata." Lingling memajukan tubuhnya, menatap Miu dengan serius. "Saksi mengatakan gadis itu hanya menggunakan tangan kosong untuk mencopot pintu mobilmu. Tanpa alat, tanpa bantuan apa pun." "Itu tidak masuk akal, Lingling. Mana ada manusia yang bisa mencopot engsel besi mobil hanya dengan tangan kosong?" "Tepat sekali. Karena itulah aku penasaran." Pintu kamar rawat mendadak terbuka dengan keras. "Kak Miu!" Bam masuk dengan napas terengah-engah, membawa seikat bunga segar di tangannya. "Bam? Kenapa kau kemari?" "Tentu saja menjengukmu! Aku panik setengah mati saat Ibu memberitahu mobilmu hancur semalam!" Bam melemparkan bunga ke atas meja lalu mendekati Miu, memeriksa wajah kakaknya dengan raut panik. "Kau tidak apa-apa, kan? Tidak ada luka permanen?" "Aku baik-baik saja, Bam. Jangan berlebihan." "Bagaimana bisa aku tidak berlebihan? Hujan semalam itu luar biasa deras! Aku takut hal buruk terjadi padamu lagi seperti..." Bam mendadak menghentikan kalimatnya. Ia tahu topik trauma masa lalu itu sensitif untuk dibicarakan di depan Miu. Miu mengalihkan pandangannya ke luar jendela. Hujan sudah berhenti, meninggalkan genangan air yang memantulkan bayangan langit biru. Namun, jauh di dalam lubuk hatinya, ada perasaan aneh yang mengganjal. Seolah-olah ada sekeping ingatan penting—dan aroma hangat yang tak dikenal—yang tertinggal di tengah badai semalam. #lenaschuett #miunatsha #lenamiu #fyp #thaigl

Rani Kornnaphat
Rani Kornnaphat
Open In TikTok:
Region: ID
Friday 21 August 2026 15:44:50 GMT
841
117
2
0

Music

Download

Comments

bunda.kiki84
bunda kiki :
bakalan seru ya
2026-08-21 18:31:12
1
To see more videos from user @hafuzasch, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos


About