@am.br011: On s’améliore ✌🏻🥸@ᴜsᴇʀʀ_ᴍᴀɪᴡᴇɴɴ’🥂 #prtoi #danse#copines#amie#fyp

𝐀𝐦.𝐛𝐫𝟎𝟏𝟏ꨄ
𝐀𝐦.𝐛𝐫𝟎𝟏𝟏ꨄ
Open In TikTok:
Region: FR
Friday 21 August 2026 17:16:05 GMT
364
61
7
1

Music

Download

Comments

user_alwena
￴ ￴ ￴ ￴ ￴￴ ￴ ￴ ￴ ￴ ￴ ￶ :
RAAA LES PLUS BELLE
2026-08-21 17:20:56
1
naelys.ngy
naelys.ngy :
Mes bbsss
2026-08-21 17:22:34
2
morganeturmel
morg@ne :
woawww 😍🙏🫦
2026-08-21 20:46:20
3
To see more videos from user @am.br011, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi kepada siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bagi Anda pembaca yang merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental. Nasib pilu dialami seorang karyawan restoran Korea di Surabaya. Ia mengaku menjadi korban kekerasan seksual oleh bosnya, warga negara Korea berinisial SSY (64). Dugaan kekerasan seksual itu disebut terjadi berulang kali hingga korban mengaku berada dalam tekanan berat dan sempat berpikir untuk mengakhiri hidupnya. Ternyata, korban pemerkosaan WN Korea tersebut tidak hanya satu karyawan. Informasi yang dihimpun detikJatim, ada dua karyawan restoran di kawasan Jalan Mayjen HR Muhammad, Surabaya yang menjadi korban. Keduanya kini telah melaporkan pemilik restoran ke polisi atas dugaan kekerasan seksual. Selain dua laporan tersebut, kuasa hukum korban menyebut ada sejumlah orang lain yang mengaku mengalami dugaan tindakan serupa. Dua orang yang telah melaporkan SSY masing-masing berinisial MAD (28), yang bekerja sebagai sekretaris restoran, dan SUF (24), seorang asisten rumah tangga (ART). MAD kemudian menceritakan dugaan kekerasan seksual yang dialaminya. Menurut dia, kejadian bermula pada 12 Maret 2026 sekitar pukul 20.00 WIB. Saat itu, SSY kedatangan seorang teman sesama warga Korea yang tinggal di Jember. Mereka kemudian mengonsumsi minuman beralkohol di restoran yang sedang tutup. MAD mengaku saat itu juga dicekoki minuman hingga kehilangan kesadaran.
Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi kepada siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bagi Anda pembaca yang merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental. Nasib pilu dialami seorang karyawan restoran Korea di Surabaya. Ia mengaku menjadi korban kekerasan seksual oleh bosnya, warga negara Korea berinisial SSY (64). Dugaan kekerasan seksual itu disebut terjadi berulang kali hingga korban mengaku berada dalam tekanan berat dan sempat berpikir untuk mengakhiri hidupnya. Ternyata, korban pemerkosaan WN Korea tersebut tidak hanya satu karyawan. Informasi yang dihimpun detikJatim, ada dua karyawan restoran di kawasan Jalan Mayjen HR Muhammad, Surabaya yang menjadi korban. Keduanya kini telah melaporkan pemilik restoran ke polisi atas dugaan kekerasan seksual. Selain dua laporan tersebut, kuasa hukum korban menyebut ada sejumlah orang lain yang mengaku mengalami dugaan tindakan serupa. Dua orang yang telah melaporkan SSY masing-masing berinisial MAD (28), yang bekerja sebagai sekretaris restoran, dan SUF (24), seorang asisten rumah tangga (ART). MAD kemudian menceritakan dugaan kekerasan seksual yang dialaminya. Menurut dia, kejadian bermula pada 12 Maret 2026 sekitar pukul 20.00 WIB. Saat itu, SSY kedatangan seorang teman sesama warga Korea yang tinggal di Jember. Mereka kemudian mengonsumsi minuman beralkohol di restoran yang sedang tutup. MAD mengaku saat itu juga dicekoki minuman hingga kehilangan kesadaran. "Itu minum mulai pukul 20.00 WIB malam, sampai dini hari 13 Maret 2026. Saya di resto dicekoki minuman. Setelah selesai minum, saya kehilangan kesadaran," ujar MAD, Kamis (20/8/2026). Dalam kondisi tersebut, MAD mengira dirinya akan diantar pulang ke kos. Namun, ia kemudian ikut SSY menggunakan mobil milik temannya yang berasal dari Jember. "Dengan tanpa ada rasa curiga, karena memang sebelumnya tidak pernah terjadi hal apapun pada saya, saya ikut dia pakai mobil temannya itu. Mobilnya dia ditinggal di resto," ungkapnya. Menurut MAD, dirinya kemudian dibawa ke sebuah hotel. Ia mengaku dalam kondisi tidak berdaya dan mendapat ancaman terkait pekerjaan serta keluarganya. "Dia marah mengancam pecat saya, gaji tidak dikeluarkan, keluarga diancam mau dikirimi tukang pukul. Karena kondisi saya dibawah pengaruh alkohol, dia memperkosa saya saat itu," bebernya. Baca artikel detikjatim, selengkapnya pada link di atas! Video: Ilustrasi Canva Creator: Prastiwi #detikcom #surabaya #koreaselatan

About